
Sampai detik ini Sindy mencoba tetap bertahan, untuk menjaga hubungan nya dengan mertua dan suaminya.
Tetapi untuk menjaga semua itu ia mengorbankan perasaannya, meskipun harus tersakiti batinnya.
"Lea makan nasi dulu ya, tadi mak masak ikan untuk Lea, jadi Lea harus makan ya!." pinta Sindy berbicara dengan Lea.
"Mak." jawab Lea ketika di ajak bicara.
"Iya, Lea dengar ya apa kata mak." tanya Sindy kepada Lea lagi.
Lea mengangguk, jika diartikan itu tandanya setuju dengan apa yang di katakan ibunya.
Tetapi ketika sudah saat nya makan, Lagi-lagi ia di tawar kan kue manis sehingga Lea tidak mau makan lagi karena merasa kenyang.
"Najwa itu Lea makan apa?." tanya Sindy ketika di dapur melihat Lea di ruang tengah sedang mengunyah.
"Makan kue maklong." jawab najwa.
"Loh kok di kasih dulu. maklong sudah siapkan makanan ini untuk Lea." ucap Sindy sedikit cemberut.
"Ngak tau, Nenek yang kasih." jawab Najwa yang tidak mengetahui kalau Lea akan makan.
"Sedikit ibu kasih nya." jawab mertuanya, dan Lea pun menghampirinya karena ingin minta kue nya lagi.
"Maklong Lea mau lagi." ucap Najwa ketika Lea menghampiri neneknya.
"Kasih saja lah." jawab Sindy singkat.
Batin Sindy, "Padahal sudah di kasih tahu jangan di kasih, tapi masih saja."
Setiap hari Sindy selalu kesal dan kecewa, apa yang dikatakannya kepada mertua nya seperti angin lalu, tak berarti sedikit pun.
Sindy datang ke ruang tengah menghampiri Lea dan tidak membawa makanan.
__ADS_1
"Sudah kenyang Lea mau makan." ucap mertuanya.
"Ya kenyang lah sudah makan kue manis." jawab Sindy sambil membelakangi karena tidak ingin memperlihatkan raut wajahnya kepada mertua nya.
"Ngak perlu makan nasi juga ngak apa Lea, tadi sudah makan pisang, sama saja kenyangnya." ucap mertuanya memberitahu Sindy.
"Iya." jawab Sindy lagi-lagi berpura-pura tersenyum.
Setiap hari Sindy memasang senyum palsunya untuk menutupi rasa kesalnya, rasa ketidakpuasan nya dengan melihat anaknya tidak mau makan makanan yang di siapkan Sindy.
"Ada apa?." tanya jack menyadari raut wajah Sindy yang berbeda.
"Tidak." jawab Sindy singkat tanpa tersenyum.
"Ada apa katakan saja? tidak mungkin tidak ada apa-apa tapi raut wajah nya cemberut." ucap jack.
"Iya benar, tidak ada apa-apa?." jawab Sindy lagi.
"Aku lelah jika harus mengadu hal yang sama, tapi aku tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan bagi ku sayang, jadi tidak perlu di tanya kan lagi." jawab Sindy terdengar menyakitkan.
"Ibu ya? maafkan aku sayang. aku akan bicara nanti pada ibu." rayu jack.
"Sudahlah sayang, itu tidak perlu." jawab Sindy.
Kemudian Sindy meninggalkan jack karena tidak ada tindakan untuk Sindy yang sangat ingin pindah dari rumah mertuanya agar ia bebas beraktivitas sesuai keinginannya.
Jack pun melakukan aktivitas lain, berharap agar Sindy melupakan masalah yang baru saja di bahas bersama nya.
Kembali lagi ke ruang keluarga untuk ngobrol, Sindy berusaha agar tidak terlihat sedang kesal, kembali dengan kepura-puraan yang selalu di ciptakan Sindy.
Sedikit menyiksa dirinya demi mempertahankan hubungan antara keluarga dan suami nya, entah sampai kapan semua itu akan berakhir.
Setelah berbagai macam snack dan buah pisang yang di makan Lea, ia pun merasa ngantuk ingin tidur.
__ADS_1
Lea mulai rewel ingin tidur, ia selalu menangis, di beri snack lagi juga tidak mau.
"Uuaaaa.... Mak." tangis Lea terdengar ketika Sindy tinggalkan ke toilet.
"Ada apa?." tanya Sindy ketika masih di toilet.
"Sepertinya Lea ngantuk Sin." ucap Ibu mertuanya yang sedang bersama Lea.
"Bentar-bentar." ucap Sindy dan segera keluar dari toilet lalu menghampiri Lea.
"Mak." ucap Lea sambil menangis.
"Iya-iya, Lea ngantuk ya." ucap Sindy langsung menggapai Lea.
Lea ini tidak bisa tidur tanpa Sindy, karena jika ia tidur ia selalu menyusu sampai ia terlelap tidur.
Jika sedikit saja Sindy bergerak, Lea akan bangun mencari put*ng S*s* ibunya.
Itu sebab nya Sindy sering tidak bisa membantu mertua nya memasak, untuk nya ia sempat cuci piring, sapu lantai, mencuci dan ngepel lantai saja.
"Bu, maaf ya Sindy ngak bisa bantu ibu masak lagi?." Ucap Sindy yang kesekian kalinya.
"Iya tidak apa, tidurkan saja Lea! dia sudah mengantuk." jawab mertuanya.
Sindy pun akhirnya meninggalkan ruang keluarga kembali untuk menidur kan Lea yang mengantuk.
Karena posisi Sindy juga terbaring ketika menyusui Lea, Sindy pun akhirnya ikut tidur bersama Lea.
Untung saja ibu dan ayah mertuanya mengerti, terkadang membuat Sindy tidak enak, sebagai orang baru di rumah mertuanya, Sindy seharusnya lebih banyak membantu pekerjaan rumah.
Tetapi terkendala karena Lea rewel jika lama tidak bersama ibunya.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1