
"Hai lea, kakak rindu sekali sama lea." sambil mencium lea dengan kencang, najwa sangat gemes dengan lea yang ia rindukan.
"Jagain lea dulu ya Naj, maklong mau bikinin kopi buat paklong." ucap Sindy langsung meninggalkan najwa dan lea karena merasa tidak enak hati dengan suasana nya melihat cara najwa mencium putri nya.
"kopi." Tiba-tiba Jack mengganggu Sindy dengan menyebut kopi kembali.
"Iya, ini mau di bikinin, sabar ya." ucap Sindy melewati Jack.
Saat itu Jack menyadari raut wajah Sindy yang sedikit berbeda.
"Ada apa? kenapa wajah mu seperti itu?." tanya Jack ketika menghampiri Sindy yang sedang meracik kopi.
"Maksudnya?." tanya Sindy seolah tidak terjadi apa-apa.
"Wajah mu terlihat marah, ada apa? apa karena aku minta di bikinkan kopi?." tanya Jack berprasangka buruk.
"Tidak, kenapa jadi ke situ." jawab Sindy sambil tertawa tipis.
__ADS_1
"Lalu apa? wajah mu masam begitu. bilang saja, aku tidak suka kalau kamu diamkan seperti ini dan di pendam sendiri." pinta Jack.
"Tidak, aku hanya kurang suka cara Najwa mencium Lea seperti itu, karena aku sendiri yang melahirkan nya selalu pelan mencium Lea." jawab Sindy pelan dan sambil memandang ke arah ruang tamu.
"Oh. jadi karena itu wajah mu berubah seperti itu. sudah lah sayang, itu kan karena ia merasa rindu dengan Lea, jangan terlalu di permasalahkan, lagian Lea kan tidak terluka ketika di cium Najwa." ucap Jack.
"Iya iya, tapi aku rasanya kurang suka saja." jawab Sindy lagi.
"Sudah lah." ucap Jack sambil mengelus belakang Sindy.
Setelah Sindy selesai membuat segelas kopi, ia langsung kembali menghampiri Lea dan memberikan segelas kopi tersebut kepada Jack.
"Terimakasih." ucap Jack kepada Sindy yang sudah menyempatkan membuat segelas kopi untuknya.
Padahal mereka sama-sama lelah, setelah berjam-jam di perjalanan.
"Iya sama-sama." jawab Sindy lalu pergi menghampiri Lea dan Najwa di ruang tamu.
__ADS_1
"Najwa, masih ingat pembahasan kita kemarin kan?." tanya Sindy ketika sudah berada di ruang tamu bersama Lea dan Najwa.
"Iya ingat, jadi kita mau jual apa maklong?." tanya Najwa tanpa basa basi.
"Begini, rencana maklong kan mau jual pakaian, jilbab dan aksesoris lainnya, mumpung di depan ada tempat yang lumayan strategis jadi maklong mau renovasi dulu isi dalam nya, untuk masalah modalnya perlahan saja, kita beli sedikit-sedikit, nanti keuntungannya kita jadikan tambahan modal dulu. kalau sudah lumayan terlihat perlengkapan untuk di jual, baru deh keuntungan selanjutnya kita bagi 2. Bagaimana, apa kamu setuju?." tanya Sindy kepada Najwa tentang rencana nya.
"Wah, bagus itu maklong, iya ngak papa untung awal di jadikan modal dulu, nanti kalau sudah lumayan maju baru kita bagi 2, sekarang Najwa Kuliah nya agak santai, jadi Najwa bisa posting-posting jualan kita." tanpa pikir panjang Najwa menyetujuinya.
"Oke, target pasar kita teman kamu, soalnya kan banyak teman kampus yang bakal mau beli barang kita." ucap Sindy
"Iya benar, yang harus kita stok banyak tuh jilbab maklong, harga juga terjangkau dan bisa gonta ganti saat kuliah. Sebagai promosi aku juga mau pake." jawab Najwa.
"Harus itu, promosi secara langsung lebih bagus." ucap Sindy sambil tersenyum.
Setelah merencakan semua bersama, beberapa minggu ke depan Sindy meminta tukang bangunan untuk merenovasi kios milik mertuanya yang sudah mengizinkan tempat tersebut di jadikan tempat mereka usaha.
Setelah semua selesai di renovasi, Sindy dan Najwa ber sama-sama memilih satu per satu barang mulai dari gamis, atasan, celana, jilbab dan aksesoris yang lainnya.
__ADS_1
Setelah semua barang sampai, yang paling semangat untuk mengpost foto atau video adalah Najwa sehingga membuat Sindy ikut merasakan kebahagiaan Najwa.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰