
"Sepertinya ia orang nya asyik deh kalau sudah besar nanti. Soalnya responnya cepat banget meskipun hanya menggerakkan tubuhnya." ucap Sindy.
"Kalau ibu lihat dari tadi, memang pintar ini anak." saut ibunya.
"Semoga ya Nek, semoga dedek jadi anak yang pintar." Jack pun ikut bicara seakan debaynya yang bicara kepada Neneknya.
"Yang, ini ada kue, habiskan ya!." pinta Sindy mengganti topik pembicaraan nya.
"Tidak Yang, aku nanti mau makan nasi, nanti kenyang kalau makan kue duluan." jawab Jack.
"Kan masih lama Yang mau makan Nasi, makan dulu kue nya nih!." Paksa Sindy.
"Tidak sayang, kan sudah aku bilang tadi, takut kenyang duluan." jawab Jack.
"Ya sudahlah kalau tidak mau. Ibu sajalah bu yang habiskan." pinta Sindy karena sudah tidak mampu menghabiskannya.
"Ibu minta sedikit saja, ibu masih kenyang juga." saut Ibunya.
Tiba-tiba mertua Sindy datang, dan mengajak ibu kandung nya ke luar untuk berkenalan dengan Sahabat dekatnya.
"Mak long, keluar yuk! di luar ada temanku, sambil nonton televisi juga kita." ajak mertua nya.
"Oh iya, sebentar bu, saya sisiran dulu." Ibu Sindy menyisir rambutnya sebelum ia keluar kamar.
Setelah ibunya keluar, Sindy dan Jack melanjutkan pembicaraan nya.
"Yang, apa sebaiknya kita ke rumah ibuku saja?." tanya Sindy.
"Loh kenapa ke sana lagi, kan di sini juga bisa dan aku lebih leluasa untuk mengambilkan makan minum mu sayang." jawab Jack.
"Tapi sayang, aku yang tidak enak di sini Yang, apa lagi nanti kalau kamu sudah bekerja." ucap Sindy.
"Kenapa tidak enak, kalau ada apa-apa tinggal bilang saja nanti ke ibu atau bapak." jawab Jack.
"Kamu bilang enak Yang, tapi yang ngerasain dan ngejalanin ini tanpa kamu dan ibuku itu sulit Yang.
" Makanya jangan mikir yang aneh-aneh tentang ibu dan ayah ku, mereka tidak seperti yang kamu bayangkan kok Sayang." ucap Jack.
"Tapi tetap saja berbeda sayang." jawab Sindy sambil menunduk.
Oek.. Oek.. oek..
Tiba-tiba Azalea Azzahra menangis, terbangun karena haus ingin menyusu dengan ibunya.
"Ala.. tayang mak ayah ni, kenapa menangis." sambil mengambil Azalea dari kasur tidurnya.
Tetapi Azalea tetap saja menangis sebelum ia menyentuh tubuh ibunya.
__ADS_1
"Mungkin haus sayang, coba di susukan dulu." ucap Jack.
Sindy pun langsung menyusukan nya, Azalea yang terbangun itu ternyata pipis dan kehausan.
"Loh pantas menangis, ini tilam nya basah sayang." ucap Sindy setelah meraba tilam Azalea.
"Susukan saja dulu, nanti baru ganti pakaiannya." ucap Jack.
"Ternyata anak mak pipis ya, ngak enak ya tidurnya basah-basah." Sindy mengajak Azalea bicara.
Tentu saja tidak ada jawaban, karena bayi mereka baru saja berumur 5 hari, ia hanya bisa tidur, menangis dan menangis.
Bahkan jika ia merasa sakit pun hanya bisa menangis.
Di hari ke tujuh, Ibu Sindy pulang ke rumah nya sendiri dan menyuruh Sindy untuk mandiri, karena selama 7 hari ia selalu di bantu dari mandi bahkan memasangkan pempers untuk dirinya.
"Besok ibu pulang ya Sin, sekarang kamu sudah bisa sendiri, ibu lihat sekarang kamu sudah tidak lemes lagi." ucap ibunya.
"Mm.. cepat sekali bu, jangan pulang dulu dong, Nanti Sindy siapa yang bantu bu, belum bisa bu, mau bangun dari kasur aja susah bu, masih terasa berat badan Sindy." Sindy ingin mencegah ibunya.
"Ibu rindu mau ke sawah, belum lagi adik-adik mu di sana, jangan sudah kehabisan beras di sana."jawab ibunya.
" Cepat nya mau pulang bu?." tanya jack ketika mendengar percakapan Sindy.
"Ibu mau memantau sawah ibu jack, sudah seminggu tidak ada yang melihatnya." jawab Ibunya.
"Belum, nanti lah ibu telpon, tapi nanti ibu minta tolong ya jack, antar ibu ke dermaga." pinta ibu Sindy agar jack bisa mengantarnya ke dermaga.
"Oh iya tentu bu, tapi di sana apa bisa mereka jemput, kalau tidak bisa nanti biar saya saja yang antar sampai ke rumah bu." tanya jack lagi.
"Dinda bisa kok, Dinda nanti tunggu di dermaga sana." jawab ibu Sindy.
"Yah, ibu, lebih lama lah di sini, kasian azalea masih rindu sama neneknya, siapa nanti yang ganti popok nya ketika pup dan pipis bu?." tanya Sindy.
"Ya kamu lah Sin, siapa lagi, ingat ya, selama dalam 40 hari ngak boleh angkat berat, tidak boleh menunduk, ngak boleh kena air hujan, dan ramuan setiap hari di makan, Hati-hati kalau berjalan nanti tersandung, itu sakitnya rasa ke tulang kalau habis melahirkan." penjelasan ibunya panjang lebar.
"Iya iya Siap, Sindy saja yang belum siap di tinggalkan ibu." jawab Sindy berkaca-kaca.
Sore hari setelah berbicara, Si ibu menghubungi Dinda untuk menjemput nya di dermaga.
***
Tut.. Tut.. Tut..
"Ya Hallo." jawab Dinda.
"Hallo din, besok jemput ibu di dermaga ya." pinta Ibu nya.
__ADS_1
"Oh iya bu, dermaga Sini kan?." tanya Dinda.
"Iya di sana, dari sini abang ipar mu yang akan mengantar ibu." jawab Si ibu.
"Baiklah bu, besok Dinda akan jemput." ucap Dinda.
"Sudah dulu ya." pamit ibu untuk mengakhiri telpon nya.
"Iya bu."
***
"Yah nenek mau pulang Nak, Lea ditinggal nenek." ucap Sindy seolah berbicara dengan Azalea.
"Iya nenek pulang cu." saut ibu sambil tersenyum saking gembiranya.
"Ngak usah pulang dulu deh Nek, Lea masih rindu sama nenek. Tu dengar bu, Lea bilang apa?." ucap Sindy.
"Ah itu ibunya yang bicara bukan Lea nya." cuek ibunya dan masih ngotot besok akan pulang.
"Ya kan itu suara hati Lea dan ibunya yang menyampaikan bu." Sindy masih mencoba merayu agar ibu nya tidak pulang.
"Tidak bisa. kan ibu sudah bilang Dinda jadi tidak bisa di rubah lagi dong." ucap ibunya kembali.
"Kan bisa di batalin. Batalin ya Nek." ucap Sindy seolah Lea lagi yang bicara.
"O tidak bisa." ucap Ibu tetap sama.
"Dari tadi jawabannya sama Nak, tetap saja tidak." ucap Sindy pasrah mendengar jawaban ibu, ibu-ibu saja.
"ada apa ini?." Tiba-tiba mertua Sindy masuk.
"Itu, ibu mau pulang besok katanya." ucap Sindy.
"Loh, kenapa buru-buru. Lama-lama lah disini bu." ucap mertua kepada Ibu Sindy.
"Nanti lah baru ke sini lagi bu. Besok pulang dulu, ayah dan adik Sindy di sana ngak ada yang ngurusin bu." jawab Ibu Sindy.
"Kan mereka sudah pada gede', bisa masak juga kan untuk ayahnya di sana." tanya Mertua nya.
"Masak sih bisa, takut nya mereka kehabisan beras ngak ada yang bisa jemur dan bawa ke pabrik kalau bukan saya bu."jawab Ibu Sindy beralasan.
" Oh iya Sih, susah juga begitu bu." Mertua pasrah dan berhenti merayu mendengar alasan ibunya.
"Nanti lah ke sini lagi. sekalian dengan kakek nya." saut ibunya lagi.
"Iya, ajak kakek Lea nanti ke sini ya."
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰