My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 26


__ADS_3

Sindy tidak bisa menahan kekesalannya, ia mengadu lagi kepada jack, berharap sesuatu keajaiban baginya.


"Sayang, hari ini Lea tidak mau makan lagi." Sindy mengadu kepada jack via WhatsApp.


"Kenapa tidak mau sayang?." tanya jack.


"Tadi ibu bawa Lea ke rumah marisa, dan di kasih kue manis mungkin, dan pulang ke rumah ketika mau memberi Lea makan, ibu bilang Lea mungkin sudah kenyang karena sudah makan kue." ucap Sindy ketika menceritakan peristiwa kepada jack.


"Bilang kepada ibu saja sayang, jangan beri Lea kue apapun sebelum makan." pinta jack kepada Sindy.


"Sudah pernah ku katakan sayang, tapi sepertinya ibu sering lupa, dan selalu saja memberi Lea kue. Aku itu ingin nya Lea makan nasi dulu meskipun hanya 2 sampai 3 suapan, setelah itu terserah mau makan kue, buktinya setelah makan nasi Lea tetap mau kok makan kue, tapi kalau Lea makan kue dulu, sering terjadi ia tidak akan mau makan nasi." Sindy mengeluarkan semua unek-uneknya kepada jack.


"Maafkan aku sayang, nanti aku akan coba bicara kepada ibu lagi." ucap jack.


"Tidak usah sayang, nanti ibu sakit hati, aku hanya ingin kita kontrak rumah saja, biar aku bebas melakukan apa yang ku inginkan termasuk masak untuk kamu." pinta Sindy.


"Sayang maaf kan aku, tapi tolong jangan berkata begitu, aku seharian bekerja, jangan kacaukan pikiranku, aku takut akan emosi sayang." jawab jack membuat Sindy meneteskan air mata.


"Maaf kan aku sayang." Sindy pun mengakhiri chat nya dan kembali bersedih mendengar jawaban jack kepada nya.


Batin Sindy, " dan pada akhirnya juga akan seperti ini, bersedih dan bersedih. Mungkin ada hikmah di balik kesedihan ini, tapi mengapa aku tidak bisa merelakan dan ikhlas menjalani kehidupan seperti ini."


Jack mencoba menelpon Sindy ketika waktu istirahat bekerja, tetapi Sindy dengan sengaja tidak mengangkat telpon jack, karena merasa kecewa dengan jawaban yang di katakan jack kepada nya.


Batin Jack, " Apa sekarang Sindy sedang tidur ya."


Sambil melihat jam Jack menyadari bahwa pada saat jam istirahat nya bekerja, Sindy dan Lea sedang tidur dan menganggap bahwa Sindy sedang tidur bukan karena sengaja tidak mengangkat telponnya.


"Maaf sayang, aku tidak bisa angkat telpon sekarang, aku takut akan semakin sedih ketika bicara dengan mu." ucap Sindy sendirian dan hanya memandangi layar HP nya ketika Jack telpon.


Ketika Sindy meneteskan air mata, Lea tersadar dan ingin menyusu kepada ibu nya, sambil meraba-raba kasur, dengan cepat Sindy mengambil posisi ternyaman untuk menyusui Lea.


"Tidur yang nyenyak sayang." ucap Sindy sambil menghapus air mata nya yang menetes.


Ketika menyusui Lea, Sindy berpikir bagaimana cara nya untuk merayu Jack agar mau pindah dari rumah itu.


Batin Sindy, " kalau misalnya pindah, apa kata mertua ya nanti?, sedangkan saat ini kami sudah 1 tahun lebih tinggal bersamaan dengan mereka."


Setelah di pikir kembali, Sindy merasa tidak enak jika harus pindah tetapi sudah lama tinggal bersama, jika tidak pindah ia akan terus menerus merasakan sakit yang tidak terduga.


Setelah beberapa menit menyusukan lea, Tiba-tiba Sindy merasa ngantuk yang luar biasa, sehingga ia terlelap dan melewati waktu makan siang.

__ADS_1


Ketika Sindy dan lea bangun dari tidur, ibu mertua dan ayah mertua sudah ada di ruang tengah dan bertanya kepada Sindy.


"Lea sudah bangun ya?." tanya ibu mertuanya.


"Sudah bu." Sindy menggendong lea dan mencoba untuk duduk di ruang tengah juga.


Tetapi Lea tidak mau ibunya duduk, dan harus berjalan keluar terlebih dahulu.


"Sini biar sama nenek dulu, ibumu mau makan dulu, pasti sudah lapar." ucap Ibu mertua menunjukkan perhatiannya.


"Aaaaaa.. " Lea menolak di gendong neneknya.


"Biarkan saja Sindy yang menggendongnya bu, lagian Sindy juga belum terlalu lapar." jawab Sindy dan membawa Lea keluar.


"Begitu lah Lea, kalau bangun tidur pasti tidak mau di ambil siapapun selain ibunya." ucap Ibu mertuanya.


"Biarkan saja Lea dengan ibunya, mungkin Lea masih belum mood." ucap ayah mertuanya juga.


"Iya tidak apa bu, Sindy saja yang menghiburnya dulu, nanti kalau sudah bagus mood nya baru Sindy makan." jawab Sindy.


"Ya sudah bawa lah dulu Lea." ucap Ibu mertuanya.


"Ayo Lea kita keluar." Sindy membawa Lea di sekeliling rumah, dengan melihat peliharaan tetangganya yang berkeliaran di sekitar mereka.


"Anyam." Lea mengikuti ucapan Sindy.


"Ayam.. ayam." ucap Sindy lagi.


"Anyam." jawab Lea.


"Ayam." ulang Sindy lagi.


"Ayam." akhirnya Lea bisa menyebutkan ayam.


"Ayam. ayam." ucap Lea.


"Ee pintar nya anak mak, bisa sebut ayam. muach." Sindy memberikan ciuman pada ubun-ubun Lea.


Lea tersenyum karena setiap perkataan nya yang benar ibunya pasti memberikan hadiah ciuman kepada nya.


" A ayam. B bebek." pinta Sindy agar Lea mengikutinya lagi.

__ADS_1


"A ayam, bi bebet." ucap Lea.


"Bukan bebet sayang, bebek." ucap Sindy kepada Lea lagi.


"Bebet." Lea tetap saja menyebut bebet.


Sindy kembali membawa Lea masuk ke dalam rumah.


"Bu, Lea bisa bilang ayam, terus bebek jadi bebet." ucap Sindy kepada ibu mertuanya.


"Mana ayam lea?." tanya ibu mertuanya.


Tetapi Lea tidak memperdulikan neneknya ketika di tanya mana ayamnya.


"Nenek mana nenek?." tanya kakek nya, lalu Lea menunjuk ke arah ibu mertua Sindy.


"Pintar, sayang dulu." ucap Sindy ketika Lea benar menunjuk ke arah nenek nya.


"Kakek mana kakek." ucap Ibu mertua Sindy menyusul.


Lea juga menghampiri si kakek menjawab pertanyaan neneknya.


"Pintarnya anak mak dengan ayah ni." ucap Sindy lalu memberikan ciuman kembali pada pipi kanan dan pipi kiri, kening serta ubun-ubun nya.


"Pintar nanti Lea sekolah ni, apa yang di perintah kan Lea sudah mengerti hanya saja belum bisa kan nya sendiri." ucap ayah mertua Sindy.


"Aamiin ya nak, pintar-pintar nanti sekolahnya agar menjadi orang yang sukses dan bisa mengangkat derajat orang tua nak." jawab Sindy sambil mengelus ubun-ubunnya.


"Aamiin." jawab ayah mertuanya.


"Pintar nanti Lea, sini sayang nenek dulu." ucap Ibu mertua dan langsung menghampiri Sindy dan Lea, mencium pipi Lea sedikit kesar.


Batin Sindy, " Lah kok Ibu juga kasar sih ciumnya."


Sindy tidak suka melihat siapapun yang mencium Lea dengan kasar, karena dirinya sendiri tidak pernah begitu, ia selalu melakukan dengan lembut agar Lea merasa nyaman.


Berbeda dengan cara yang kasar, Lea pasti mengeluarkan suara karena tidak mau diperlakukan dengan kasar.


"Kamu makan dulu sin, sepertinya mood Lea sudah membaik, biar ibu jaga lea." ucap Ibu mertua Sindy.


"Iya bu." jawab Sindy

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2