My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 21


__ADS_3

Hari demi hari Lea selalu mencoba untuk berjalan, dan mengoceh ntah apa yang dikatakannya.


"Lea, sini dengan ayah." ucap jack dan menggendong Lea dan mengajaknya untuk keliling sebentar.


"Ayah." ucap Lea sehingga membuat jack sangat bahagia.


"Lea bilang ayah, em.. sayang Lea." sambil mencium Lea sebagai bentuk hadiah yang di berikan orang tuanya.


"Ayah." ucap Lea lagi.


"Coba bilang mak sayang. Mak!." pinta jack agar Lea mengatakannya.


"Ayah." ucap Lea lagi dengan mengatakan ayah kembali.


"Mak!." ucap jack sambil memandang Lea.


"Mak! coba bilang Mak!." pinta Sindy ketika mendengar ucapan Lea.


"Ayah." ucap Lea sambil melangkahkan kaki berjalan ke depan.


"Padahal mak yang melahirkannya, tapi ayah dulu yang di sebut." ucap Sindy sambil menepuk jidat nya.


"Soalnya huruf M itu jauh sayang. kalau A kan paling awal dan sangat mudah di ucap kan." jawab jack.


"Iya, jadi kesusahan Lea memanggilnya." Sindy menganggap mungkin itu hal biasa.


"Tidak masalah sayang, ada waktu nya nanti dia akan panggil mak kok." jawab jack.


"Iya sayang, tapi heran juga ya, padahal lebih sering dengan mak, tapi kenapa Lea bisa panggil ayah dulu ya." Sindy bingung mengapa begitu.


"Sudahlah jangan terlalu di ambil pusing." jawab jack.


Batin Sindy, " iri rasa nya, padahal ia lahir dari rahim ku tapi yang duluan di sebut ayahnya."


Setelah sekian lama Lea hanya memanggil ayah, yang di panggil setelah itu kakak yaitu najwa keponakan jack.


"Kakak coba bilang begitu Lea!." pinta najwa.


Awalnya Lea tidak merespon Najwa, tapi setelah beberapa kali meminta Lea menyebut nya, akhirnya Lea bisa mengatakan "Kakak".


" Kakak." ucap Najwa menghadap wajah Lea.

__ADS_1


"Kaka." jawab Lea.


"Yey.... Lea bilang kakak Nek." ucap Najwa sangat gembira karena ia di sebut dengan mudah.


"Coba lagi, mak." ucap Najwa mengajarkan kepada Lea.


Tetapi Lea tidak bisa mengatakan nya, ia hanya melihat Najwa bicara kepada nya.


"Kakak." Tiba-tiba Lea menyebut Najwa padahal Najwa tidak bicara kepada nya.


"Kok Lea bilang kaka dan ayah bisa. mak sayang!." pinta Sindy.


Tetapi sayang sekali ia tidak bisa mengatakannya, Lagi-lagi ia hanya memandang ke arah Sindy yang sedang bicara kepada nya.


"Babaci." ucap Lea dengan bahasa planet nya itu.


"Apa lagi artinya itu Lea, bahasa planet nya sudah keluar." ucap Sindy sambil tertawa dan di saat oleh Lea lagi.


"Babaci. Ayah." sambil memanggil ayahnya yang baru saja lewat di depannya.


"Babaci ayah apa artinya sayang?." tanya jack kembali.


"Maklum dia lagi belajar bicara, untung-untung ada yang bisa di ucapannya." saut mertua nya.


"Belajar jalan lagi sayang, biar tambah lancar jalannya." ucap jack meminta Lea agar pandai untuk bicara lagi.


Jack menggapai Lea dan menggiringnya nya untuk berjalan perlahan, Lea pun tersenyum ketika di ajak berjalan.


"Senang Lea Yang." ucap Sindy melihat Lea berjalan sambil tersenyum.


"Iya, senyum-senyum Lea jalan nya. Ayo semangat sayang." ucap jack.


Lea sangat asyik dan menikmati berjalan bersama dengan ayahnya.


"Eh,, sudah lancar ya jalan nya, apa karena ada ayahnya nih." ucap ayah mertua Sindy.


"Itu lah yah, mungkin karena dengan ayahnya Lea tambah semangat untuk coba berjalan." jawab Sindy.


"Anak pintar memang Lea nih, cepat proses nya dari tengkurap sampai berjalan pun cepat ia dapatkan." puji ayah mertuanya.


"Pintar sih, tapi kenapa agak sedikit cengeng ya." ucap Sindy.

__ADS_1


"Cengeng minta di manja tu." jawab Ayah mertua Sindy lagi.


"Mana anak ayah yang cengeng. mana? mak bilang Lea cengeng ya." ucap Jack kemudian.


"Ini dia yang cengeng." jawab Sindy sambil memegang tubuh Lea tetapi Lea menolak untuk di pegang karena ia sedang asyik belajar berjalan bersama ayahnya.


"Ih, mak nya di tolak Lea, oo jadi begitu ya, ada ayah Lea ngak mau dekat mak, nanti Lea mau nyusu sama siapa kalau mak di tolak." Sindy seolah bicara dengan Lea.


"Nyusu dengan mak. jangan marah ya mak." bujuk Lea tetapi ayahnya yang mengucapkannya.


"Sudah dulu jalan nya sayang, nanti capek." ucap Sindy.


"Mak bilang berhenti dulu sayang, lanjut nanti lagi ya sayang." ucap jack juga.


Tetapi Lea masih saja mencoba sendiri, karena jack pun sudah lelah, ia hanya melihat Lea berjalan.


Lea akhirnya terduduk karena menyadari ayah nya tidak lagi menggiringnya.


"Capek ya? Sini sayang istirahat dulu." pinta jack sambil mengulurkan tangannya.


Lea pun menghampiri ayahnya yang juga duduk sekitar 2 meter darinya.


"Pintar nya, sudah mengerti dengan apa yang kita katakan." ucap kakek Lea yang dari tadi memperhatikannya.


"Pintar anak ayah dengan mak nih." jawab jack.


"Sini sayang mak dulu sayang." ucap Sindy sambil menghampiri Lea dan mencium pipi kanan dan kiri nya lalu jidat dan ubun-ubun nya.


"Sini sayang ayah juga." jack juga mengikuti cara yang Sindy gunakan.


Lea tertawa karena senang mendapat hadiah manis dari ayah dan ibunya.


"Sayang Nenek, sayang Kakek Lea." ucap Sindy dan mengajaknya mengarah ke arah nenek dan kakek nya.


Ketika mendekat Lea pun di cium oleh kakek dan nenek nya secara bergantian. Untungnya Lea belum bisa menolak untuk di cium, kebanyakan anak kecil tidak suka ketika di cium.


"Untung belum mengerti, kalau sudah pasti tidak mau di cium." ucap jack sambil tertawa.


"Pukul ****** nya kalau ngak mau di cium." jawab Nenek nya sambil mencium kembali.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2