My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 150


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa jam, kemudian Jack datang dan mereka langsung pergi belanja.


Saat mereka akan pergi belanja, Tiba-tiba ada 2 orang gadis datang dan ingin memesan buket yang lumayan banyak pada hari itu juga.


"Kak mau beli buket." ucap pelanggan nya yang tiba-tiba datang.


"Sebentar, di lihat dulu ya!." jawab sindy.


"Sayang, tunggu sebentar ya." pinta sindy kepada Jack.


"Oke." jawab Jack santai sambil duduk di sepeda motor.


"Hanya ini ya kak?." tanya pelanggan nya.


melihat stock buket sindy yang hanya sedikit, ia akhir nya meminta sindy untuk membuat lagi di hari yang sama.


"iya. atau mau pesan yang berbeda?." tanya Sindy lagi.


"Iya kak. tapi yang harga Rp. 15.000 saja ya kak." pinta pelanggan sindy.


"Oh bisa-bisa. mau isian apa?." tanya sindy lagi.


"Terserah saja kak. pesan 12 buket ya kak." ucap pelanggan sindy yang memesan 12 buket.


"Dua belas?." tanya sindy sedikit kaget.


"Iya kak, nanti ambil nya bisa ngak kak?." jawab dan tanya pelanggan nya.


"Bisa , tapi Jam berapa ya?." ucap sindy memastikan.

__ADS_1


"Bisa nya jam berapa kak?." tanya pelanggan tersebut.


"Jam 5 sore saja ya ambil nya." pinta sindy takut tidak keburu kalau misalnya dia ambil lebih awal.


"Boleh kak." jawab pelanggan dengan cepat.


"Oke. untuk acara perpisahan ya?." tanya sondy karena melihat pelanggan nya jauh lebih muda dari nya.


"Iya kak." jawab pelanggan nya sambil berjalan.


"Memang nya kapan perpisahan nya?." tanya sindy kembali, karena penasaran dengan tanggal perpisahan sekolah mereka.


"Besok kak. hehe. Itu sebabnya saya minta sore ini buket nya kak." jawab pelanggan nya.


"Oh besok, pantes saja. Oke lah nanti jam 5 ya ambil nya." ucap sindy.


"Iya kak."


"Ayo sayang, berangkat." ucap sindy dan langsung duduk di sepeda motor mereka.


"Oke. Mereka pesan apa?." tanya Jack juga penasaran dengan percakapan mereka di dalam kios.


"Tadi itu dia mau pesan buket, 12 buket loh. tapi salah dengar ngak ya, 12 loh, jadi harus nambah belanjaan lagi ini." jawab sindy.


"Hm benar ngak tuh 12, Jangan-jangan salah dengar kali kamu." ucap Jack meragukan sindy.


"Perasaan sih benar tadi dia bilang dua belas, tapi kalau salah juga ngak apa lah, jadikan stock ready saja." jawab sindy santai.


Ia sama sekali tidak takut kalau pesanan yang dua belas buket itu salah. Karena yang di pesan juga tidak terlalu besar modal nya.

__ADS_1


"Ah kamu sayang, tadi ada minta nomor telpon nya tidak? Biar gampang memastikan nya, mau pesan dua belas atau dua saja." ucap Jack masih meragukan pendengaran sindy.


"Ngak ada. tidak apa kok, dia pesan yang snack jajanan biasa kok, bukan yang mahal-mahal. Jadi masih aman." jawab sindy tenang.


Sesampainya di toko, sindy dengan cepat mengambil snack yang menurut nya bagus untuk di jadikan buket.


"Oke, ini cukup. nanti kalau kurang baru tambah lagi." ucap sindy sendirian dan lbgsung menuju kasir.


Setelah selesai belanja, sindy dan Jack tidak membuang waktu untuk berlama-lama, sesampainya di rumah, sindy langsung


menyiapkan perlengkapan untuk membuat buket.


Awal nya ia hanya sendiri merangkai isian nya, sampai mencapai dua belas buket.


Kemudian najwa keluar kamar melihat di ruang tamu sindy sedang sibuk dengan perbukitan dan sindy tidak sempat untuk makan siang.


"Itu pesanan nya maklong?." tanya najwa.


"Iya, kalau kamu ngak sibuk, bantuin maklong lah ya." jawab sindy menawarkan, padahal jika sendiri ia pun bisa.


"Iya maklong, hari ini najwa ngak sibuk, dan ngak mau ngerjakan tugas dulu." ucap Najwa.


"Oke deh, bantuin maklong saja." jawab sindy sambil merangkainya.


"Iya".


Entah kenapa hari itu najwa sangat bersemangat untuk membantu sindy, padahal sebelum-sebelum nya ia selalu di kamar dengan tugas nya, keluar ngak keluar hanya di waktu ingin mandi, ke toilet dan makan.


Hari itu sindy di bantu oleh najwa dalam menyelesaikan perbuketannya, jika tidak di bantu, mungkin ia akan lebih lama menyelesaikan nya sendirian.

__ADS_1


__ADS_2