My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 92


__ADS_3

Sesampainya mereka di rumah, orang pertama yang nenyambut mereka di depan pintu, adalah ibu mertua nya.


Ia sangat khawatir dengan cucu nya dengan cuaca yang seperti itu.


Sampai di rumah saja masih dalam keadaan hujan meskipun tidak deras.


"Akhirnya pulang juga." ucap mertuanya.


"Kalian ini, hujan-hujan masih saja keluar, kasian itu Lea kena hujan." ucap ayah mertuanya.


"Iya ayah. maaf, kami juga tidak tahu kalau akan hujan seperti ini." jawab Jack kepada ayah nya.


"Anak masih kecil, jangan lah di bawa pergi sampai larut begini. Apa lagi kalau sudah masuk waktu maghrib." ucap ayah Jack lagi.

__ADS_1


"Iya ayah, tadi juga karena hujan ngak bisa di paksa untuk pulang." saut Jack lagi.


Sindy yang mendengar perkataan ayah mertuanya semakin tidak enak untuk keluar lagi.


Sindy masuk ke kamar untuk menganti pakaiannya, dan juga menghindari pertayaan dari mertuanya.


Saat Jack masuk ke kamar juga, Sindy bicara tentang ayah dan ibu nya.


"Ya kan kita juga ngak tahu bakal hujan begini sayang, kalau tahu , ya ngak mungkin juga kita mau keluar di jam sore." jawab Jack.


"Coba saja kita tinggal di rumah sendiri, kan ngak ada yang ngelarang, mau kita keluar sampai subuh juga ngak ada yang marah." Sindy mulai baper jika mendengar ocehan mertua nya.


"Hm mulai lagi deh kamu bahas nya ke situ." Jack merasa jengkel dengan Sindy yang senang menghubungkan sesuatu dengan ingin punya rumah.

__ADS_1


"Ya memang kenyataannya kan? jujur nih ya, kalau selalu begini, apa yang kita lakukan, ada saja yang salah, itu menyangkut dengan kenyamanan ku sebagai anggota baru di sini!. kamu sih enak, anak kandung dan punya hak segala nya di sini. Jika kamu berada di posisiku. Aku yakin kamu pun juga tidak akan betah." ucap Sindy kesal.


"Aku bukan nya tidak mau punya rumah sendiri, tapi kalau kita kontrak, apa gaji ku cukup untuk memberi mu dan Lea makan. dan pastinya aku belum bisa memenuhi kebutuhan pribadi mu." Jack menyampaikan unek-unek yang ada dalam pikirannya..


"Ya biar kita makan apa ada nya lah, yang penting hati senang dan tidak ada beban pikiran yang lainnya." Sindy masih menjawab dengan santai nya tanpa memikirkan apa yang Jack pikirkan.


"Sayang, hidup di kota dan mengontrak itu tidak mudah. Keperluan sehari-hari, dan bahan pangan yang sangat mahal, sedangkan gaji ku kecil, nanti habis untuk bayar kontrak saja, makan nya tidak ada. memang nya kamu mau?." Jack bertanya dengan kesiapan Sindy.


"Ya kan kita ngak tahu rezeki kita setelah mengontrak nanti, mana tahu nanti akan di angkat derajat kita." jawab Sindy.


"Ya kalau begitu, kita kan harus memikirkan resiko nya juga. Lea nanti ngak sesuai dengan tempatnya. sudah lah sayang. lupakan saja keinginan mu. Jika sudah punya rezeki lebih baru kita tinggal di rumah sendiri." rayu Jack.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2