
"Hm, ujung-ujung nya bahas nya tentang rumah lagi. Jangan suka membahas hal yang kecil begini sayang, jangan suka membesar-besar kan masalah." ucap Jack.
"Siapa yang yang membesarkan masalah. tapi emang benar sih, setiap masalah pasti akan menjadi besar, ya dari masalah kecil juga kan." jawab Sindy.
"Iya, makanya jangan terlalu di ambil hati, kalau kamu tidak membesarkan masalah ini ya tidak akan terasa sakit di kamu nya." ucap Jack.
"Iya, tidak di bahas lagi. Tapi kalau ada rezeki nya kita harus pindah dari sini." jawab Sindy dengan tegas.
"Susah banget kamu mau ngerti." Jack semakin kesal.
"Kamu yang ngak mau ngerti bagaimana perasaan ku, coba saja kamu yang tinggal di rumah ibu ku, aku ngak yakin kamu mampu. Kalau kamu mau kita tinggal deh di rumah ibu ku dalam waktu 1 bulan saja. aku penasaran bagaimana perasaannya mu, jika biasa saja aku akan tetap tinggal di sini sesuai keinginan mu, tapi kalau sebaliknya, berarti kita harus pindah dari sini." pinta Sindy.
Tetapi Jack tidak mengikuti keinginan Sindy karena ia merasa tidak bebas di rumah mertuanya.
Jack sangat mengerti rasa nya tinggal di rumah ibu mertua tetapi ia berpikir kalau Sindy tetap baik-baik saja berada di dekat orang tuanya.
"Sudah lah, jangan bahas lagi itu ya, aku minta maaf." pinta Jack, demi tetap tinggal di rumah orang tuanya, ia rela mengalah ketika berdebat dengan Jack..
__ADS_1
Tetapi Sindy hanya terdiam mendengar apa yang dikatakan Jack, bahkan ia tidak merespon Jack yang meminta maaf kepada nya.
Jack memandang wajah Sindy yang terlihat sangat kesal kepada nya, tetapi Sindy tetap melayani Jack, dari pakaian, makanan dan yang lain nya.
Jack pergi menjauh setelah berdebat dengan Sindy tanpa pamit kepada Sindy.
"Uuuaaa." Tiba-tiba Lea menangis karena melihat ayahnya pergi.
Sindy menghanpiri Lea yang menangis, mendengar suara motor, ia tahu kalau Lea menangis karena ayah nya pergi.
"Kenapa sayang?." tanya Sindy kepada Lea.
"Iya, nanti ayah pulang kok, ayah hanya pergi sebentar sayang." Sindy memberi pengertian kepada Lea.
"Ayah. iya itut mak." ucap Lea dengan bicara yang masih kurang fasih.
"Iya nanti kalau ayah pulang, Lea ikut ya. jadi sekarang jangan nangis ya." pinta Sindy.
__ADS_1
Tetapi Lea tetap menangis karena ayahnya pergi begitu saja, tanpa membawa nya untuk ikut bersama ayahnya.
"Kita nyamen saja ya sayang, bentar lagi juga ayah pulang kok." ucap Sindy lagi.
Tanpa menjawab, lea akhirnya mau menyusu kepada ibunya dan melupakan ayahnya yang pergi meninggalkannya.
Setelah selesai menyusu lea main dengan beberapa mainan yang ada di depan nya.
Sindy meninggalkan lea sendirian, sedangkan ia ke dapur untuk makan, setelah melampiaskan kekesalannya kepada Jack, perut nya menjadi lapar.
Kemudian datanglah ibu mertuanya dan melihat lea hanya sendirian.
"Kemana ibunya nih. Kok lea di tinggal sendirian." ucap Ibu mertua yang terlalu blak-blakan.
"Di dapur bu, mau ambil makanan, bentar lagi ke depan." jawab Sindy sedikit sedih.
Seolah-olah Sindy sengaja meninggalkan lea sendirian.
__ADS_1
Bukan hanya sedih yang di sebabkan oleh jawaban Jack kepada nya, namun ucapan mertua yang kadang membuat nya sakit.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰