My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 33


__ADS_3

Pada saat malam hari, jack sangat bosan karena ia tidak punya teman ngobrol laki-laki. Ayah mertuanya yang super cuek dan hanya sibuk keluar tidak mau ngobrol lama dengan menantunya, padahal ia tahu kalau jack hanya 1 malam saja di rumah.


Jack hanya memainkan HP nya sendiri di ruang tamu sambil menikmati segelas kopi dan snack ringan.


"Sayang, besok berangkat kerja jam berapa?." tanya Sindy ketika menghampiei jack yang sedang sendiri di ruang tamu, sedang kan lea sedang bersama nenek dan bibi nya.


"Habis shalat subuh sayang, biar lebih awal sampai sana." jawab jack sambil menatap HP.


"Oke sayang. Aku ke Lea dulu ya." ucap Sindy lalu meninggalkan jack di ruang tamu itu.


"Iya."


Batin jack, " Rasa nya aku ingin ngopi di luar, tapi sama siapa ya pergi nya, aku ngak ada temen di sini.


Antara lelah dan tidak, jack rasanya ingin keluar menikmati udara segar di malam hari dan terlintas di pikirannya bahwa mungkin seperti ini yang di rasakan Sindy ketika duduk dan diam di rumah saja


Batin Jack lagi, " Ah sudahlah, mau keluar kemana juga, aku juga tidak tahu di mana tempat nongkrong di sini, mungkin lebih baik aku temani Sindy dan Lea saja di sini."


Kemudian jack menghampiri ibu mertuanya, adik ipar nya serta Sindy istrinya dan duduk berdampingan dengan istrinya.


"Lagi apa Lea tu?." tanya Jack yang baru menghampiri mereka.


"Nih sibuk mainkan hp." jawab Sindy.


"Hp siapa?." tanya Jack penasaran karena ia lihat lea tidak memegang hp Sindy.


" hp ibu sayang, lihat lah seperti sudah mengerti apa yang di tekan nya, padahal asal-asalan." ucap Sindy kepada Jack.

__ADS_1


"Biar kan, nanti kalau rusak, bilang ayah nya lea tu, lihat lah lea kirim SMS ke siapa tu kak?." saut Dinda yang juga menyaksikan tingkah lea di dekatnya.


"Ya Allah Lea, kenapa kirim SMS juga, nanti habis pulsa nenek ya." ucap Sindy kepada Lea.


"Ngak apa habis, kan ada mak nya yang ganti pulsa nenek." jawab Ibu Sindy menyusul.


"Habis lah, mak nya juga yang ganti." Sindy menepuk kening nya.


"Anggap saja sedekah mak, gitu Lea bilang Mak kamu." saut Dinda lagi.


"Sedekah darurat atau sedekah di paksa namanya. dapat ngak tu pahala nya tu." jawab Sindy.


"Kalau ngak ikhlas gimana mau dapat pahala nya sayang, makanya harus di ikhlaskan." jawab Jack juga yang dari tadi mendengar pembicaraan 2 beradik itu.


Sambil melihat raut wajah Sindy, meskipun di rumah ibu nya tidak ada cemilan atau kue, tampak sekali kegembiraan dari wajah Sindy.


"Lea belum mau tidur ya. Ini sudah jam berapa Nak, jangan tidur larut malam." ucap Ibu Sindy kepada cucunya.


"Kadang awal kadang tidak bu tidur nya. Tadi kan Lea tidur siang juga, jadi malam nya pasti larut baru tidur bu." jawab Sindy.


"Kenapa begitu sayang, tidur saja ya, besok baru main lagi." ucap nenek nya.


Tiba-tiba Lea menjawab nenek nya dengan spontan.


"Ndak." yang artinya tidak mau tidur.


"Ntak." kemudian Lea berkata lagi sambil menunjukkan snack yang di belikan Ibu nya waktu berhenti makan sate tadi.

__ADS_1


"Apa sayang? minta ya?." tanya jack.


"Mau minta apa Lea sayang?." tanya jack kepada Sindy.


"Ini ya Nak? Lea mau ini ya?." tanya Sindy kembali.


"Ntak." sambil mengangguk Lea mengingin kan snack yang di pegang ibunya.


"Oh mau minta snack nya. Makan lah Nak." ucap Sindy.


Setelah di berikan Sindy, Lea langsung mengunyah snack itu.


"Sayang, sekarang rapikan kembali kasur tidur nya, sebentar lagi Lea pasti rewel mau tidur, dan juga siap kan untuk sikat giginya." pinta jack agar Lea tidak cerewet jika sudah sikat gigi.


"Sebentar sayang, Satu-satu dong, kan aku cuma punya 2 tangan. bagaimana bisa mengerjakan 2 pekerjaan sekaligus." ucap Sindy dengan nada sedikit tinggi, karena ia lelah.


"Lah kok kamu begitu jawab nya sayang?." tanya jack sedikit emosi dan untungnya ibu mertua jack sudah pergi ke dapur lagi.


"Lagian kamu sih Yang, aku loh capek kamu minta nya di kerjain semua." Sindy salah pengertian dan sering baper.


"Bukan begitu sayang, maksud nya tadi bukan harus di kerjakan semuanya sekaligus, tapi maksudnya setelah mengerjakan yangpertama, baru yang kedua. Begitu sayang. " Jelas jack kepada Sindy.


"Makanya kamu kalau ngomong itu yang benar -benar sayang."


"Iya iya maaf."


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2