My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 82


__ADS_3

Setelah Sindy memberikan upah atas kerja nya dan Najwa, mereka semakin bersemangat untuk meningkatkan promosinya baik secara langsung maupun tidak langsung.


Bulan ke bulan penghasilannya semakin meningkat, orderan semakin bertambah, akhirnya Sindy bisa mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk mewujudkan impiannya dengan mempunyai rumah pribadi.


"Maklong, kalau misalnya nanti keuntungan bulan depan makngah mau gunakan sebagai modal dulu tidak apa kok." ucap Najwa karena ia tahu modal mereka masih kurang jika untuk membeli bahan dan barang yang lebih berkualitas.


"Emang kamu tidak mau gunakan untuk pribadi?." tanya Sindy.


"Sementara tidak maklong, kalau maklong membutuhkan ya gunakan saja." jawab Najwa mengizinkan.


"Iya, kalau maklong kurang modal baru di gunakan." meskipun Sindy berkata seperti itu, tetapi ia memang tidak akan menggunakannya untuk modal, ia akan selalu memberikan kepada Najwa setiap bulan, agar Najwa semakin semangat untuk membantunya mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi.


"Oke, nanti kalau Najwa perlu baru Najwa minta kepada maklong ya." ucap Najwa.


"Iya." Sindy tetap mengiyakan, tetapi ia akan menyimpannya saja, jika sewaktu-waktu Najwa perlu, uang nya tetap ada tidak berkurang sedikit pun.


"Sudah berapa banyak orderan kalian bulan ini." tanya Ibu mertuanya yang selalu ingin tahu tentang apa yang mereka kerjakan.


"Alhamdulillah bu, lumayan meningkat dari bulan lalu, semoga selalu seperti ini." harapan sindy.


"Syukurilah, iya semoga selalu meningkat." ucap Mertuanya.

__ADS_1


"Maklong, bisa tidak bikin sekarang, katanya jam 8 nanti mau di ambil ke rumah." Najwa memberitahu bahwa ada orderan lagi.


Sindy tidak sempat mengecek pesan di akun FB nya, karena ia terlalu sibuk mengawasi Lea yang semakin hari semakin aktif.


"Bisa bisa." Sindy Selalu menyanggupi setiap orderan yang datang.


"Sayang, tolong awasi lea ya, mendadak ada orderan buket sayang, 1 jam lagi akan di ambil ke sini." pinta Sindy agar jack mau bekerja sama dengan nya.


"Iya, aku awasi kok, kalian bikin saja buket nya." jawab Jack.


Ketika Sindy dan Najwa sedang asyik membuat buket nya, Tiba-tiba lea datang menghampiri mereka dengan mengambil salah satu alat untuk membuat buket.


Dan di larikan ke ruang tamu, untuk di jadikan mainan.


"ih kok ngak ada suara ayah nya lea." ucap Sindy di depan Najwa.


"Jangan-jangan paklong tidur tuh." duga Najwa .


Setelah di dekati, ternyata jack benar-benar tidur setelah seharian bekerja.


"Yah, benar Najwa, pantes yang di asuh ke sana kemari, ternyata yang mengasuh tertidur lelap." ucap Sindy setelah menyaksikan secara dekat.

__ADS_1


"Ah payah paklong." ucap Najwa sambil menepuk keningnya.


"Sayang, bangun dulu, tolong lea di awasi, jangan sambil baring dong." pinta Sindy ketika menggerakkan tubuh jack yang masih dalam keadaan tidur.


"Aaaa apa?." jawab nya setengah sadar.


"Itu lea di perhatikan dulu, ini buket nya belum selesai loh." ucap Sindy lagi dengan tegas.


"Oh iya sayang, maaf aku terlelap, ngantuk banget soalnya." jawab Jack.


"Iya, sama kok. kita juga ngantuk sayang." ucap Sindy sambil melanjutkan pekerjaan nya yang terhenti.


"Ada apa? belum selesai ya." tanya mertuanya ketika mendekatinya.


"Belum bu, sedikit lagi ini." jawab Sindy


"Hm ayah nya tidur, anak nya ganggu ke mana-mana. Sini lea sama Nenek." pinta mertuanya agar lea mau bersama dengan nya.


"Ndak." jawab Lea.


"Eh ndak katanya, luar biasa ya lea." saut Najwa.

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2