My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 106


__ADS_3

Setelah selesai mengantar semua orderan, najwa langsung masuk ke kamar nya kembali dan melanjutkan tugas nya.


"Untung saja najwa ngak kehujanan di jalan, aku ngak mau dia sakit kalau kehujanan." ucap Sindy ketika melihat najwa sudah berada di area rumah.


"Sudah sampai ya Najwa? mana angin kuat banget ini. Sebentar lagi hujan nih, gelap, angin, menakutkan." ucap Ibu mertua nya.


"Sudah bu, ada di kamar sekarang. Ia seperti nya memang mau hujan ini bu. kita yang di rumah saja rasa nya takut banget angin kencang seperti ini, apa lagi orang yang di luar sekarang ya." ucap Sindy merasa ngeri dengan kondisi daan itu.


"Mana lea?." tanya Ibu mertua nya.


"Ada di kamar bu, sedang main." jawab Sindy.


Kemudian Ibu mertua nya menghampiri lea dan melihat kamar Sindy berserakan karena mainan lea.

__ADS_1


"Ya ampun, berantakan sekali kamar, habis semua mainan di keluarkannya." ucap Ibu mertua nya yang sangat risih melihat mainan memenuhi kamar Sindy.


"Tidak apa bu, asal ngak di bawa nya ke luar, kalau di bawa nya keluar kamar, nanti Ibu tambah pusing melihat nya." jawab Sindy blak-blakan.


"Iya sih, risih aku melihat nya yang berserakan seperti itu." ucap Ibu mertua nya.


Sindy sangat memahami, selama ia tinggal di rumah mertua nya, semua mainan lea ia pindahkan ke dalam kamar nya, agar lea tidak main di ruang tamu, ruang tengah, mau pun ruang lainnya yang merusak pandangan mertua Sindy.


"Itu sebab nya lea main di kamar bu, biar ngak berantakan di luar." jawab Sindy.


Ibu mertua nya terdiam mendengar perkataan Sindy, semua yang di katakan ibu mertua nya kepada sindy karena ia terbiasa rapi di rumah nya, sekali ada anak kecil yang senang berantakin barang, langsung merasa risih melihat mainan di mana-mana.


Sedangkan si cucu ngak suka mainan nya di kemas sebelum ia puas memainkan nya.

__ADS_1


Sindy mencoba mengadh kepada Jack kembali tentang mainan lea.


"Sayang, heran deh sama ibu, padahal nih ya, Lea main nya di kamar saja, tapi ketika ibu lihat mainan Lea berantakan, ia juga merasa risih. Serba salah deh aku Yang, aku orang asing di sini, hanya numpang tidur, makan aja di sini, tapi anak malah berantakin mainan di rumah ibu." Adu Sindy kepada Jack.


"Hm ibu memang begitu sayang, ia memang ngak suka yang berantakan begitu. Dari dulu memang begitu, kami juga selalu di ajarkan begitu kok, bahkan di suruh cuci piring juga pernah, dia ngak suka melihat piring kotor, atau apa saya yang berserakan di lantai." jawab Jack.


"Enak nya tu main di rumah sendiri sayang, ngak mungkin ada yang marah. Kira-kira kapan kita bisa tinggal di rumah sendiri sayang?." Kali ini Sindy mencoba memancing Jack dengan membahas soal rumah lagi.


"Iya memang enak, enak juga uang nya, belum bayar kontrakan, belum makan sehari-hari, belum lagi jajan Lea. Sedangkan aku kerja juga penghasilan tak seberapa. Bagaimana bisa kamu meminta rumah sendiri sayang." jawab Jack.


"Ya kan kita tidak tahu rezeki nanti ketika kita mengontrak sayang. Pasti ada jalannya kok." ucap Sindy dengan lembut.


"Iya benar itu, mau pindah?." tanya Jack dengan tatapan tak biasa.

__ADS_1


Membuat Sindy merasa takut dan tidak berani berkata-kata lagi.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2