
Setelah selesai mandi, Sindy melanjutkan buket yang di minta oleh Najwa yang belum selesai.
"Belum selesai lagi?." Tiba-tiba ibu mertua nya datang dan mengira mereka belum juga selesai membuat satu buket.
"Sedikit lagi bu, ini juga mau selesai kok." jawab Sindy yang sedang menyelesaikan buatan Najwa.
"Baru selesai satu ya?." tanya ibu mertua nya lagi.
"Tidak bu, ini yang ke empat." jawab Sindy dengan nada lembut dan sedikit jengkel.
"Ih kewer banget, banyak tanya, susah memang kalau tinggal di rumah orang nih, apa yang kita lakukan pasti di ambil tahu, kepo juga." batin Sindy mengkesal.
Setelah itu ibu mertua nya pergi meninggalkan Sindy sambil mengajak Lea ikut dengan nya.
"Ikut nenek yuk Lea!." ajak ibu mertuanya.
"Ambek. ambek." ucap Lea meminta nenek nya untuk menggendong diri nya.
"Apa? ambek apa?." tanya ibu mertua nya bingung.
Saat itu ibu mertua nya belum mengerti dengan perkataan Lea yang masih belajar bicara.
"Lea minta gendong tu bu, dia bilang ambil dirinya." ucap Sindy mengatakan maksud dari ucapan Lea.
__ADS_1
"Oh minta gendong, kirain minta di ambilin apa gitu." jawab ibu mertua Sindy.
"Payah nenek nih, itu pun tak paham." ucap Najwa berlagak seperti nada bicara orang malaysia.
"Tak paham tak paham. seperti upin dan ipin saja kamu bicara nya Naj." jawab Nenek nya.
"iiik ipin." saut Lea mendengar nenek nya bilang upin dan ipin.
"Satu lagi, ipin bilang nya kok iik ipin." ucap Nenek nya sambil tersenyum.
"Lea pakai sendal saja ya!." pinta Nenek nya.
"Ndak, ndak ndak." jawab Lea sambil menggelengkan kepala nya.
"Sudah lah bu, lepaskan saja lea, biar kan dia jalan sendiri." Saut Sindy ketika keluar dari kios.
"Kamu sudah selesai ya Sin?." tanya ibu mertua nya karena melihat Sindy keluar dari kios.
"Iya sudah selesai bu." jawab Sindy kepada mertua nya.
"Nih ambil Lea, sakit sekali tangan ku." ucap Ibu mertua nya lagi.
Sindy bergegas mengambil Lea dari gendongan nenek nya dan membawanya masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
***
Keesokan harinya, ibu mertua nya dan Najwa akan pergi mengunjungi rumah kakak nya, dan kebetulan suasana saat itu dalam rangka lebaran.
"Maklong, besok kami mau ke rumah nenek ngah." ucap Najwa memberitahu Sindy.
"Oh ya?." Sindy awalnya tidak percaya, karena setiap kali berencana pergi, ibu mertua nya selalu gagal.
"Iya, kok maklong begitu?." tanya Najwa heran melihat ekspresi Sindy.
"Kenapa?." tanya Sindy.
"Kok maklong seperti ngak percaya gitu." tanya Najwa kembali.
"Emang ngak percaya, seperti biasa kok, kan selalu gagal." jawab Sindy.
"Eh maklong nih, kali ini pasti pergi, karena ada ponakan nya nenek datang juga." ucap Najwa.
"Oh pantes aja nenek mu langsung cuci pakaian yang mau ia bawa. ternyata memang mau pergi." jawab Sindy.
"Iya dong, nanti kamu masak telur juga ngak masalah untuk ayah mu." saut ibu nertua nya dan berpesan untuk masak lauk untuk suaminya.
"Oke oke siap, ntar kalau ada ikan yang seger, nanti masak ikan saja." jawab Sindy.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰