My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 16


__ADS_3

Sindy datang menghampiri ayahnya dengan membawa makanan Lea di hadapan ayahnya.


"Cucu kakek mau makan ya." ucap Ayah Sindy.


"Iya kek, Lea mau makan dulu." Sambil menggapai Lea dari ayahnya, begitu pun ayahnya yang langsung menyerahkan Lea kepada Sindy.


Belum lama Sindy memegang Lea, tiba-tiba Lea menangis tetapi tidak mengeluarkan air mata.


"Uuu... aaaa... aaa... " Lea seperti menangis dengan mata di kecilkan sedikit tetapi ia tidak meneteskan air mata.


"Ee.eee Lea nangis ya, tapi kok ngak ada air matanya. Bohong ya sama mak." ucap Sindy dan langsung mengambil HP nya untuk merekam kejadian ini.


"Ayah, lihat Lea sedang sedih, tapi air mana nya tidak ada nih ayah." ucap Sindy sambil merekam Lea yang berpura-pura menangis.


"Lea rindu ayah ya? nanti ayah pulang kok, Lea jangan nangis ya." ucap Sindy lagi dalam rekaman itu.


"Bu, Lea sudah pandai nangis bohongan nih bu." ucap Sindy ketika mengakhiri rekamannya.


"Maksudnya?." tanya Ibunya bingung dan langsung mendekati Lea dan Sindy, Sindy sambil menyuapkan makanan kepada Lea.


"aaduu... du... duuduu... pandai nya Lea nangis bohongan, Jangan-jangan nanti sudah besar jadi artis nih, pandai akting begitu." ucap Ibunya yang juga menyaksikan.


"Kalau jadi artis ngak papa, yang penting hasil nya halal. Ee... belum juga besar sudah bicara soal hasil emak nya." ucap Sindy.


"Ngak ada salahnya, kita tidak tahu rezeki yang akan kita dapat dari mana saja nantinya." jawab Ibunya.


Sindy terus memberi suapan kepada Lea, untung nya ia tidak menolak, dan mau makan apa saja.


"Alhamdulillah lahap sekali Lea makannya, anak pinter." ucap Sindy sambil nengecup pipi kanan, pipi kiri dan ubun-ubun Lea.


***


Pada sore hari, jack pun datang ke rumah mertuanya dan di sambut oleh Sindy.


"Assalamualaikum." ucap jack ketika baru sampai rumah.


"Waalaikum salam." jawab ayah Sindy, ibu sindi, Sindy dan juga Dinda.


"Itu sayang, ayah nya sudah sampai." ucap Nenek Lea.


"Makan ya Lea nya?." tanya jack dan langsung masuk untuk bersalaman kepada ibu dan ayah mertuanya.


Setelah jack bersalaman ia langsung menggendong Lea karena sangat rindu karena sudah lama tidak memandang wajah anaknya.

__ADS_1


"Sudah pandai pura-pura nangis tu sayang, coba deh buka video yang aku kirim tadi!." ucap Sindy kepada jack.


"aaa pura-pura?." tanya jack bingung karena Lea masih sangat kecil.


"Iya, lihat saja nanti video nya." jawab Sindy.


"Sayang sudah makan apa belum?." tanya Sindy.


"Belum, nanti la makan nya, aku mau main sama Lea dulu, rindu sekali sayang." jawab Jack masih asyik mengajak Lea bercandanya


Karena sudah saat nya makan malam, Sindy dan ibunya menyiapkan hidangannya sambil menunggu jack kangen-kangenan dengan putrinya.


15 menit kemudian, hidangan telah selesai mereka siapkan, dan mengajak semua orang makan bersama.


"Ayah, makanan sudah siap, makan dulu yuk!." ajak Sindy.


"Dinda. makan dulu yuk!." panggil ibunya.


"Sayang, ayo makan dulu, itu bareng ayah. Biar Sindy jaga Lea dulu." ucap Sindy.


"Baiklah sayang." jack segera berjalan menuju ruang makan dan duduk bersama ayah dan ibu mertuanya.


"makan dulu jack!." ajak ayah mertuanya yang sudah ada di ruang makan.


"Iya ayah." jawab jack dan langsung duduk.


***


Keesokan harinya, tibalah saat yang sangat Sindy nanti kan, yaitu liburan ke pantai bersama keluarga kecilnya dengan membawa bekal makanan untuk mereka bertiga.


"Akhirnya kita sampai sayang. Welcome to the beach." ucap Sindy sangat gembira.


"Nih, sudah sampai tempat yang di idam-idamkan mak mu nak." ucap jack sedikit mengejek istrinya.


"Iya lah, istrimu ini sangat membutuhkan yang namanya refreshing, kalau cuma di rumah saja bisa-bisa otaknya buntu, ntar ngak bisa mikir, ngak ada wawasan yang lain selain sapu, pel dan penggosong piring saja." ucap Sindy menyindir dan memberi kode bahwa ia perlu refreshing sebanyak mungkin.


"Kok gitu ngomong nya." tanya jack bingung karena ia berhari bekerja tidak pernah melihat seharian istrinya ngapain di rumah.


"Ya memang fakta nya begitu sayang, selama ini aku tahu nya hanya sapu, pel dan penggosok piring, cobalah setiap weekend kita tu holiday, dan memang itu yang ku butuhkan, aku ngak perlu beli barang mewah, aku hanya ingin otak ku fresh." jawab Sindy.


"Iya iya. maaf." ucap jack menjadi tidak enak.


"Ya sudah jangan di bahas dulu, kita ke sini untuk liburan bukan untuk berdebat." ucap Sindy.

__ADS_1


"Sekarang kita mau duduk di mana nih?." tanya jack sambil mencari tempat yang tidak panas untuk berteduh.


"Sepertinya di warung ujung itu kosong sayang, kita ke sana saja, kan tidak panas. Di tempat lain sudah penuh, banyak pengunjung wisata hari ini." ucap Sindy.


"Iya deh, sepertinya lebih baik di sana." sambil menunjukkan tempat yang sama untuk berteduh.


Jack langsung parkir di samping warung tersebut dan masuk ke dalam, kebetulan yang punya warung tersebut ibu-ibu dan cuma sendiri saja.


"Permisi bu, boleh kami duduk di sini bu." tanya jack.


"O boleh Nak, silahkan." jawab Nenek yang punya warung tersebut.


Jack merasa tidak enak kalau hanya sekedar duduk tanpa memesan apapun, meskipun mereka bekal makanan.


"Sayang mau pesan es tidak?." tanya jack.


"Boleh sayang, aku mau pesan es kelapa sayang, biar segar." jawab Sindy.


"Baiklah." jack menuju nenek tersebut.


"Nek, pesan air kelapanya 2 ya Nek, terus mineral nya 1 ya." ucap Jack sambil tersenyum kepada nenek tersebut.


"Iya nak, tunggu sebentar ya Nak, nenek siapkan." ucap Nenek sambil mengambil kelapa dan pisau besar khusus untuk kelapa.


"Alhamdulillah Nak, kalian adalah pelanggan pertama Nenek hari ini." ucap nenek tersebut sambil mengupas kelapa nya.


"Oya ? belum ada yang ke sini ya Nek?." tanya Sindy


"Iya, baru kalian saja yang mampir ke sini." jawab Neneknya.


"Padahal hari ini lumayan ramai yang ke pantai tapi sebelah sana sih yang penuh." ucap Sindy lagi.


"Iya, maklum lah, warung Nenek jauh dari hiburan pantai, pemandangan nya juga tertutup batu besar." jawab nenek sambil mengantarkan minuman kepada Sindy dan jack.


"Semoga nanti ramai yang mampir ke sini bu, soalnya sekarang masih pagi juga, biasa sore yang lebih ramai anak muda nya Nek." ucap jack lagi.


"Aamiin, semoga ada rezekinya nanti Nak." jawab Nenek.


"Nek boleh kami makan di sini nek, kami bawa bekal." izin jack kepada Nenek.


"O iya boleh Nak, silahkan." ucap Nenek tersenyum tidak keberatan.


"Terimakasih Nek." ucap Sindy dan Jack.

__ADS_1


Mereka pun makan terlebih dahulu, sebelum pergi jalan di tepian pantai. Setelah selesai makan barulah mereka mengabadikan moment di pantai tersebut.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2