
Sesampainya Sindy dan Dinda di rumah, Sindy langsung menidurkan Lea kembali, karena saat itu Lea masih harus tidur sehari 2 kali.
"Ala tayang, cari mak ya. Ngantuk ya?." ucap Sindy ketika sampai dan baru di muka pintu.
"Pintar Lea, lupa dengan mak nya." jawab Nenek Lea.
"Soalnya ngak ada lihat mak nya dari tadi, tambah lagi belum bisa bicara, jadi terkesan lupa." jawab Sindy sambil tertawa.
"Sini Nak, pasti ngantuk ya! Bu tolong belanjaan simpan di kulkas aja dulu bu. Sindy mau menidurkan Lea dulu nih." pinta Sindy kepada ibu nya.
"Iya iya, tidurkan cepat, kasihan sudah ngantuk dari tadi." jawab Ibu nya sambil membawa belanjaan nya dan di bantu oleh Dinda.
"Din, Es punya ku simpan di kulkas dulu ya. Nanti bangun Lea baru aku minum." pinta Sindy lagi kepada Dinda.
"Iya iya." Dinda mengikuti permintaan Sindy dan tidak menbantah.
"Kalian beli apa memangnya?." tanya ibunya karena merasa tidak ada pesan minuman.
"Beli SarCangJo bu, kata kakak enak, kita coba ya." ucap Dinda.
"Ini punya siapa?." tanya ibu Sindy ketika melihat ada 4 cup.
"Ini ada 2 terserah ibu mau pilih yang mana, kalau yang ini punya kakak." sambil memegang Es punya Sindy.
"Oke, ibu yang ini saja. O iya, ini kalian beli dimana, rasa nya enak." sambil menyedot minuman nya sendiri.
"Beli dengan teman kakak, tempatnya ada di belakang kantor BRI itu loh bu." jawab Dinda lagi.
"Oh, tempat baru ya, ibu ngak pernah lihat." tanya ibu nya sekali lagi.
"Kita kan ngak pernah ke sana, mungkin sudah lama, soalnya ngak kelihatan juga dari jalan raya." jawab Dinda lagi yang selalu blak-blakan kalau bicara.
"Iya juga sih. mungkin sudah lama ya." ucap Ibu Sindy.
"Iya bu."
"Ini kakak mu mau masak apa? Kok banyak belanjanya?." tanya Ibu nya lagi ketika melihat 1 per 1 belanjaan Sindy dan Dinda.
"Masak capcai mungkin bu, ngak tau deh kakak, mau nya masak apa." jawab Dinda.
__ADS_1
"Oh masak capcai. Enak lah." ucap Ibu nya dan langsung menyimpan di kulkas terlebih dahulu.
"Enak, sayur spesial suami." jawab Dinda bercanda.
"Ssstt." sambil mengangkat 1 jari telunjuk ke arah bibir ibu nya.
"Enak juga ya Es nya bu, kapan-kapan kalau kita ke sana, boleh nih di beli lagi." ucap Dinda yang mulai ketagihan dengan rasanya.
"Boleh, kenapa tidak. Ibu mau membersihkan ikan dan udang dulu deh." ucap ibu nya.
Tanpa menjawab Dinda langsung meninggalkan ibunya dan pergi ke kamar nya.
Pada malam harinya, jack sampai dan membawa martabak manis untuk di cemil.
"Ayah datang sayang." ucap Sindy kepada Lea.
"Ayyah." jawab Lea.
"Iya." saut Jack ketika baru sampai di depan pintu.
"Ayyah." ucap Lea lagi.
Sampai-sampai Sindy ingin menggendongnya pun ia tidak mau, mau nya dengan ayah nya.
"Tumben ngak mau sama mak. Ambil dulu lah yah, kasihan Lea rindu banget sama ayah." pinta Sindy karena Lea meminta di gendong oleh ayah nya yang baru saja sampai rumah.
"Iya iya sebentar sayang." Dan suaminya dengan cepat menggapai Lea yang selalu menghampiri nya.
"Ayyah." ucap Lea dengan wajah yang melas.
"Kangen ya Lea sama ayah, ayah baru sempat pulang sayang. Nenek di sana juga kangen sama Lea. Kapan Lea mau pulang kata nenek." ucap jack berbicara kepada Lea sambil memandang Sindy.
"Oh nenek nya telpon ya?." tanya Sindy.
"Telpon, emang ngak ada telpon nenek ya Lea. kasihan nenek kangen tu." jawab jack
"Nanti lah kita telpon selesai makan ya." ucap Sindy.
"Ayyah." ucap Lea dengan kencang.
__ADS_1
"Ablabela." ucap Lea lahi sambil memandang ayahnya.
Saat itu Lea hanya mau bersama jack, mungkin ia merasa sangat merindukan ayahnya, sehingga ia ingin selalu dekat dengan ayahnya.
"Jack makan dulu la, biar ibu yang jaga lea." pinta ibu mertua jack.
"Iya bu, gantian saja, Lea ngak mau dengan Sindy." jawab jack.
"Iya dengan ibu saja, ke buru dingin nanti makanannya." ucap Ibu mertua nya lagi.
"Iya bu." jack langsung ke ruang makan, karena mereka makannya duduk lesehan, Lea pun menghampiri mereka dan duduk di sebelah jack. ia ingin mengganggu ayahnya yang sedang makan.
"Loh kenapa sayang, nanti lah main sama ayah, ayah makan dulu ya!." pinta Sindy berbicara kepada Lea.
"Ndak." jawab Lea.
"Aaa?." Sindy kaget mendengar Lea tiba bisa bicara dengan menolak nya
"Lea bilang apa tadi?." ucap Ibu Sindy yang sama-sama mendengarnya.
"Ndak lea bilang." jawab Sindy.
"Tambah pinter ya lea, tambah banyak kata-kata yang ucapkannya.
" Pinter Lea, nanti jadi anak pintar ya cu." saut kakek nya juga yang sedang menikmati makanan.
"Aamiin ya Nak." saut jack juga.
"Bu, ibu makan saja juga, lagian Lea ya ke sini kok." pinta Sindy kepada ibu nya.
"Iya." ibunya pun ikut makan bersama karena cucunya yang di asuh juga menghampiri mereka yang sedang makan.
"Ganggu saja Lea ni, ikut makan ngak mau." ucap Sindy ketika sedang makan.
"Tidak apa Sin, biarkan saja dia main, jangan di larang." Ibu Sindy sama sekali tidak melarang Lea memain kan sendok nasi, karena ia melihat Lea yang main dan sambil makan nasi saja yang ada di sendok itu.
"Eemm. Giliran di kasi nasi ngak mau makan, kalau ganggu seperti ini mau dia makannya." ucap Sindy sedikit kesal karena Lea yang susah sekali mau makan.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1