
Ibu mertua yang belum siap menerima cucu baru selalu mengingatkan Sindy tentang jadwal suntik KB yang Sindy jalani tiap bulannya.
"Sin, tanggal berapa kamu suntik?." tanya mertua yang tidak mau Sindy bobol terlalu cepat.
"Awal bulan bu tanggal 4, masih 2 minggu, tenang." jawab Sindy menenangkan, padahal ia sendiri sering lupa dengan jadwal suntik nya.
Sebenarnya ibu mertuanya ini baik, hanya saja sedikit bawel untuk masalah seperti ini karena faktor usia, sudah tidak mampu lagi untuk merawat bayi dan mengurus makan minum ibu bayi.
Itu sebabnya ia selalu mengingatkan Sindy agar tidak terlambat suntik KB nya.
"Jangan sampai lupa ya, bisa gawat kalau lupa, aku sudah tidak mampu mengasuh." ucap mertuanya.
"Cari pengasuh lah bu 😄." canda Sindy sambil tertawa.
"Perlu biaya mahal untuk pengasuh, mau makan apa kita yang bekerja dengan gaji kecil-kecilan dan berharap punya pengasuh." jawab mertua nya.
"Rezeki tidak akan kemana bu." jawab Sindy.
"Terserah kamu kalau mau bekerja, tapi Lea masih sangat kecil, emang mau di tinggal-tinggal begitu." Mertua khawatir Lea yang tidak bisa jauh dari ibunya.
__ADS_1
"Dinda lah yang jaga." ucap Sindy lagi.
"Kalau kerja di sana, tinggal di sana dong." ucap mertua sedih.
"Kalau kerjanya di sana ya tinggal disana, tapi kalau ada pekerjaan di sini ya tetap tinggal di sini bu." jawab Sini.
"Jangan dulu lah sayang kerja, urus saja Lea di rumah." ucap jack mendengar Sindy ingin bekerja.
"mmm... tapi bosan di rumah terus. " jawab Sindy .
"Jalan la biar ngak bosan." ucap jack lagi.
"Iya betul." jawab mertua singkat karena memang mertua nya sendiri pun tak ingin menantu nya seperti itu.
Tiba-tiba Lea berbicara lagi dan mengatakan "Apeci".
" Haaa Lea bilang apa lagi, sudah tidak Atta lagi yang di katakannya." ucap Sindy ketika mendengar Lea bicara di tengah pembicaraan yang sedikit menyakitkan bagi Sindy.
"Apeci". ucap Lea.
__ADS_1
Berkali-kali Lea katakan apeci, entah apakah artinya Sindy pun tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Lea.
Sindy mencium Lea sebagai hadiah karena Lea sudah mengatakan sesuatu selain Atta.
Sambil belajar bejalan Lea melangkah sedikit demi sedikit, meskipun ia harus terjatuh lagi, tetapi ia tetap mencoba nya.
" Ambil ini sayang." ucap Sindy sambil menunjukkan mainan baru kepada Lea dan Lea pun menghampirinya untuk mengambil mainan yang di tunjukan kepada Lea.
"Lagi-lagi sayang, 1, 2, 3, 4. Yey.. tidak apa sayang, semangat Lea." Lea dapat berjalan dengan 4 langkah meskipun harus terjatuh lahi ia pun segera berdiri kembali.
Sindy menghitung langkah Lea, dan selalu menunjukkan mainan agar Lea semangat terus mencoba berjalan.
"Pinter anak mak." ucap Sindy dan mencium kening Lea sebagai hadiah.
Lea memegang mainan nya, mengangkat dengan posisi sejajar dengan dadanya agar ia seimbang untuk melangkagkan kakinya.
"Lihat lah Lea memegang mainannya agar ia tetap seimbang langkahnya." ucap Sindy di hadapan mertua dan suaminya.
"Iya ya, beda kalau tidak memegang apa-apa. hanya dapat berapa langkah saja." jawab jack yang juga memperhatikan.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰