
Keesokan harinya, tepat di mana Sindy harus menghitung pengeluaran dan pemasukan khusus usaha buket nya.
Setiap bulan Sindy membagi 2 hasil untung yang mereka peroleh, karena mereka sama-sama bekerja dan bahkan najwa sering di tugaskan untuk antar buket pesanan pelanggan.
"Najwa, ini hasil bulan lalu." ucap Sindy sambil menyerahkan uang penghasilan nya.
"Oh jangan di bagi 2 deh maklong. Najwa hitung yang ada antar saja." pinta najwa ketika Sindy menyerahkan penghasilan mereka di bulan lalu.
"Loh kenapa?." tanya sindy bingung, Tiba-tiba najwa berubah.
Padahal dulu, sebelum ia marah, jika ia tidak membantu membuat buket, bagian tetap sama di bagi 2.
Tetapi kali ini ia meminta di rubah cara hitungnya.
"Iya, kalau ada yang ingin di antar, InsyaAllah najwa antar." jawab najwa.
"Tapi kenapa kok ngak mau di bagi 2 lagi." tanya Sindy kepada najwa.
__ADS_1
"Ngak usah maklong, soalnya najwa sibuk dan ngak ada waktu untuk bantu buat buket lagi." jawab najwa dengan wajah mengelak.
"Oh begitu ya, tapi ini ambil dulu deh, bulan depan saja baru di hitung yang najwa antar." ucap Sindy menerima penawaran najwa dan berusaha terlihat biasa saja.
Kemudian Sindy meninggalkan najwa, dan menghampiri ibu mertuanya.
"Bu, najwa sudah tidak mau lagi buat buket." ucap Sindy yang baru saja menghampiri ibu mertua nya.
"Bukan tidak mau, katanya sih ia banyak tugas dan tidak bisa membuat buket." jawab ibu mertuanya.
"Oh najwa sudah bilang ke ibu ya. tapi ia mau antar ya bu." tanya Sindy lagi mengkepo.
"Ya kalau masalah buat nya, Sindy saja bu, lagian ngak banyak kok. InsyaAllah bisa dan masih bisa di handle Sindy bu." ucap Sindy mengatakan kepada ibu nya.
"Iya, soal nya kan najwa sibuk banget tu, jadi ngak bisa bantu buat buket nya." jawab ibu mertua nya memberi penjelasan kepada Sindy.
"Iya ngak masalah si bu, lagian Sindy juga ngak banyak kerjaan kan di rumah ini. Jadi masih aman kalau soal buket." ucap Sindy.
__ADS_1
"Ya ngak apa lah kalau najwa ngak bisa bantu buat buket, yang penting kan ia masih mau antar buket nya, ya ngak sih bu?." saut Jack dan bertanya kepada ibu nya.
"Iya."
Setelah membahas hal itu kepada ibu mertua dan suaminya, entah mengapa Sindy merasa keberadaan nya di rumah mertuanya semakin tidak menyenangkan.
Meskipun ia di cukupi dengan segalanya, fasilitas semua sudah tersedia, tetapi perasaannya selalu merasa tidak nyaman berada di lingkungan mertua dan ponakan nya.
Tetapi Sindy mencoba dan mencoba untuk tetap nyaman untuk menunggu waktu nya tiba, yaitu punya rumah idaman yang sederhana dan elegan.
"Batin Sindy, " tunggu saja tanggal mainnya, semogaAllah mengizinkan untuk punya rumah sendiri di tahun ini.
"Apa yang kamu pikirkan sayang?." tanya Jack karena melihat Sindy yang menghayal.
"Tidak. aku hanya berhayal suatu saat nanti, Allah mengizinkanku untuk membangun rumah yang sederhana dan elegan." ucap Sindy.
" aamiin." jawab Jack.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰