
Setelah menanyakan hal itu kepada ibu mertuanya, Sindy melanjutkan pembuatan buket.
Kemudian ibu mertuanya meninggalkan tempat pembuatan buket nya dan mengatakan kepada ayah mertuanya, tentang sesuatu yang Sindy alami.
"Pak, beberapa hari ini najwa kan selalu di kamar, dan seperti biasa kalau keluar kan wajah suka di tekuk dan jarang bicara, sebenarnya aku sendiri saja tidak senang dengan sikap nya begitu. Kamu tahu sekarang? Sindy mengadu kepada ku tentang sikap najwa kepada nya, ya seperti itu, dan aneh nya lagi, Sindy sampai bilang kalau najwa marah kepada nya hanya karena di minta antar buket kemarin, ia ingin pindah ke rumah sendiri kalau saja rumah nya ada, tapi sayang nya tidak. Intinya begitu lah yang di katakan Sindy. Solusinya bagaimana ya pak? ." tanya ibu mertuanya kepada ayah mertua Sindy.
Saat itu Sindy sedang di luar rumah, sehingga ibu dan ayah mertuanya bisa bicara empat mata.
"Memang nya permasalahan di awal itu bagaimana, kok sampai begini cerita nya?." tanya ayah mertua nya bingung.
"Ya mungkin kemarin yang aku pinta najwa saja yang antar buket nya, tapi najwa sedang sibuk dan mau tidak mau harus antar karena aku yang minta, jadi najwa marah nya juga kepada Sindy, mungkin seperti itu pak." jawab ibi mertua nya.
__ADS_1
"Ya sudah nanti aku bicara sama najwa kalau dia sudah keluar kamar." ucap ayah mertuanya mengambil keputusan.
Ketika ayah mertua nya sedang santai sambil menonton televisi, tepat nya di depan kamar najwa.
Tiba-tiba najwa keluar dan mengajak lea bercanda, yang kebetulan ada di dekat kakek nya.
"Hey... Nonton terus ya kamu lea." ucap Najwa ketika keluar kamar melihat lea menonton youtube menggunakan HP Sindy.
"Naj, kakek mau bicara sebentar. Kamu sibuk ya?." tanya kakek nya sebelum memulai pertanyaan nya.
"Kakek lihat kamu dan maklong mu, agak beda? ada apa sebenarnya." tanya ayah mertuanya mulai bertanya dengan nada santai.
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa kok." jawab najwa mencoba terlihat biasa saja, tetapi kakek nya mengerti mana yang baik-baik saja dan mana yang sedang tidak baik-baik saja.
"Kalau kakek lihat, kamu dan maklong mu tidak baik-baik saja, ada apa sebenarnya, bukankah kamu terlalu cuek kepada maklong mu akhir-akhir ini?." tanya kakek nya sekali lagi.
"Tidak kok kek, aku hanya sedang sibuk dan ngak bisa bantu maklong buat buket saja." najwa mencoba beralasan agar terlihat masuk akal.
Tetapi sebenarnya dari jawaban najwa, kakek nya sudah tahu dan mengerti, masalah yang sebenarnya bukan lah soal tidak bisa membantu Sindy.
"Kalau memang itu alasan nya, baiklah kakek pahami, dan mungkin maklong mu bisa memahami jika hanya itu masalahnya, tapi kakek minta tolong jangan bersikap seperti itu kepada maklong mu, dia orang luar yang bukan darah daging kita, rela meninggalkan keluarga nya hanya karena cinta nya kepada paklong mu, dan mungkin selama ini dia menanggung rasa sakit, karena harus berpisah dari orang-orang yang menyanyanhi nya, dan beradaptasi dengan keluarga baru, yaitu kita. Kita tidak pernah tahu bagaimana perasaan maklong mu yang sebenarnya selama tinggal di sini, jika kita memperlakukan nya seperti itu, cuek dan acuh tak acuh kepada nya, ada kemungkinan ia akan pergi dari paklong mu, kamu tahu bagaimana perhatian nya dan sayang paklong mu kepada mu, dan kamu tega memperlakukan istrinya seperti itu. jangan Najwa, tolong kakek minta jangan!." ucap kakek najwa menasehati nya.
"Iya kek, najwa mengerti."jawab najwa.
__ADS_1
Keesokan harinya tiba-tiba sikap najwa berubah drastis kepada Sindy dan najwa menegur Sindy dan mencoba mengajak Sindy ngobrol meskipun sedikit-sedikit saja.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰