
"Iya juga Sih, tapi aku nya takut sendiri jika ia mencoba hal yang menurut ku bahaya untuk Lea tis." ucap Sindy mengatakan ketakutannya.
"Jangan terlalu khawatir, tapi di perhatikan saja. Biar ia tahu rasa nya sakit seperti apa Sin, tidak perlu di manjakan." saran tisa kepada Sindy.
"Ayah mertua ku juga pernah berkata seperti itu, tapi aku nya yang tidak tegaan." itu lah kelemahan Sindy yang selalu tidak tega jika melihat Lea menangis atau kesakitan.
"ya memang begitu Sin, harus begitu memang, jangan terlalu di manjakan, nanti kebiasaan dan takut nya nanti kamu di injak-injak kalau terbiasa dengan sifat manja nya. mulai dari dini kamu harus mendidik dengan benar. maaf ya, aku memang belum punya anak tapi seperti yang aku lihat di lingkungan sekitar ku, mereka bilang kalau dari kecil ia selalu memanjakan anaknya, dan akhirnya terjadi sesuatu yang tidak di inginkan. Semoga saja Lea tidak seperti itu ya." ucap tisa sesuai pengalaman nya.
"Aamiin, semoga tidak seperti itu ya, aku begini karena aku tidak ingin Lea punya nasib seperti ku dulu. Di mana aku di besarkan dengan kekerasan, di didik dengan keras. kamu tahu sendiri ayah ku seperti apa dulu nya. Jelas aku tidak ingin Lea seperti aku." jawab Sindy mengenai alasannya mendidik Lea anak pertama nya.
"Iya aku tahu, yang penting kamu jangan berlebihan saja memanjakan Lea nanti." ucap Tisa dalam percakapan telpon mereka.
"Iya, akan aku perbaiki lagi cara mendidik nya dengar benar." jawab Sindy kepada tisa sahabat baiknya.
__ADS_1
"O iya sekarang kamu sudah isi belum?." tanya Sindy berharap sahabat nya segera hamil dan mempunyai anak sepertinya.
"Hm isi apa Sin?." tanya Tisa kembali, sedikit kurang mengerti dengan pertanyaan Sindy.
"Maksudku, apa sekarang kamu sudah hamil?." ucap Sindy mengulangi pertanyaannya kepada Tisa.
"Oh itu, seperti nya belum Sin. Aku sudah beberapa kali mencoba produk apa pun untuk promil, tapi belum berhasil Sin." jawab Tisa pasrah dengan keadaan nya.
"Hm, apa sudah konsultasi dengan dokter Tis, mungkin bisa membantu apa penyebab nya." saran Sindy juga.
"Kenapa tidak mau?." tanya Sindy penasaran.
"Katanya ia tidak sakit, ya begitu lah alasan yang selalu aku dengar." jawab Tisa.
__ADS_1
"Loh kan hanya konsultasi tentang keluhan yang kalian alami, jadi ngak perlu tunggu sakit dulu baru pergi ke dokter." ucap Sindy.
"Iya aku tahu itu, dan aku sangat mengerti. tapi susah juga kalau dari suamiku sendiri ngak mau Sin." jawab Tisa
"Iya juga sih, ya sudahlah, semoga nanti ia mau ikut konsultasi ke dokter dan kalian bisa promil secepat nya." Sindy berharap tisa segera mendapatkan momongan.
"Aamiin." jawab Tisa.
"Eh, Tis aku mau bagi info nih, kalau misalnya kamu mau promil dengan konsumsi buah zuriyat atau kurma muda, itu bagus loh. Karena aku kemarin konsumsi itu, alhamdulillah aku di karuniai putri sekarang. Kalau kamu mau coba boleh deh, ntar aku kirim Instagram nya mbak yang jual ya." saran Sindy untuk tisa promil dengan kurma muda.
"O ya, kok kamu baru cerita sekarang?." tanya Tisa penasaran.
"Yah gimana mau cerita. kan kita ngak pernah ketemu setelah kamu pindah ke kampung suami mu dan sekarang kita sudah sibuk dengan urusan masing-masing." jawab Sindy.
__ADS_1
"Iya juga Sih, he."
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰