My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 29


__ADS_3

1 minggu kemudian..


"Sayang pulang jam berapa hari ini?." Sindy menunggu kedatangan suaminya pulang setelah seminggu lama nya.


"pulang kerja aku langsung berangkat. Mau titip apa sayang?." tanya jack langsung.


Karena jack adalah tipe suami yang kurang romantis dan kurang peka jadi ia perlu jawaban yang pasti saja bukan dengan kode-kodean.


"Beliin martabak telur dong sayang, mau cemil buat malam nanti." tanpa basa-basi Sindy meminta salah satu makanan favorit nya.


Ini adalah menu cemilan berat bagi Sindy, Sindy sangat senang dengan cemilan yang mengenyang kan, kalau snack itu cemilan ringan, jadi tidak terlalu mengenyang kan untuk ibu menyusui seperti Sindy.


"Baiklah sayang, kalau ibu mau titip apa? atau ayah mungkin ada yang mau di beli?." tanya jack kembali.


"Sebentar ya aku tanya ibu dulu."


"Bu, mau titip apa?, nanti ayah Lea pulang." tanya Sindy kepada ibu mertuanya.


"Tidak ada sin. jam berapa jack pulang?." jawab ibu mertuanya yang hanya menginginkan keselamatan bagi putranya.


"Pulang kerja langsung berangkat bu." jawab Sindy.


"Kalau ayah mau titip apa?." tanya Sindy lagi dan kebetulan ayah mertuanya juga ada di dekat ibu mertuanya.


"Tolong belikan ayah rokok biasa ya!." pinta ayah mertuanya tidak ada yang lain selain rokok.


"Eh satu lagi Sin, kalau sempat tolong belikan martabak manis rasa kacang ya!." pinta ayah mertua nya lagi.


"Oh iya yah, kebetulan Sindy juga titip martabak telur jadi sekalian." jawab Sindy.


"Baiklah." jawab ayah mertuanya.


"Bapaknya titipan ayahmu, nanti bilang jack jangan beli banyak-banyak martabak manisnya. Beli satu saja sudah cukup." saut ibu mertua Sindy.


"Iya bu."


"Sayang, ayah titip rokok yang biasa sama martabak manis rasa kacang 1 saja ya." ucap Sindy kepada jack kembali.


"Oke siap sayang." jawab jack.


"O iya sayang, nanti pulang jangan ngebut dan hati-hati di jalan ya." pinta Sindy.


"Siap sayang." jawab jack menyenangkan istrinya padahal ia pasti mengebut.


Setelah beberapa jam terlewati jack segera akan datang bertemu orang tua, istri dan anaknya.

__ADS_1


"Assalamualaikum." ucap jack sambil membuka garasi rumah yang tidak di kunci dan memarkirkan sepeda motornya.


"Waalaikum salam." saut semua yang ada di rumah.


Dengan cepat Sindy dan Lea menyambut kedatangan jack.


"Ayah pulang sayang." sambil menghampiri jack dan bersalaman , kemudian jack menyerahkan kantong martabak pesanan sang istri dan ayahnya.


"Ini yah titipannya." jack menyerahkan rokok titipan ayahnya sebanyak 2 bungkus.


"Banyaknya kamu belikan ayahmu rokok." ucap Ibu jack secara pelan ketika melihat jack menyerahkan 2 bungkus rokok sekaligus.


"Tidak apa bu, sekali-sekali tidak masalah, kalau tiap hari saya juga belum mampu bu." jawab jack juga pelan agar tidak terdengar ayahnya.


"Nanti ayahmu kebiasaan titip-titip begitu." ucap Ibu jack kembali.


"Tidak apa bu, jangan di permasalahkan, selama uang nya masih ada saya sanggup bu." niat jack semata-mata untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.


"Ini bu, ayah martabak nya!." ucap Sindy setelah menyajikan nya ke dalam piring.


"Iya. Kamu sudah makan apa belum jack?." tanya ibu jack sendiri.


"Belum bu, aku mau shalat dulu sebentar." jack wudhu sebentar dan segera pergi shalat.


Sementara itu Sindy ke dapur menyiapkan makan malam jack yang belum sempat makan saking senangnya mau pulang.


"Iya, siapkan saja dulu, ibu jaga Lea di sini." jawab ibu mertuanya.


"Pintar Lea tu, tidak menangis kok Lea di tinggal mak nya." saut ayah mertuanya.


Setelah Sindy menyiapkan makan malam untuk jack, ia pun menghangatkan air untuk membuat air kopi untuk ayah mertua dan suaminya jack.


Sambil mengaduk-aduk kopi, jack menghampirinya karena terasa sangat lapar sekali.


"Kamu sudah makan ya sayang?." tanya jack kepada istrinya.


"Belum juga sayang, aku sengaja menunggu mu, ayo makan! rasa nya lapar sekali." jawab Sindy.


"Iya, kenapa kamu tidak makan duluan sayang, kasihan kamu sampai kelaparan begini. Lain kali kalau kamu sudah lapar, makan saja duluan." pinta jack tidak tega melihat Sindy kelaparan karena menunggunya, apa lagi ia sedang menyusui Lea.


"Tidak apa sayang, aku sengaja menunggu agar kita bisa makan bersama, biasa nya aku selalu sendiri kalau makan sayang." jawab Sindy.


"Iya, tapi lain kali kamu makan saja dulu, jangan tunggu aku, karena aku pasti lama kalau pulang kerja baru berangkat dari sana." pinta jack lagi.


"Iya sayang." jawab Sindy.

__ADS_1


Mereka lanjut makan malam berdua, meskipun hanya di rumah Sindy sangat senang, moment seperti ini lah yang selalu di tunggu nya.


"Sayang!." panggil Sindy.


"Iya ada apa sayang?." tanya jack serius.


"Kamu sayang ngak sama aku?." tanya Sindy serius juga, dan jack tertawa mendengarnya.


"Haha."


"Kok kamu ketawa sih sayang, aku serius? jawab dong!." pinta Sindy.


"Kamu ini sayang gimana sih, kalau aku tidak sayang aku tidak akan menikahi mu." jawaban jack sangat tidak romantis sama sekali bagi Sindy.


"Ih kamu ini sayang, sebenarnya jawaban nya simpel saja, dan hanya di permanis saja dengan gombalan apa begitu. ini tidak sama sekali." ucap Sindy sambil mengunyah makanan.


"Ya aku benar kan, kamu mau aku jawab apa sayang?. " tanya jack bingung.


"Ya jawab yang sekiranya menyenangkan bagiku sayang, kamu tidak romantis sekali." jawab Sindy.


"Sayang kamu sayang ngak sih sama aku?." tanya Sindy sambil tertawa.


"Saaayyaaang." jawab jack sambil tertawa.


"Ah sayang ngak serius." ucap Sindy belum puas.


"Sayang ini gimana sih, jawab begitu salah, jawab seperti tadi salah juga. aku nya jadi bingung." jawab jack dan menyelesaikan makan malam nya.


"Loh sudah selesai ya sayang?." tanya Sindy ketika melihat jack menghabiskan nasinya.


"Sudah sayang, kan mau makan martabak lagi." jawab jack.


"Oh iya ya, masih ada martabak yang mau di santap." ucap Sindy,


Sindy pun ikut menyelesaikan makan malamnya, agar tidak terlalu kenyang, karena ia akan makan martabak kesukaan nya itu.


"ini makan martabak nya lagi Sin!." ucap Ibu mertuanya.


"Bentar bu, turunkan nasinya dulu baru di isi martabak lagi." jawab Sindy sambil tertawa.


"Lea saja sudah habis 1 potong makannya." ucap ayah mertuanya yang menyaksikan Lea makan martabak telur.


"Emang tidak pedas ya bu?." tanya Sindy, sepengetahuannya martabak langganan mereka sedikit terasa pedas.


"Tapi tidak terlalu kepedasan Lea, tu lihat dia asyik banget makan nya." jawab Ibu mertuanya.

__ADS_1


Setelah merasa lapar kembali, Sindy baru mencoba makan martabak yang di bawa suaminya.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2