My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 47


__ADS_3

Pada malam harinya, ketika semua sudah selesai makan malam, jack bersiap untuk ke rumah Bos nya.


"Sayang, aku pergi dulu ya. Ngak apa kan kamu dan Lea di sini dulu." ucap jack ketika meminta izin ingin keluar sendiri.


"Iya sayang tidak apa. Kan ada kak wiwit di sini. Tapi jangan lama-lama ya sayang. " jawab Sindy.


"Iya tidak lama kok, paling lama mungkin sampai jam 22.00 sayang." ucap jack.


"Iya, kamu hati-hati di jalan."


"Sayang, ayah pergi dulu ya, besok kita baru jalan lagi ya." ucap jack kepada Lea.


Lea mengerti apa yang di katakan jack sehingga ia ingin ikut dengan ayahnya.


"Ayyah." ucap Lea sambil berlari mengambil sepatunya dan hijab ibu nya pertanda ia akan pergi juga bersama dengan ayahnya.


"Haha Lea, ini apa? Lea mau kemana sih ambil sepatu dan hijab ibu." tanya jack yang tertunda pergi karena ulah anaknya.


Namun Lea memandang dengan wajah cemberut.


"Mau kemana sayang, kita nyemen aja yuk." ajak Sindy agar Lea melupakan niat nya ingin ikut ayah nya.


Lea memberikan pandangan sangat tajam kepada sindy.

__ADS_1


"Kenapa begitu wajah nya?." ucap Sindy.


"Bawa Lea ke dapur saja dulu sayang, aku turun sekarang." ucap jack yang akan berangkat.


"Iya, gerak cepat ya sayang." jawab Sindy karena ruang dapur dan tamu berdekatan, sedangkan ruang dapur nya sangat kecil.


"Iya." Ketika Sindy keluar kamar dan menuju dapur, jack pun berlari menuju pintu keluar.


***


"Kak, aku berangkat dulu ya, Sindy tidak ikut." ucap jack pamit kepada kakak sepupu nya wiwit.


"Iya, di mana lea?." tanya wiwit.


"Iya, kamu hati-hati." ucap wiwit kakak sepupu jack.


Ketika suara motor di nyalakan, Lea menangis karena ia mengenal suara sepeda motor yang biasa di gunakan jack kemana-mana.


"Uuuuuuaaaaa." tangis Lea langsung terdengar oleh wiwit.


"Kenapa menangis lea." ucap wiwit langsung menghampiri suara tangisan Lea di dapur.


"Kenapa Sin, kok Lea menangis?." tanya wiwit kepada sindy yang saat itu sedang menggendong Lea.

__ADS_1


"Ia menangis karena ayah nya pergi, tadi Lea mau ikut, sudah ambil sepatu milik nya dan hijab ku kak, suruh pakai, tapi aku tidak memakainya karena tidak pergi. jadi dia menangis mungkin mendengar suara motor ayahnya pergi." jawab Sindy menjelaskan kepada wiwit kakak sepupunya.


"Cup, cup, cup, cup, cup. Sini sini sama makngah saja." wiwit menggapai Lea dari tangan Sindy dan mengajak Lea menonton kartun.


"Kita nonton saja ya, nih ada kartun, Lea mau yang mana?." wiwit mengajak Lea menonton TV tetapi Lea tetap saja menangis.


"Uuuaaa, ayyah, Aaaaa aa mak." tangis Lea.


"Iya sayang, ayah pergi sebentar kok, ngak lama sayang. Nyemen saja ya." ucap Sindy menghibur Lea dan meminta nya untuk menyusu.


Saat itu Lea mau dan langsung membuka pakaian ibunya untuk menyusu dengan Sindy.


"Nyemen." ucap Lea dan mengangkat pakaian ibu nya.


"Iya, nih sini Lea, duduk yang benar dulu." pinta Sindy dan membenarkan posisi duduk Lea agar mereka berdua sama-sama nyaman.


"Kasian, ngak di ajak pergi." ucap wiwit mengejek Lea.


Lea berkaca-kaca mendengar wiwit mengejeknya, seolah mengerti dengan ejekan wiwit kepada nya.


"Tidak sayang, makngah bilang nanti kita jalan ya." Sindy mencoba menenang kan Lea.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2