My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 24


__ADS_3

"Mak." Lea memanggil ibunya ketika membuka mata bangun dari tidurnya.


"Iya sayang." jawab Sindy yang sedang berada di samping Lea ketika tidur.


Lea tersenyum melihat ibunya tersenyum kepada nya. Kali ini mood Lea ketika bangun sangat bagus.


Sambil bermalas-malasan sebentar untuk memulihkan mood nya ketika bangun tidur.


"Ayo kita keluar sayang, nenek tunggu Lea di luar!." Ajak Sindy keluar menemui neneknya Lea.


Lea mengangguk kepada Sindy bertanda ia setuju dengan ibunya.


Sindy langsung membuka pintu kamar dan membawa Lea keluar dan ketika mereka keluar, nenek dan kakek Lea sudah duduk di ruang tengah sambil menonton televisi.


"Mana Lea? sudah bangun ya?." tanya ibu mertua Sindy.


"Ini baru bangun bu." jawab Sindy ketika keluar dengan menggendong Lea.


"Sini sama nenek." ibu mertua Sindy menggapai Lea dan mencium wajah Lea.


"uuuaaa... " Lea menangis karena merasa belum terlalu stabil mood nya.


"Sini-sini sama mak." ucap Sindy dan menggapainya dari mertuanya.


"Menangis saja kalau bangun tidur Lea ni, nanti nenek pukul ****** nya ya." ucap mertuanya yang gemes dengan Lea.


"ala tayang tayang." ucap Najwa yang juga baru keluar dari kamarnya langsung menghampiri Lea.


Saat melihat najwa Lea langsung tertawa melihat tingkah kakak sepupunya bercanda kepadanya.


"Sini sini sama kakak." ucap Najwa sambil menggapai Lea dari Sindy.

__ADS_1


"Ala tayang, Lea mau main apa sama kakak." tanya Najwa seolah mengajak Lea bicara.


"Abaik." Najwa kaget dengan jawaban Lea dengan bahasa planet yang baru lagi ia ucap kan.


"Apa itu abaik, kakak tidak mengerti apa abaik." jawab Najwa heran dengan apa yang di ucapkan Lea.


"Abaik." Lea tetap saja menjawab dengan kata yang sama.


"Apa maklong artinya, Najwa tidak mengerti." tanya Najwa kepada Sindy lagi.


"Maklong juga tidak mengerti Najwa, baru ini ia mengatakan itu, sudah bosan mengatakan yaang lain, ia pindah lagi dengan kata abaik." jawab Sindy.


"Abaik.. Abaik.. Abaik." berkali-kali Lea katakan itu membuat semua penghuni rumah bingung dengan tingkaah lakunya.


"Apa sayang." tanya Sindy.


"Abaik." jawab Lea sambil menunjuk ke arah mainannya yang terletak di meja.


"Ya ini?." tanya Sindy tetapi Lea menggelengkan kepala nya.


"Abaik." ucap Lea lagi dengan keras.


Sindy pun menggendong Lea dan mengarahkan kearah di mana tangan Lea menunjukkan jari telunjuk nya.


Setelah di gendong akhirnya ia mendapatkan yang ia inginkan, yaitu mainan baru yang di belikan oleh neneknya.


"Ternyata ini yang ingin di ambilnya, abaik abaik kata Lea." ucap Sindy sambil tertawa.


Lea pun senang setelah mendapat kan mainan nya, sambil memainkan mainan nya sendiri ia berbicara seorang diri dengan bahasa planet baru nya lagi hehe.


"Abaik, nyamenya." ucap Lea berkali-kali seorang diri.

__ADS_1


Sindy hanya memperhatikan pergerakan Lea, mengawasi gerak-gerik nya.


"Aaakabeyam." Entah apa lagi yang di ucapkan Lea membuat Sindy tersenyum-senyum sendiri.


Saat ini Lea banyak mengucapkan kata-kata aneh yang tidak di mengerti orang dewasa.


"Aayekak. Mekabayam." ucap Lea lagi.


"haha apa yang Lea bilang, aayekak haha. lain lagi yang di ucapkannya, setiap hari pasti ada yang beda, perasaan Lea sudah ingin bicara benar. tapi masih salah-salah." ucap Ibu mertuanya ketika mendengar Lea bicara.


"Iya, menurutnya sudah benar, tapi orang yang mendengarnya bingung apa arti ucapannya itu." jawab Sindy.


"Apaya. Da" ucap lea sambil melambaikan tangannya.


"Ee.. ee.. dada dengan siapa Lea, lucu sekali Lea nih." ucap Najwa setelah melihat Lea yang sedang bermain sendirian.


"Haaa... dada dengan siapa tu, takut." saut Sindy.


"Iiiii takut." ucap Najwa.


Kemudian Lea berlari mendengar Najwa dan ibunya bilang takut, seakan mengerti dengan perkataan ibu dan kakak sepupunya.


"aaa kenapa Lea." tanya Sindy sambil mendekap tubuh Lea yang berlari menuju Sindy.


"Takut Lea maklong, saat kita bilang takut dia langsung berlari meminta perlindungan." jawab Najwa.


"Seolah mengerti yang kita katakan ya!." ucap Sindy.


"Pintar Lea nanti, mengerti apa yang kita katakan." ucap Ayah mertua Sindy juga.


"Aamiin. Semoga menjadi anak yang pintar, cerdas , dan sholehah ya sayang." ucap Sindy sambil mengecup pipi kanan, pipi kiri, jidat dan ubun-ubun nya.

__ADS_1


"Aamiin." saut Ibu mertua, dan Najwa.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2