
Sepulang dari mengantar lea ke sekolah, sindy mendapatkan pesanan dari berbagai desa, karena ia tinggal di kampung, jadi pesanan yang ia dapat masih sekitaran desa tempat ia tinggal.
"Alhamdulillah sayang, meskipun usaha kecil- kecilan tapi aku senang karena sudah mempunyai penghasilan sendiri, meskipun masih terbilang kecil." ucap sindy kepada Jack.
"Iya tidak apa sayang, yang penting kita tidak pernah kekurangan sehari pun, semoga rezeki kita selalu di lancarkan ya." jawab Jack.
"Aamiin." ucap sindy sambil menadahkan tangannya.
"Oh iya sayang, kamu dapat pesanan buket nya berapa banyak?." tanya Jack penasaran.
"Ada delapan buat 2 hari ke depan. Kalau kamu ngak masuk kerja, bantuin aku ya sayang! soalnya aku harus siapkan untuk besok dulu yang mau di ambil nih." pinta sindy kepada Jack.
"Oke siap, dengan senang hati sayang." jawab Jack sambil tersenyum.
"Terimakasih sayang." jawab sindy juga tersenyum.
"Oh iya sayang, besok pagi kamu anter lea ke sekolah ya, kata nya pengen di anter seperti teman-temannya." pinta sindy lagi.
"Ngapain di anter, orang sekolah nya dekat begitu." jawab Jack heran.
"Sekali saja sayang, soalnya ia itu butuh perhatian kita, ya seperti itu mengantar nya berangkat ke sekolah, itu saja sudah membuat nya senang." ucap sindy mengatakan isi hati lea kepada Jack.
"Oh begitu. baik lah, besok aku akan antar lea sebelum aku berangkat bekerja. tidak seperti biasa nya lea minta di antar, ada apa ya?." ucap Jack penasaran.
"Ya mungkin lea iri melihat teman-temannya yang selalu di antar oleh orang tua masing-masing, sedangkan dia, selalu pergi sendirian." jawab sindy kepada Jack.
"Ya baguslah, biar lea belajar mandiri." ucap Jack lagi.
__ADS_1
"Iya, tapi kan lea hanya minta sekali ini saja sayang, apa salah nya kita menuruti permintaan nya yang satu ini, toh, permintaannya ngak sulit-sulit banget kok." jawai sindy.
"Iya, besok aku akan antar lea ke sekolah." Akhirnya Jack mau mengabulkan permintaan lea yang sederhana itu.
Betapa bahagianya lea jika mengetahui kalau ayah nya akan mengantarnya berangkat ke sekolah.
Sindy sengaja tidak mengatakan kepada lea, biar menjadi kejutan nya di hari esok.
Keeasokan harinya ketika lea akan berangkat seorang diri, Tiba-tiba sangat ayah menawarkan kepada dirinya untuk mengantar nya ke sekolah.
"Lea, apa kamu sudah siap?." tanya Jack kepada lea.
"Sudah ayah. Nanti aku akan berangkat setelah menggunakan sepatu ku ini." jawab lea.
"Baiklah jika sudah, ayah akan mengantar mu." ucap Jack kepada lea, itu yang membuat lea bergembira.
"Benarkah? apa ayah serius?." tanya lea tidak percaya, karena menurutnya tidak mungkin ayah nya bisa di waktu yang sangat sibuk dengan urusan kerja nya.
Tampak jelas raut wajah lea yang sangat gembira setelah mengetahui bahwa ayahnya bisa meluangkan waktu untuk dirinya.
Ketika Jack pulang dari sekolah, ia melihat sindy yang sudah menyambut nya di depan pintu dengan senyum yang tak biasa.
"Ada apa dengan mu sayang, kenapa kamu terlihat sangat senang. Apa ada kabar gembira?." tanya Jack penasaran.
Ternyata sindy ingin menyampaikan bahwa ia sudah diam-diam membeli rumah yang letaknya tidak jauh dari rumah mertua nya.
"Sini dulu deh, kamu ada waktu kan? sebentar saja kok." tanya sindy sebelum memberitahukan hal yang akan ia sampaikan.
__ADS_1
"Hm ada sedikit." sambil melihat jam tangannya.
"Kalau buru-buru, biar nanti saja aku bicara nya." ucap sindy.
"Ada kok, ya sudah katakan saja apa yang akan kamu katakan!." pinta Jack.
" hm, tapi janji jangan marah ya!." pinta sindy ragu kalau Jack akan setuju.
"Iya insyaAllah. cepat katakan." pinta Jack semakin penasaran.
"Aku mau bilang kalau aku sudah dapat rumah yang cocok untuk kita tempati bersama, dan kamu tenang saja, ini tidak jauh kok dari rumah ibu, jadi kamu tidak perlu khawatir. Gimana kamu seneng ngak?." tanya sindy.
"Di mana? kok kamu ngak cerita dulu mau cari rumah, kan kita bisa minta pendapat dari ayah dan ibu dulu." ucap Jack sedikit gelisah.
"Sayang, ini tempatnya tidak jauh dari rumah, bahkan setiap hari kita bisa ke sini, karena jaraknya saja sangat dekat, hanya beberapa rumah saja. sangat strategis juga untuk bisnis kita." jawab sindy.
"Sayang, apa tidak membuang-buang uang jika seperti itu, alangkah baik nya kita menjaga ibu dan ayah di sini." ucap Jack.
"Sayang, kita bisa kapan saja ke sini, kita tidak mungkin terus-terusan menumpang di sini, kalau kita di rumah sendiri, tentu saja tidak membuat mental seseorang rusak karena selalu ada kesalahpaham."jawab sindy sangat menyentuh hati Jack dan semua sahabat nya.
"maafkan aku sayang, jika selama ini aku membuat mentalmu sakit. Baiklah, nanti sore kita ke lokasi untuk memantau nya.
2 bulan kemudian, Sindy dan Jack beserta lea, tinggal di rumah baru yang berdekatan dengan rumah mertuanya.
" Alhamdulillah, akhirnya kita punya rumah sayang." ucap sindy kepada teman-temannya.
"Iya sayang." jawab Jack sangat lemas karena sebenarnya ia tidak mau meninggalkan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Akhirnya mereka pindah dari rumah ibu mertuanya dan mengalah demi istri tercintanya.
...*Selesai*...