
Ketika Sindy sudah selesai shalat, ia tersenyum kepada Lea yang masih memegang ****** ***** ibu nya.
"Lea, kenapa di ambil sih. ini punya Mak Lea, bukan mainan ya." ucap Sindy memberi pemahaman kepada Lea.
"Mamak." ucap Lea sambil memberikan milik ibu nya yang telah ia ambil dari simpanan ibu nya.
"Terima kasih sayang, peluk mak." ucap Sindy minta di peluk, agar Lea terbiasa memberikan pelukan kepada nya.
"maaci" ucap Lea juga mengikuti apa yang di katakan Sindy.
"Sama-sama. uuh pintar sekali anak mak ni." jawab Sindy sambil mencium lea.
Setelah selesai, sindy keluar dari kamar dan menceritakannya kepada ibu mertua nya yang duduk di kursi tengah.
"Bu, Lucu banget lea tadi bu, saat sindy sedang shalat, tadi nya masih aman dia ikut. Eh tiba-tiba ambil dalaman sindy dan memberikan nya kepada Sindy, untung nya masih bisa di tahan-tahan." ucap Sindy menceritakan kepada ibu mertua nya.
"Haha, lea ganggu mak shalat ya?." tanya ibu mertua nya kepada Lea.
Tetapi lea tidak menjawab dan langsung berlari ke arah kulkas.
__ADS_1
"Euh euh." ucap lea sambil memegang sisi kiri kulkas.
"Mau ambil apa sih lea. Kan sudah habis snack nya lea." ucap Sindy ketika menghampiri lea.
Ketika membuka kulkas, ternyata lea mengambil susu kotak yang di belikan oleh nenek nya.
"Oh, lea mau susu ya!. Enak susu nya?." tanya Sindy ketika lea meminum susu nya.
"Enak." jawab lea sambil mengangkat telunjuk nya dan bukan dari jempol nya.
"Enak ya sayang." ucap nenek nya juga.
"kenapa?." tanya mertuanya karena ia tidak mengerti lea mau apa dari nya.
"Dodok." ucap lea sambil mengguncang kursi yang di duduki nenek nya.
"Lea mau duduk di kursi itu bu, jadi ibu di minta pindah ke kursi lain tu." ucap Sindy memberi tahu ibu mertuanya.
"Oh minta nenek pindah ya. Bilang nya dodok, kan nenek sudah duduk hee." ganggu nenek nya kepada lea.
__ADS_1
"Dodok." jawab lea tidak berubah.
"Iya iya, emang ya kamu lea, di mana kita, di situ juga dia mau." ucap Ibu mertuanya yang merasa malas mau pindah.
"Memang begitu dia, apa lagi kalau di kursi yang 1 itu, pasti lea larang siapa pun yang duduk di kursi itu bu." jawab Sindy.
"Ngak boleh sekali kita duduk di sini. iiii gemes nya." ucap Ibu mertua nya sambil mencium lea dengan kuat.
Tiba -tiba lea membuat wajah sedih, seolah kesakitan dan mau menangis.
"Jeeiii, kenapa wajah dan bibir nya seperti itu, sakit ya." ucap Ibu mertua nya.
" Aa mak akit." Adu Lea dan tiba-tiba matanya berkaca-kaca seakan ingin menangis.
"Eh, pandai nya dia akting, Lea hanya akting tu nek." sait Najwa yang sudah hafal dengan sikap Lea yang sering ia tunjukan kepada najwa, karena najwa lah orang yang sering mengajak nya bertengkar kecil.
"Sudah pandai akting kah Lea?." tanya ibu mertuanya penasaran, sedangkan Sindy hanya memandang nya.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1