
Akhirnya mereka mengerjakan bersama-sama sehingga cepat selesai pekerjaan nya.
Saat setengah pekerjaan tiba-tiba Najwa mendapat kan pesanan dari teman kampusnya.
"Wah ada yang orderan lagi nih maklong?." ucap Najwa yang sedang merangkai buket nya, sedangkan Sindy sedang menyelesaikan pembuatan bunga nya.
"Orderan yang seperti apa?." tanya Sindy.
"Ini, tapi kita harus beli snack nya dulu ini maklong." jawab Najwa setelah melihat foto yang di kirim temannya.
"Oh, beli lah. sebentar maklong ambil uang nya dulu. sekalian beli lem lilin ya, soalnya stok kita tinggal sedikit." pinta Sindy agar Najwa juga membeli keperluan untuk pembuatan buket nya.
"Iya maklong." jawab Najwa yang sedang melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu Sindy mengambil uang nya.
Setelah menunggu 5 menit, Sindy kembali menghampiri Najwa dan menyerahkan uang belanja kepada Najwa.
"Ini uang nya." ucap Sindy ketika menyerahkan uang tersebut.
"Oke, lea gimana maklong, nanti dia mau ikut tuh." ucap Najwa juga.
"Biar saja dulu. ntar kalau lea menangis baru kamu bawa lea pergi." jawab Sindy secara pelan khawatir lea mendengar pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Oke." Najwa keluar dari kios mereka dan memakai jilbab sebelum pergi.
Ketika menyala kan sepeda motor nya, saat itu juga Lea berlari mencari bunyi suara motor najwa.
"Kakak." ucap lea sambil berlari, karena ia sangat mengenal sepeda motor milik najwa.
"Kenapa sayang, kakak pergi sebentar ya, Lea sama mak di sini ya." pinta Sindy ketika lea ingin menghampiri Najwa.
"Lea ikut ngak maklong?." tanya Najwa, kasihan melihat Lea menangis.
"Kakak.. uuaaaa." tangis Lea dan keluar dari kios nya.
"Ya sudahlah. bawa saja Lea Najwa, dari pada menangis begini." ucap Sindy sambil mengambil jilbab Lea dan kursi untuk Lea duduk.
Lea langsung berlari dan mengambil sendalnya dan menghampiri Najwa dengan cepat.
"Yeee... akhirnya Lea ikut ya. Lea mau beli apa sayang?." tanya Najwa ketika Lea sudah duduk di posisi depannya.
"Cokkat." jawab Lea.
"Oke. Kita beli sekarang. " jawab Najwa menyenangkan hati Lea.
__ADS_1
"Ini pake dulu jilbab nya Lea, biar ngak panas." pinta Sindy kepada Lea putri nya.
Tetapi Lea tidak menjawab dan posisinya sudah duduk di posisi paling depan.
"Bukan mau jawab Lea kalau sudah di atas motor duduknya." ucap Sindy sambil memakaikan jilbab kepada Lea.
"Ada lagi tidak yang mau di beli maklong, mumpung keluar ini." tanya Najwa sebelum memutuskan untuk pergi.
"Tidak ada, nanti Lea jajan nya sedikit saja. kalau bisa jangan banyak-banyak ya." pinta Sindy kepada Najwa.
"Kenapa? tumben banget." ucap Najwa penasaran.
"Bulan tua, Pura-pura lupa atau gimana sih kamu Najwa, kok kayak nya ngejek gitu ya." jawab Sindy.
"Oh iya ya, maaf, Najwa lupa maklong, Oke pergi dulu. Dada mak, ayo Lea!." pinta Najwa agar Lea berpamitan kepada ibunya.
"Dada." ucap Lea sambil menggerakkan tangannya kepada ibunya.
"Dada." saut Sindy.
Setelah mereka pergi, Sindy melanjutkan pekerjaan nya sendiri sementara menunggu Najwa belanja.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰