My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 32


__ADS_3

Setelah selesai sarapan sate langganan, mereka melanjutkan perjalanan ke rumah ibu kandung Sindy.


"Sudah selesai sayang? Apa mau nambah lagi?." tanya jack kepada Sindy, karena ia tahu selama istrinya menyusui nafsu makan nya bertambah dari sebelumnya.


"Tidak. sudah cukup." Sindy menolak karena melihat Lea sudah sangat kepanasan.


"Yakin ngak mau nambah nanti laper loh." ucap jack kepada Sindy.


"Sudah sayang cukup, ini Lea sudah kepanasan dan seperti nya dia sudah bosan di sini." jawab Sindy sambil melihat Lea.


"Babakebeya." tiba-tiba Lea menyaut seperti Bapak bayar bunyi nya.


"Haha Lea bertanya sayang bapak bayar gitu. Padahal ia bilang kamu ayah bukan bapak." ucap Sindy sambil tertawa.


"Benar ya sayang? Lea sudah bosan ya. mak lama ya kan Nak, makan 1 porsi aja lama ya nak." jawab jack sambil mengajak Lea bicara.


"Babaci." Lagi-lagi Lea menyaut dengan bahasa planet nya.


Lea meminta Sindy untuk menggendongnya sambil mengarahkan kedua tangan nya kepada Sindy.


"Yang, Lea minta di gendong itu." ucap jack.


"Iya sebentar, mak pasang gendongan Lea dulu ya Nak." jawab Sindy sambil memandang Lea.


Tetapi Lea tetap saja meminta dan merengek karena menunggu terlalu lama.


"Sabar ya sayang, Mak lagi pasang gendongan hana ya." ucap jack berbicara kepada Lea.


"Haa, sini sayang, Mak sudah selesai, sekarang waktunya Lea naik." Sindy menggapai Lea dan mengangkatnya masuk ke dalam gendongan nya.


"Yey.. kita ke rumah Nenek." ucap jack dan pergi ke kasir untuk membayar semua pesanan mereka.


"Berapa mas?." tanya jack ketika sampai di depan kasir.


" Semua nya Rp. 42.000 pak." jawab penjual sate itu.


"Ini mas." ucap jack sambil menyerahkan uang kepada penjual satenya.


"Ini mas kembaliannya, terimakasih pak." jawab si penjual sate tersebut sambil mengembalikan uang sisa jack.


"Terima kasih kembali mas." jack dan Sindy langsung keluar dari tempat tersebut dan langsung melanjutkan perjalanan mereka.


Ketika sedang memasang helm, HP Sindy berdering dan itu adalah telpon dari Dinda adiknya.


"Ya hallo. Ada apa din?." tanya Sindy to the point.

__ADS_1


"Sudah sampai mana kak?." tanya Dinda yang mengetahui kalau Lea keponakan nya akan segera sampai ke rumah ibu kandung Sindy.


"Kami singgah sarapan tadi, sekarang sudah mau on the way kok." jawab Sindy.


"Oke. kalian hati-hati ya di jalan, soalnya di sini baru reda hujan jadi jalan nya pasti licin." ucap Dinda mengabarkan kalau saat ini jalanan licin.


"Oke siap."


"Sayang, jangan ngebut ya, kata Dinda di sana baru saja reda hujan nya, jadi jalanan pasti licin." ucap Sindy kepada jack.


"Iya sayang, siap." jawab jack


***


Sesampainya di rumah ibu Sindy, Ibu nya langsung menghampirinya dan ingin membantu Lea keluar dari gendongan nya.


Tetapi Lea menolak karena belum terlalu akrab dengan nenek dari sebelah Sindy.


"Assalamualaikum." ucap Sindy dan jack ketika sudah sampai di pintu rumah ibunya.


"Waalaikum salam. mereka di sambut baik oleh ibu Sindy dan ingin membantu Lea keluar dari gendongan.


Tetapi Lea menangis karena ia lupa kalau yang sedang menyambutnya adalah Nenek nya, Ibu dari Mak nya sendiri.


"Uuuaaaa." tangis Lea ketika baru masuk rumah Ibu Sindy.


"Nenek sayang, kenapa nangis sih. Bentar ya Lea turun dulu, habis itu nyemen ya." ucap Sindy merayu Lea.


"Iya, kenapa menangis, nenek tidak makan orang loh cu." ucap nenek yang tidak sempat mengambilnya dari dekapan Sindy.


"Mungkin belum bu, belum beradaptasi Lea nya." saut jack kemudian.


"Iya, belum, Lea masih perlu mengenal lingkungan baru nya lagi." jawab Ibu Sindy.


"Iya, paling lama sore nanti, pasti Lea sudah mau di ajak main tu." jawab jack sambil mengangkat tas bekalan mereka.


"O ya sayang, sudah kabari ibu dan ayah belum di sana kalau kita sudah sampai rumah." ucap Sindy mengingatkan jack.


"Iya, belum di beritahu." jawab jack.


"Tu kan lupa." ucap Sindy.


Jack langsung menelpon ibunya untuk memberitahu kalau mereka sudah di rumah ibu Sindy.


Drrrt.. Drrrt.. Drrrt..

__ADS_1


"Hallo." jawab ibunya.


"Hallo bu, sekarang kami sudah sampai di rumah ibu." ucap Jack memberitahu ibunya


"Oh syukur lah. rewel ngak Lea nya?." tanya ibu mertua Sindy.


"Tidak bu, sepanjang jalan Lea terdiam, ia menangis hanya kepanasan saja bu." jawab Jack.


"Mana Lea sekarang? mau tidak Lea di gendong neneknya di sana?." tanya ibu mertua Sindy lagi.


"Belum bu, Lea masih belum mau di gendong siapa pun. Mungkin belum terlalu ingat dengan Nenek dan kakeknya. Bu udah dulu ya, nanti baru lanjut lagi." jawab Jack dan mengakhiri telpon nya.


"Iya iya."


***


"Dinda kemana bu kok ngak keliatan?." tanya Jack setelah menutup telponnya.


"Ada, mungkin baru mandi kali, soalnya tadi dinda bilang mau mandi." jawab ibu Sindy.


"Oh belum mandi ternyata kamu ya din." saut Sindy dengan keras sehingga terdengar oleh dinda yang sedang di kamar mandi.


"Iya, emang kenapa? kan tadi hujan di sini." jawab Dinda saat masih di kamar mandi.


"Mentang-mentang hujan jadi mandi nya siang ya!." ucap Sindy lagi.


"Dingin kali tadi mau mandi Yang." saut Jack


"Ah itu emang kebiasaan dinda kok, kalau udah ada orang baru ia ngilang ke kamar mandi dengan alasan mau mandi, dan kebetulan memang mau mandi. Dasar busuk." ucap Sindy mengejek Dinda adiknya.


"mm... mulai deh, kalau ketemu adik nya pasti ngoceh aja." jawab Jack.


"Iya, biasa itu Jack, harap di maklumi ya." pinta ibu Sindy kepada Jack.


"Iya, tidak masalah itu. nama nya anak muda lagi libur sekolah pasti malas-malasan ya kan." jawab jack.


" iya benar sekali, jadi tambah malas." ucap Ibu mertua jack.


"Sayang kalau mau istirahat ya istirahat aja, lumayan perjalanan kita kan." ucap Sindy meminta jack untuk istirahat.


"Iya jack istirahat saja dulu." saat Ibu mertuanya kemudian.


"Oh iya bu."


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2