My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 6


__ADS_3

Sindy membiarkan Jack makan bersama orang tua mereka, meskipun ia sudah selesai menyusui debay.


Ketika Jack selesai makan, langsung membawakan makanan kepada Sindy.


"Sudah lama ya selesainya dedek nya nyusu?." tanya Jack ketika masuk ke kamar sambil membawa makanan untuk Sindy.


"Tidak, baru beberapa menit." jawab Sindy santai.


"Kenapa tidak memanggil ku, kan jadi nya kelaparan." tanya nya kembali.


"Kan baru beberapa menit selesainya, ya biar kamu dan yang lain bisa menikmati makanan nya dong sayang. Terimakasih ya makanan nya." ucap Sindy sambil mengambil makanan yang di serahkan Jack kepadanya.


"Lain kali, panggil saja ya, kamu ka menyusui. Tidak boleh berlama-lama makan nya, nanti masuk angin dan debay nya juga ikut masuk angin!." Jack masih saja mengingatkan Sindy.


"Iya iya. Lihat Nak, ayahmu bawel sekali." sambil memandang si bayi.


"Ya sudah, selesaikan dulu makan nya." ucap Jack tanpa Senyum.


"iya sayang, jagain ya dedek nya. semoga dia eek ya, biar ayah nya belajar bersihkan, 😅." ucap Sindy makan sambil bercanda.


"Sayang ayah, kalau mau eek, tunggu ibu nya selesai makan ya, tangan ibu lebih bersih kalau urusan yang satu itu."


"Sembarangan!." jawab Sindy.


Kemudian Ibu Sindy masuk ke kamarnya, karena untuk sementara ibunya tidur di kamar Sindy juga.


"Bangun ngak dedeknya?." tanya Ibu Sindy sambil mendekati bayi.


"Tadi bangun, sekarang tidur lagi karena sudah disusui." jawab Jack yang sedang menjaga.


"Cepat nya ibu selesai makan, jangan malu bu." ucap Sindy karena merasa ibunya baru sebentar keluar makan tiba-tiba sudah masuk lagi ke kamar.


"Eh sudah lama kok. Kamu saja yang tidak sadar karena terlalu asik menyusukan dedek nya. jawab Ibunya


" Ngak juga, lagian dedek nya cuma mau ngemil saja, tapi ngemil nya dari ASI."


"Iya Bu, kok buru-buru selesai makannya, Jangan-jangan ibu belum kenyang ni, terus di udahin gitu aja." ucap Jack menyusul.


"Tidak. Ibu memang sudah kenyang, makan nya banyak kok." jawab Ibunya lagi.


"Alhamdulillah kalau ibu sudah kenyang, jangan sungkan ya bu, anggap saja rumah sendiri." ucap Jack lagi.


"Iya."

__ADS_1


"Ini yang tolong di simpan ke dapur, aku sudah selesai makan." ucap Sindy setelah menghabiskan sepiring makanan.


"Ngak nambah lagi yang?." tanya Jack.


"Ngak boleh nambah." jawab Sindy.


"Kenapa tidak boleh, boleh lah. mau nambah ngak, aku ambilin." tanya Jack serius.


"Sudah di bilang tidak boleh sayang, sudah takarannya begitu, cukup 1 piring saja." jawab Sindy meninggi.


"Loh kok begitu, boleh lah kalau mau nambah, nambah ya nambah aja."


"Jelasin bu, susah bilangnya ke abang." Sindy kesal dengan pertanyaan Jack.


"Lah kok marah." sambil tersenyum.


"Adat kita memang begitu Jack, makanya biasa ibu ambilin Sindy nasi setelah melahirkan ini lebih banyak dari porsi biasanya, kalau mau di habis kan ya bagus, tapi kalau tidak juga tidak apa-apa, karena selama 40 hari, ambil nasinya cukup sekali saja. Kalau sudah lewat masa pantangan, tidak akan jadi masalah kalau mau nambah." jawab ibu memberi penjelasan kepada jack.


"Oh begitu bu, pantas saja Sindy selalu makan porsi segitu, untung-untung habis." jawab Jack.


"Iya sayang, begitulah kira-kira." ucap Sindy ikut bicara.


"Oke deh, aku mau simpan ini dulu." Jack kemudian pergi setelah mendengar penjelasan ibu mertua nya.


"Iya."


"Apa kalian sudah memikirkan nama untuk anak kalian Sin?." tanya Ibunya dan di dengar Jack yang mau menghampiri mereka kembali.


"Belum bu, dulu sempat diskusi tentang nama yang cocok untuk anak perempuan kami, tapi terlalu banyak mempersiapkan nama, jadi belum ada keputusan yang tepat siapa nama debay nanti." jawab Sindy.


"Terlalu banyak jadi pusing, jangan terlalu panjang memberinya nama, nanti ketika sekolah ia akan kebingungan mau menulis namanya yang panjang itu." ucap Ibu


"Iya benar itu bu, kalau kepanjangan menghapus dan menulis nya nanti susah ketika mau ujian. jawab Jack.


" Iya, kalau ujian waktu nya habis untuk menulis nama saja, He." ucap Ibu kembali.


"Tenang saja bu, kami tidak akan memberi nama sepanjang yang Ibu kira." Saut Sindy.


"Ngomong-ngomong soal nama Yang, ad beberapa rekomendasi ni, Ada salsabila dan kesya Azzahra atau..... " ucap Sindy sambil berpikir nama yang lain.


"Salsabila, itu bagus sih, tapi tetangga kita, anak nya ada yang bernama salsabila, nabila juga ada. Kesya? hm...Sebenarnya aku pengen nya Najwa saja." jawab Jack.


"Najwa apa? Najwa saja Gitu?." tanya Sindy kembali.

__ADS_1


"Sebentar aku mikir dulu." jawab Jack sambil berpikir.


"Najwa saja juga bagus kok, ketika ujian sekolah nanti ia dengan mudah menyelesaikan penulisan nama." Tiba-tiba ibunya ikut nimbrung karena posisi ibu nya dengan mereka sangat dekat.


"Sindy pengen nya di belakang nama nya ada Azzahra nya saja, nama depan nya terserah deh, kalau kamu mau nya Najwa ya tinggal di gabung saja menjadi Najwa Azzahra. Bagaimana sayang?." Sindy meminta pendapat kembali kepada jack.


"Hm... Tidak.. tidak.. tidak.. tidak." tiba-tiba Jack menolak.


"Kenapa?." tanya Sindy dan ibu serentak.


"Eh jadi barengan jawab nya." ucap Sindy sambil menoleh kepada ibunya dan Sindy tersenyum.


"Aku baru ingat kalau Najwa itu nama anak teman ibu di sini. Ganti saja lah, terserah kamu saja lah sayang, yang penting jangan samaan dengan orang nama anak kita." jawab Jack menyerah.


"Ada lagi yang sama, jadi mau di ganti apa ya???." sambil mengangkat tangan dan meletakkan di posisi bawah dagu dengan gaya berpikir.


Setelah beberapa menit berpikir, Sindy akhirnya mendapat ide.


"Sayang." panggil Sindy.


"Iya, kenapa?." tanya Jack penasaran.


"Bagaimana kalau nama anak kita Azalea Azzahra? aku yakin tidak ada yang sama di sekitar rumah kita. Ya kan?." Sindy meminta pendapat Jack kembali.


"Wah, bagus itu Sin." ibunya Sindy setuju dengan ide Sindy barusan.


"mmm... Sepertinya memang tidak ada sih yang sama dengan nama disekitaran rumah ini. Azalea Azzahra, Oke boleh deh." ucap Jack.


Akhirnya setelah beberapa kali mengganti nama untuk anak nya, mereka pun mendapatkan nama untuk anak mungil mereka.


"Hai... Azalea Azzahra." panggil Sindy lagi.


Tiba-tiba si bayi menggerakan tubuh nya, dengan gerak tubuh yang kegirangan seperti senang mendengar nama itu.


"Wah, lihat bu, sayang, dedek nya senang dengan nama itu." ucap Sindy tersenyum senang melihat respon si bayi.


"A..tu.. tu.. tuu.. tu.. tu.. tu.. sayang ayah, mau namanya Azalea?." ketika di tanya kepada bayi sambil memandang bayi, lagi lagi bayi nya merespon dengan bibir yang tersenyum tipis.


"Tu kan sayang dia senyum." Sindy sangat senang dan tidak menyangka kalau bayinya akan seperti itu.


"Harus sering mengajaknya bicara itu Sin, respon nya cepat banget, anak pintar." ucap Ibu kandung Sindy sambil mengelus kepala bayi.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2