My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 51


__ADS_3

Satu sampai enam bulan usaha Sindy berjalan lancar meskipun di tengah kesibukannya menjaga si kecil, ia tetap semangat mempromosikan dan sempat beberapa kali menikmati keuntungan nya.


"Rasa nya senang sekali sayang, bisa menjaga anak dan sambil jualan, dan bisa jajan dengan uang sendiri." ucap sindy kepada Jack.


"Syukurilah jika kamu senang, yang penting anak kita tidak terabaikan." Jack mengingatkan agar sindy tidak hanyut karena usaha nya, yang dikhawatirkan Jack jika sindy sibuk, maka yang jadi korban lea.


"Tidak sayang, kan kerjaan ku santai ngak banyak. Jadi masih aman kok." jawab sindy sambil tersenyum.


"Bagus deh. jangan sampai anak kita kurang perhatian saja sayang." pinta jack.


"Iya sayang, tenang saja." jawab sindy.


Meskipun jawaban sindy tanpa menenangkan, tapi tetap saja Jack merasa takut jika anak nya tidak di perhatikan jika sedang banyak pekerjaan.

__ADS_1


"Sayang, tapi kalau kamu mau di rumah saja dengan pekerjaan rumah itu lebih baik, karena kalau kamu sibuk dengan bisnis mu, aku takut kamu lelah dan kurang memperhatikan lea nantinya. Apalagi sekarang lea semakin aktif dan bisa berjalan sendiri, lengah sedikit itu akan membahayakan dirinya dan kejahatan sekarang meraja lela sayang." Jack masih meminta agar sindy lebih fokus dengan pekerjaan rumah dan anak nya.


"Sayang, dulu aku pernah bekerja di luar dan mendapatkan upah, meskipun jumlah nya kecil tapi aku senang bisa beli keperluan pribadi menggunakan uang sendiri, ini kan aku kerja nya di rumah, tidak keluar, jadi lea masih dalam pengawasan ku sayang." sindy mencoba memberi pengertian.


"Apa uang yang ku berikan kurang cukup sayang untuk membeli keperluan mu?." tanya Jack sedikit kecil hati mendengar perkataan sindy yang terkesan menyinggung nya sebagai suami.


"Bukan begitu. Yang kamu berikan sudah cukup. tapi alangkah lebih baik jika uang penghasilan ku nanti di tabung untuk masa depan lea, atau mungkin untuk keperluan kita di masa depan. Ya kan?."


Tetapi sindy tetap saja ngotot ingin melakukan apa yang membuatnya mendapatkan uang lebih.


"Iya sayang, akan ku pikirkan lagi kedepan nya. untuk saat ini aku masih menikmatinya sayang. Tolong dukung aku agar usaha ku sukses." pinta sindy.


Apa yang di katakan Jack sebenarnya ada benarnya. di umur Lea yang masih balita, memang perlu istirahat yang cukup, semenjak sindy fokus dengan bisnisnya, lea akhirnya kurang tidur dan ketika menjelang maghrib ia selalu rewel karena kurang tidur.

__ADS_1


Selama 6 bulan sindy menjalan kan bisnis nya bersama Najwa, yang sering ada di kios selalu sindy sedangkan najwa masih sibuk dengan kuliahnya, akhirnya lea yang harus ia korbankan.


"uuuuuaaaa." Lea menangis ketika adzan ashar, Lea merasa sangat ngantuk saat itu.


"Kenapa sayang?." tanya sindy.


Tetapi pertanyaan itu tidak akan ada jawaban karena Lea belum bisa mengatakan kalau ia sangat mengantuk dan perlu tidur.


Sindy membiarkan selama beberapa minggu, tetapi setiap hari di jam yang sama ia selalu begitu, dan akhirnya sindy teringat dengan perkataan Jack tentang perhatian nya kepada Lea nanti jika ia sibuk dengan bisnis nya.


Batin Sindy, "Apa yang di katakan nya benar, Lea selalu rewel karena kurang tidur jika aku sibuk dengan bisnis ku, apa sebaiknya aku off dulu ya. Sampai Lea tumbuh besar."


Pikir Sindy untuk mengakhiri bisnis nya sementara waktu.

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2