My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 145


__ADS_3

Pada malam hari, najwa merasa lapar dan memesan burger terdekat. Tiba-tiba ia bertanya kepada sindy.


"Maklong, mau pesan burger ngak? Najwa pesan mumpung ada yang mau antar?." tanya najwa kepada sindy, entah itu hanya basa-basi saja, mengingat pesan kakek nya kepada Sindy.


"Oh boleh deh, pesen burger sapi deh. 1 aja." jawab Sindy menyikapi seperti biasa.


Meskipun perasaan Sindy masih terasa janggal dengan sikap nya yang berubah drastis.


"Oke." Najwa langsung memesan kembali sesuai permintaan Sindy.


Batin Sindy, "Aneh, kok tiba-tiba bersikap baik-baik saja, padahal tadi sore masih ngak karuan wajah nya najwa, tapi sudah lah, itu lebih baik."

__ADS_1


Sindy mengikuti permainannya, sindy mencoba untuk bersikap biasa saja di depan semua orang yang ada di sekitar nya.


Ketika sindy sedang makan, dan saat itu najwa sedang di kamar, Tiba-tiba ayah mertuanya mendekati Sindy sambil membersihkan sesuatu.


"Bagaimana sikap najwa kepada mu Sin? apa sudah lebih baik dari kemarin?." tanya ayah mertuanya.


"Alhamdulilah sudah ayah, sudah mau bicara najwa, tapi beberapa hari yang lalu sindy merasa ada yang sedang di marah kan najwa kepada sindy yah." jawab sindy mengutarakan perasaan nya.


"Oh jadi ayah yang bicara sama najwa? pantes saja ia berubah drastis. kalau menurut sindy sih yah, najwa marah karena di minta antar bujet ketika dia sedang sibuk-sibuknya, karena dari hari itu ia sudah berubah selama 4 hari, dan setelah ayah bicara baru dia mau menegur sindy. Jujur sih yah, sindy merasa tidak enak dengan sikap najwa, apalagi sindy adalah orang baru di rumah ini, sampai-sampai kemarin sindy bilang ke abang, kalau saja kami punya rumah sindiri, mungkin saja sindy akan pulang yah, karena sindy tidak bisa berhadapan dengan orang seperti najwa ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja." jawab sindy sedikit berkaca-kaca dan mencoba melindungi nya dari ayah mertuanya.


"Terus ayah lea bilang apa?." tanya mertuanya lagi.

__ADS_1


"Ya dia bilang, lihat dulu bagaimana keesokan harinya, jika masih seperti itu dan mungkin lebih parah, kita akan bicara kepada nya dan kalau perlu bilang kepada ayahnya, dia itu belum pernah kena marah." jawab Sindy.


"Iya betul, memang tidak pernah kena marah najwa, tapi jangan sampai ayah nya tahu, kalau ayah nya tahu, najwa pasti kena marah habis-habisan. Kasihan." ucap ayah mertua nya yang mencoba membela cucu kesayangan nya.


"Iya, tidak, semoga tetap membaik kedepan nya. " harapan Sindy karena akan lebih lama tinggal bersama dengan keponakannya.


" Tampak sekali kedua mertua ku sangat menyayangi cucunya, bahkan biaya kehidupannya saja mereka yang tanggung. Aku heran suami ku sama sekali tidak pernah membahas jika ia merasa iri atau tidak kepada ponakannya yang selalu mendapatkan apa yang seharus nya suamiku dapatkan." Batin Sindy.


Hari demi hari berlanjut, semua tampak baik-baik saja, tetapi 1 yang tidak pernah najwa ikuti lagi, yaitu ia tidak lagi mencampuri urusan pembuatan buket dengan alasan ia sibuk dengan tugas kuliah nya.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2