My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 140


__ADS_3

Keesokan harinya di hari kedua najwa sangat sibuk dengan tugas nya, sampai-sampai ia tidak keluar kamar seharian.


"Bu, Najwa masih sibuk ya dengan tugasnya?." tanya Sindy karena seharian tidak melihat najwa keluar kamar nya.


"Seperti nya sih iya. Ada apa sin? Apa hari ini ada pesanan buket lagi?." tanya ibu mertua nya kembali.


"Ada sih pesanan buket, tapi hanya satu hari ini, dan orang nya ngambil langsung ke rumah, jadi Najwa ngak perlu antar bu." jawab Sindy


"Oh kirain ada buket yang mau di antar hari ini." ucap Ibu mertua nya lagi.


"Bu, aku mau tanya dong, Najwa kenapa sih kok ngak negur kalau lagi keluar kamar, dan mau tutup pintu aja sepertinya ya emosi, apa mungkin dia marah ya sama Sindy?." tanya Sindy kepada ibu mertuanya.


"Marah kenapa juga?, kamu sendiri kan tahu, Najwa itu memang begitu, kalau aku sih sengaja mengabaikan sikap najwa yang seperti itu, ntar juga baik sendiri dia." jawab ibu mertuanya yang sering kali menghadapi sikap najwa yang kekanak-kanakan.


"Iya sih, tapi aku ngak enak banget bu, apa lagi kan aku orang asing di sini, dan kalau lah kami punya rumah sendiri, hari ini aku akan pulang jika sikap najwa seperti itu kepada ku. Tapi ibu jangan kasih tau siapa-siapa lagi ya." pinta Sindy.


"Iya, mau bilang sama siapa juga." ucap Ibu mertuanya.

__ADS_1


"Ya mungkin sama ayah, ya kan bu?." ucap sindy


"Ngak lah, ngapain juga. Tapi kalau najwa masih bersikap seperti itu dalam jangka waktu yang lebih lama. Ya terpaksa ibu akan bilang ke ayah kamu, jadi ayah mu yang akan mengurus semua nya." jawab ibu mertua nya.


"Biarin saja lah bu, mungkin memang benar-benar tidak ada mood kali." ucap Sindy lagi.


"Iya, dia memang suka begitu sin, biarin saja dulu, sampai dia yang tegur." ucap Ibu mertua nya mengulangi lagi.


Sindy terdiam, dan kembali menemani lea yang lagi asyik main beberapa boneka mini milik nya.


"cucing." ucap lea sambil menunjukkan boneka kucing yang ia pegang.


"Warna apa itu sayang." tanya Sindy untuk mengajak lea mengingat semua yang pernah ia ajar kan kepada lea.


"Kuning." dan kebetulan yang lea pegang boneka berwarna kuning.


"Wah benar, lea pintar." ucap Sindy sambil bertepuk tangan menunjukkan kegembiraannya kepada lea.

__ADS_1


"Asyik." jawab lea dan mengangkat kedua tangan nya sambil menggoyang kan kedua nya.


"Pintar nya anak mak, sini sayang dulu." ucap Sindy lagi sambil menadahkan kedua tangannya agar lea menghampiri nya.


"Uuuummmaaach." kecupan tersayang di berikan kepada putri pertama nya itu, yang sekarang sudah tumbuh besar dan pintar.


"Oke, sebagai hadiah nya, nanti kita jalan-jalan bersama ayah, beli ice cream. ayo! beli apa?." tanya Sindy mencoba mengajak lea mengatakan apa yang ia katakan.


"Aaii kiem." jawab lea.


"Ice cream bukan aaikiem. ayo beli apa?." tanya Sindy sekali lagi.


"Aaikiem." jawab lea tetap sama.


"Haha lea lea. tunggu ayah pulang ya kita pergi beli." ucap Sindy.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰

__ADS_1


__ADS_2