
"Ngarep bisa punya pembantu, ujung-ujung nya ketika ke rumah mertua ngak tahu apa-apa." ucap nenek kepada Najwa.
"Biar lah haha. Najwa mau tidur lagi, ngantuk. sejuk lagi tu." jawab Najwa dan pergi meninggalkan ocehan nenek nya.
"Sudah siang ini Najwa, coba cuci piring atau cuci pakaian saja, jangan tidur terus." Pinta Ibu mertua sindy.
"Biar sindy saja nanti bu." ucap Sindy menawarkan.
"Maklong saja yang cuci nanti Nek, hehe ya kan maklong." saut Najwa saat itu.
"Ehm." jawab Sindy sambil tersenyum.
Terkadang Sindy juga merasa kesal, semenjak ada Sindy di rumah itu, selalu Sindy yang mencuci piring dan menyapu lantai, sedang kan Najwa, bisa di katakan hanya beberapa kali saja.
Bagaimana tidak kesal, ia sama sekali tidak berkeinginan untuk bergantian saja kerja rumah nya.
"Lihatlah, memang malas Najwa itu." ucap Ibu mertua nya lagi.
"Tidak apa bu, biar Sindy saja yang kerjakan, lagian cuma sedikit kok." jawab Sindy.
__ADS_1
Setiap hari, ketika bangun tidur, yang ia dahulukan adalah cucian piring dan sapu lantai, jika tidak begitu, Ibu mertua nya pasti bilang sesuatu.
"Ayo Lea sama Nenek saja , kita maing rumah kakak di sana!." ibu mertua mengajak lea pergi agar semua piring dan lantai segera di bersihkan.
"Sama nenek saja ya nak, mak mau cuci piring dulu." ucap Sindy mengatakan kepada lea.
Tanpa menolak lea pun mau di ajak pergi main ke rumah tetangga di samping rumahnya.
Ketika Ibu mertua dan Lea pergi, Sindy langsung menyalakan mesin air untuk mengisi wadah untuk mencuci piring yang sangat berserakan dengan kotoran berlemak.
Setelah selesai mencuci piring, Sindy melanjutkan pekerjaan nya dengan mengambil sapu untuk menyapu seluruh ruangan.
"Sudah selesai ya Sin, aku benar-benar tidak tahan sekarang, rasa nya pengen BAB." ucap Ibu mertua yang spontan.
"Oh iya-iya, sini sama mak yuk!." ajak Sindy ketika berlari menghampiri lea, begitupun juga mertuanya yang berlari menuju toilet.
"Sini, nyapu sama mak ya." Sindy mengajak lea untuk menyapu, dengan cepat ia mengambil sapu ibunya beserta isinya.
Kemudian Lea mendorong menarik sampah dan debu yang sudah di sapu oleh Sindy.
__ADS_1
"Lea jangan di dorong tarik begitu, Lea sapu sebelah sana ya." pinta Sindy kepada Lea yang tidak peduli dengan perkataannya.
Tetapi kea tetap dengan keinginannya untuk menyapu bersamaan dengan Sindy di tempat yang sama.
Akhirnya semua debu yang sudah Sindy sapu, berantakan kembali karena lea yang menyapu nya dan di bawa ke tempat yang sudah Sindy sapu.
"Ampun lea, mak bilang jangan di dorong ke sini lagi dong. tampaknya mak harus sapu ulang ni." ucap Sindy.
"Aduh, habis berantakan lagi tu. yok ikut nenek lagi yok, kita tunggu sayur." ucap Ibu mertua Sindy setelah BAB.
"aaa ikut nenek tunggu sayur nak. Kikik yok yok yok." ucap Sindy juga.
"Yok." mendengar tunggu sayur. lea langsung melepaskan sapu yang ia pegang.
Ibu mertua Sindy langsung menggendong lea dan membawa nya keluar rumah.
Lea sangat senang jika tukang sayur datang dan berhenti di depan rumahnya, yang paling pertama ia ingin kn adalah
susu kemasan.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰