
Setelah mendengar ibu mertua nya bicara Sindy segera mengambil air untuk dipanaskan.
"Ayo kita mandi sayang!." ucap Sindy dan pergi menghangatkan air untuk Lea mandi.
"Mau mandi ya? Awal Lea mandi nih." ucap jack bercanda karena hari biasanya Lea mandi agak siang karena ia bangun juga siang.
"Iya dong yah, Lea harus mandi awal kan mau ke rumah nenek, nanti hujan kalau lama." ucap Sindy seolah Lea yang bicara kepada jack.
"Iya nanti hujan kalau lama bersiap nya, barang-barang sudah di kemas apa belum?." tanya ibu mertua dan ayah mertuanya.
"Sudah." jawab jack.
Batin Sindy, " takut banget juga kami mau berangkat siang."
Sindy sebenarnya kurang suka dengan sikap mertua nya yang terlihat mengatur mereka yang sudah berkeluarga.
"Yang nama nya tinggal dengan mertua ya memang harus mengikuti aturan di rumah tersebut, kecuali kalau di rumah sendiri." batin Sindy lagi dengan wajah sedikit cemberut.
"Ada apa sayang? kenapa wajah mu seperti itu?." tanya jack curiga pasti Sindy merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan bagi nya.
"Tidak. kamu mandi lah sekarang, Lea juga mau mandi nih. Nanti selesai Lea baru aku, dan kamu jaga Lea sambil menunggu aku selesai mandi." pinta Sindy mengalihkan pembicaraan nya.
"Iya. Tapi kenapa wajah mu seperti itu sayang?." tanya jack sekali lagi.
"Ada apa dengan wajah ku. ini biasa saja kok." jawab Sindy kepada jack.
"Tidak. aku yakin ada sesuatu yang membuat mu begini." ucap jack sambil mengambil handuknya.
"Sudahlah. pergi mandi saja sana. ke buru hujan loh." jawab Sindy santai dan berusaha terlihat baik-baik saja.
"Iya." jack kemudian meninggalkan Sindy dan berhenti bertanya.
Setelah selesai memandikan Lea dan menyiapkan pakaiannya, Sindy bergantian dengan jack yang juga selesai mandi.
Selesai bersiap, tanpa menunggu lama mereka bertiga pun pergi.
__ADS_1
"Sudah siap sayang?." tanya jack yang sudah siap mau berangkat.
"Bentar sayang, tolong ambilin gendongan Lea di atas lemari ya!." pinta Sindy
Jack pergi mengambil gendongan Lea itu, setelah semua siap mereka pun berangkat.
"Dada nenek, kakek. Salam dulu nak sama nenek dan kakek." ucap Sindy kepada Lea, Lea pun mengikuti perkataan ibunya.
"Sini dengan Nenek." ucap Ibu mertua yang menjahili Lea, Lea menolak dan takut nenek nya melepaskan ia dari delapan ibunya, karena Lea tahu kalau ia akan pergi.
"Haha, ngak mau dia, tahu sekali kalau mau pergi." ucap kakek yang menyaksikan tingkah Lea cucunya.
Saat itu najwa tidak berada di rumah, karena kuliah jadi ia terpaksa mengekost dan tidak bertemu Lea selama beberapa minggu ketika ia libur.
"Kami berangkat dulu bu, ayah. Assalamualaikum." ucap Sindy dan jack.
"Waalaikum salam." saut Ibu dan ayah mertuanya.
Sepanjang perjalanan Lea tertidur dan tersadar ketika mau sampai di rumah nenek dari ibunya.
Karena mereka berangkat masih pagi dan dingin banget, jadi Lea enak tidur nya sambil memeluk ibunya.
"Boleh sayang, kita kan belum sarapan tadi." jawab jack menyetujui.
"Oke sayang, kita sarapan dulu, biar tidak kelaparan nanti, soalnya lumayan jauh perjalanan kita." saut Sindy lagi.
"iya sayang." jawab jack santai.
Sindy sendiri sangat menikmati perjalanannya, karena setiap hari hanya berdiam diri di rumah, meskipun hanya duduk di atas motor sambil melihat pemandangan, Sindy sangat senang.
20 menit kemudian mereka tiba di depan penjual sate langganan mereka.
"Kita sampai sayang." ucap jack dan berhenti tepat di depan penjual sate tersebut.
"Lea nya tidur sayang." jawab Sindy.
__ADS_1
Tetapi ketika Sindy turun dari sepeda motornya, Lea pun tersadar dan melihat ia sudah berhenti sambil melihat keramaian.
Lea tersenyum kepada Sindy setelah membuka matanya.
"Lea senyum sayang!." ucap Sindy kepada jack.
"Mungkin Lea senang melihat orang-orang sayang. biasa nya kan selalu di rumah tidak pernah keluar." jawab jack menuju si penjual.
"Sama seperti mak nya, iya kan?." saut Sindy sambil tertawa.
"Iya." jawab jack sambil mengejak istrinya sendiri.
***
"Mas, pesan sate nya 2 ya! minum nya teh hangat 1." ucap jack kepada penjual sate.
"Teh hangat nya jadi 2 mas." saut Sindy juga menambah menu minuman yang sama kepada penjual sate nya.
"Oke siap." jawab penjual itu dengan semangat.
"Wah, mas nya semangat sekali ya sayang." ucap Sindy sambil tertawa di belakang si penjual.
"Ssstt... kamu ini, bagus dong dia semangat, rezeki nya juga berkah." jawab jack.
"Lucu aja Yang lihat nya." saut Sindy lagi.
Sedangkan Lea, ingin bermain tetapi Sindy memberikannya HP untuk nonton upin dan ipin agar Lea tidak berjalan kemana-mana.
"Ssttt.. dia datang." ucap jack
"Silahkan!!." ucap penjual sate telah menyajikan pesanan Sindy dan jack.
"Terimakasih." saut jack dan Sindy bersamaan.
"Selamat makan sayang." ucap Sindy.
__ADS_1
"Iya." jack yang super cuek.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰