
Beberapa menit, jack memberi waktu Sindy untuk sendiri, menenangkan perasaan.
Setelah ia tenang, barulah jack ajak Sindy untuk bicara membahas topik lain.
"Sin, besok mau ikut panggilan tidak? ada tetangga kita mengadakan acara pernikahan." tanya Ibu mertuanya ketika menghampiri Sindy di kamar.
"Oh iya bu, jam berapa mau pergi besok?." tanya Sindy menghargai ajakan mertuanya.
"Seperti biasa jam makan siang Sin." jawab mertuanya.
"Baik bu." jawab Sindy
***
Keesokan harinya, mendadak Najwa tidak bisa ikut karena demam.
"Nek Najwa tinggal di rumah saja ya, rasanya Najwa pusing dan tidak enak badan nek." ucap Najwa yang tiba-tiba batal pergi.
"Oh begitu ya, tapi nenek ngak masak, kamu mau makan apa?." tanya neneknya.
"Gampang itu, nenek belikan Najwa gado-gado saja." jawab Najwa.
"Paklong belikan Najwa gado-gado dulu ya sebelum pergi." pinta Najwa kepada jack.
"Iya." jawab jack.
"Maklong, bagaimana kalau nanti Najwa menikah, Najwa mau tinggal di sini, tapi doi ngak mau." ucap Najwa tiba-tiba curhat.
"Tinggal rumah ayah dan ibu Najwa lah." jawab Sindy spontan.
"Eh maklong ni mau ngusir ya? ini kan rumah najwa." jawab nya dengan nada marah, karena ia tinggal memang dari bayi.
Batin Sindi, " ya Allah kenapa ponakan satu ini ngomong nya begitu dan sangat menyakitkan bagiku yang status nya orang asing di rumah ini, orang yang tidak punya ikatan darah."
"Oh kalau begitu cari rumah sendiri lah nanti." ucap Sindy kepada Najwa lagi sambil menunggu jack datang.
"Iiii maklong.. Nenek... maklong mau usir najwa." Najwa mengadu kepada neneknya.
Setelah mengadu kepada neneknya, lalu ia tersenyum.
__ADS_1
Sindy menahan rasa pedih itu, rasanya ia tidak sabar untuk mengatakan semua kepada jack dan segera ingin pergi dari rumahnya.
Ketika di beritahu kepada jack, respon nya tetap sama, tidak akan ada yang nama nya pindah rumah selain di rumah mertuanya menjaga orang tua suaminya.
Yang membuat Sindy kuat saat ini adalah Azalea, ketika ia bersedih, Azalea lah penghibur dari segala penghibur.
"Sayang, ada kontrakan yang murah loh yang." ucap Sindy memancing agar jack mau membahas soal tempat tinggal lagi.
"Kenapa memang nya? mau ngontrak?." tanya jack dengan nada tidak enak di dengar.
"Ya seharus nya begitu saja, selagi belum punya rumah sendiri. Biar lebih leluasa." pinta Sindy.
"Apa kamu tidak kasihan dengan orang tua ku, kalau terjadi sesuatu tidak ada yang memperhatikannya." ucap jack membuat Sindy malas membahasnya.
"Terus kamu ngak kasihan dengan aku, aku di sini ngebatin, coba kamu di posisi aku." jawab Sindy.
"Memangnya ada apa? apa ada seseorang yang bicara aneh kepada mu lagi?." tanya jack.
"Kalau aku bilang, apa kamu akan percaya dan membela ku, apa kita bisa pindah dari sini? aku rasa tidak, percuma saja aku mengadu." jawab Sindy.
"Ada apa lagi ini?." tanya jack sekali lagi.
"Sudah lah sayang, aku rasa jika aku mengatakannya, semua akan percuma." Sindy merasa kecewa dengan keadaan ini.
"Atta." jawab Lea membuat Sindy tertawa karena ucapan Lea.
"Padahal mak lagi sedih, jadi nya ketawa dengar Lea bicara, Lagi-lagi Lea bilang atta." ucap Sindy sambil tertawa.
"Tadi sedih, sekarang ketawa." ucap jack ketika melihat Sindy tertawa.
"Lea yang telah membuatku tertawa." jawab Sindy.
"Apee." Tiba-tiba Lea mengucapkan kata yang berbeda."
"Aaaaa... Lea bilang apa tadi? sayang kamu dengar tidak?." tanya Sindy kepada jack karena posisi Lea sedang di pojokan saat bicara.
"Lea nanya kamu kali tadi tu sayang" jack mengejek Sindy.
"Ah kamu, mulai mengejek, jangan hanya ngejek dong, coba dikabulkan saja permintaan ku." ucap Sindy lagi-lagi membahas soal rumah.
__ADS_1
"Sayang, kita berdoa saja semoga keinginan di kabulkan tanpa menyakiti sesiapa pun di sini." jawab Jack.
"Pasti ada yang tersakiti dong." ucap Sindy dengan nada pelan nya.
Sepertinya jack mendengar tetapi ia tidak memperpanjang permasalahan itu, karena tidak ingin bertengkar lagi hanya karena masalah kecil.
Jack meninggalkan Sindy dan menghampiri orang tuanya sambil bercerita, tetapi Sindy mencoba untuk ikut mendengar, ia khawatir jika jack akan menceritakan apa yang saat ini Sindy permasalahkan.
Setelah ia dengar dengan tenang, Jack sama sekali tidak membahas hal tersebut kepada orang tuanya.
"Lagi apa Lea?." tanya ibu mertuanya kepada jack.
"Lagi main tadi bu, tadi Lea bilang "ape"? mungkin ia sedang bertanya kepada mak nya." jawab Jack.
"Ada kata baru lagi yang di ucapkan nya ya, Atta masih sering ngak keluar dari mulut nya?." tanya mertuanya lagi.
"Masih bu, tapi baru tadi ada kata baru yang keluar dari mulutnya.
" Semakin aktif ibu lihat Lea ya, harus lebih ekstra jaga Lea, ngak boleh di biarkan sendiri kalau main, ia pasti mencoba hal baru." ucap Mertua Sindy.
"Bagus lah bu semakin aktif." jawab Jack.
"Tapi capek juga jaga nya, terutama ibu ni sudah ngak kuat lagi untuk jaga. jangan dulu deh beradik, besarkan dulu Lea, umur 3 atau 4 tahun baru program lagi." ucap mertua menolak bercucu lagi.
Batin Sindy, " Padahal ibu ku menyuruhku untuk program lagi, selagi umur masih muda, dan masih mampu menjaga si bayi, kalau sudah tua nanti kewalahan."
"Iya bu, belum, nantilah baru di kasih adik lagi." ucap Jack mengiyakan perkataan ibunya karena ingin menjaga hati orang tuanya.
"Ini masih kecil banget, belum ngerti apa-apa." jawab mertua Sindy.
"Kalau maklong hamil lagi pulangkan ke agen ya Nek." saut Najwa membuat Sindy sakit hati.
"Balik kampunglah ya maklong nanti." jawab Sindy sambil memandang jack dan berpura-pura tersenyum, padahal di dalam hati terasa ada jarum yang menusuknya.
Mertuanya pun tertawa mendengar ucapan Najwa. Dibilang bercanda seperti serius, di bilang serius ya, seperti bercanda.
Tetapi itu sangat membuat Sindy sakit tinggal serumah dengan mertua dan ponakannya.
Batin Sindy, "Mengapa engkau tidak mengerti tentang perasaan ku, adakah sedikit engkau berpikir bagaimana perasaanku mendengar perkataan ponakanmu itu yang sangat pintar bicara."
__ADS_1
Berbagai cara telah Sindy lakukan untuk membuat jack yakin agar ia mau pindah di rumah lain. Tetapi semua sia-sia, ia tetap saja tinggal bersama dengan mertuanya.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰