My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 22


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, Lea mulai bisa memanggil ibunya dengan fasih.


"Mak." ucap Lea.


"Akhirnya, setelah sekian lama Lea bisa juga mengatakan mak, gitu dong, kan hati mak jadi senang." ucap Sindy yang sangat menunggu moment ini.


"Mak." Lea menjawab apa yang di katakan oleh Sindy selama ini.


"Nek, Lea sudah bisa bilang mak nek. Akhirnya maklong di sebut juga oleh Lea." ucap Najwa yang lebih dulu di sebut Lea.


"Tinggal Nenek dengan Kakek lagi yang belum bisa Lea ucapkan."


"Nenek." ucap Mertua Sindy mengajarkan kepada Lea.


Tetapi Lea tidak menjawab karena susah baginya untuk menyebutkan kata Yang baru lagi ia dengar.


Mertua Sindy tetap mencoba mengajarkan kepada Lea, dan ketika sedang mengajarkan, Lea pun mencoba untuk berjalan kembali meski masih belum terlalu tegap berdirinya.


"Nenek." ucap Mertua Sindy.


Lea tidak memperdulikannya, ia asyik sendiri berjalan tanpa diiringi.


Kemudian ayah mertuanya menghampiri lea dan meminta Lea juga mengajarkan sesuatu kepadanya.


"Coba bilang kakek sayang, Kakek!." ucap Ayah mertuanya, Lea hanya memandanginya karena ia sulit untuk mengatakannya.


"Kakek." ucap ayah mertuanya lagi.


"Belum bisa Lea bilang kakek, susah mungkin ya." ucap Ayah mertua Sindy sambil mengusap kepala di bagian ubun-ubunnya.


Kemudian Ayahnya meninggalkan Lea, dan meminta Sindy untuk menemani Lea berjalaan.


"Di iring Lea nya, takutnya terjatuh tiba-tiba nanti." pinta Ayah mertuanya.


Dengan cepat Sindy menghampiri Lea untuk di awasi dari dekat.

__ADS_1


"Lea, kakak mana kakak?." tanya Najwa.


Lea langsung memandang Najwa dan mengatakan, "Kakak".


"Kakak." ucap Lea.


"Iya sayang." kemudian mencium kedua pipi Lea dengar keras.


Hampir setiap mencium selalu dengar keras saking gemes nya dengan Lea putri pertaama jack dan Sindy.


"Kak, jangan kuat-kuat gitu ciumnya." ucap jack.


"Gemes paklong, pengen cubit boleh!." izin Najwa.


"Boleh, tapi paklong dulu yang cubit kakak." ucap jack.


"iiii.. ngak mau." jawab Najwa langsung menjauhi Lea.


"Makanya jangan kuat-kuat ciumnya, coba pelan-pelan saja." pinta jack kepada Najwa.


"Tapi ngak puas. Nek, paklong jahat sama Najwa." Najwa mengadu kepada neneknya.


"iiii.. Nenek juga gitu, jahat sama Najwa." Najwa pergi ke kamarnya, ia kesal karena di salahkan oleh orang terdekatnya.


"Marah dia tu." ucap mertua Sindy.


"Kan cuma kasih tau, jangan begitu cara mencium adik nya, ia pasti merasakan sakit juga, hanya tidak bisa mengatakan kepada kita." jawab jack tapi ibunya hanya terdiam.


Sindy pun diam, jika ia menjawab takut akan terjadi kesalah pahaman antara keluarga.


"Iya kan Lea? Lea sakit kan kalau di cium kuat begitu." ucap jack bicara dengan Lea.


Kemudian Lea mendekati sindy untuk menyusu karena haus.


Semenjak Lea berumur 1 tahun ia mulai susah makan, nafsu makan kurang, sudah berapa kali di beri vitamin dengan berbagai macam merk, tetapi ia tetap saja susah makan.

__ADS_1


Sebagai seorang ibu baru, Sindy sangat kesusahan, menu sudah di ganti tetapi Lea tetap saja susah makan.


"Sin, apa tadi Lea mau makan?." tanya ibu mertua yang hoby nya bertanya dan selalu menjadi alarm bagi Sindy.


"Ngak mau makan Lea, kasih bubur ngak mau, kasih nasi juga ngak mau." jawab Sindy juga merasa bingung.


"Belikan pisang saja nanti, meskipun ngak makan nasi tapi itu sudah mengenyangkan kok." ucap Ibu mertuanya.


"Tapi Sindy yang merasa belum puas kalau belum melihat Lea makan nasi." jawab Sindy dengan jujur.


Karena setiap bangun tidur, Lea selalu di tawar kan kue atau roti, sehingga ia sudah merasa kenyang jika harus di beri nasi.


"Nanti, jangan di kasih apa-apa dulu deh, biar mau makan nasi meski sedikit saja." ucap Sindy mengingatkan.


Hampir setiap hari Sindy mengingatkan, tetapi setiap ingin memberi makan Lea, lambat 2 menit saja Lea sudah di beri sesuatu oleh ibu mertuanya.


Terkadang Sindy kesal, sampai harus mengadu lagi kepada suami tentang hal yang sama, dan ingin pindah rumah hanya karena masalah kecil bagi jack.


"Sayang, hari ini Lea belum makan nasi sama sekali, padahal tadi aku sudah ingin menyiapkan makan Lea, dan sudah mengatakan jangan di beri sesuatu dulu. ibu mendengar apa yang ku katakan, tetapi ketika aku balik menghampiri Lea, Lea sudah makan pisang. Aku merasa kesal dan tanpa bicara aku mengembalikan nasi ke tempat semula." Sindy mengadu kepada jack.


"Nanti aku akan bicara kepada ibu. Maaf ya sayang." pinta jack.


"Aku merasa belum berhasil mengasuh anak ku sendiri. bahkan aku tidak punya ruang lebih untuk mendidik anak ku dengan cara sendiri, aku terpaksa mengikuti aturan di rumah ini, ayo lah kita pindah saja di tempat yang lebih kecil dari rumah ini, tidak masalah, asalkan aku punya kuasa penuh di rumah ku sendiri sayang." pinta Sindy.


"Sayang, maaf jika aku belum mewujudkan keinginanmu, tapi aku selalu melihat ke belakang, jika sesuatu terjadi kepada orang tua ku, tidak ada sanak keluarga yang melihat dan menjaga kesehatannya selain aku dan kamu sayang. jadi tolong mengerti keadaan ku sayang." pinta jack lagi.


"Lalu bagaimana dengan perasaanku, apa kamu pikir aku kuat menahan semua ini, sementara waktu ini, aku katakan yang sejujurnya, memang aku dapat menahannya tapi aku tidak tahu sampai kapan rasa sakit ini akan bertahan." ucap Sindy dengan mata berkaca-kaca.


"Maafkan aku sayang, saat ini keuangan kita juga tidak stabil, apa lagi kalau kita ngontrak, sebulan sudah berapa? belum lagi untuk makan dan keperluan anak kita. Gaji yang ku peroleh tidak akan cukup untuk semua itu sayang." rayu jack.


"Rezeki tidak akan di duga datang nya kapan dan dari mana, InsyaAllah selalu ada jalan nya sayang." jawab Sindy lagi.


"Sayang, aku mohon mengerti lah, aku tidak ingin anak dan istriku merasa sakit dan tidak berkecukupan, jadi tolong dengan sangat bertahanlah untuk aku dan orang tuaku. Mereka sangat membutuhkan kita untuk merawat masa tua mereka." pinta dengan sambil memohon kepada Sindy.


Sindy hanya terdiam, ia kehabisan kata-kata, apa yang mau dikatakan lagi, jawaban jack tetap sama dan tidak akan berubah.

__ADS_1


Batin Sindy, "Sudah ku duga akan berakhir seperti ini, mengadu tentang hal yang sama tetap saja aku yang harus mengalah."


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2