
Keesokan harinya, tibalah saat nya jack yang akan berangkat kerja.
"Sayang bangun! Siap-siap shalat subuh, Kan kamu mau berangkat awal hari ini." ucap Sindy ketika membangunkan jack dari tidurnya.
"mmmm.... ini jam berapa sayang?." tanya jack dengan posisi mata terpejam.
"Ini sudah jam 04.44 WIB sayang, cepat bangun ! Ntar kesiangan loh!." pinta Sindy agar jack segera bangun.
"Iya iya." jack bangun dan duduk sebentar untuk mengembalikan mood ketika bangun tidur.
"Jangan sampai tertidur lagi loh ya." ucap Sindy ketika melihat jack masih duduk karena biasanya ia bisa tertidur lagi meskipun dalam keadaan duduk.
Mungkin itu yang di namakan lelah bekerja seharian, dan waktu tidur yang kurang, sehingga ketika ingin bangun pun masih sempat tertidur kembali.
"Eemm... " jawab jack dengan nada sangat pelan.
Ternyata jack sempat tertidur, tidak bisa menahan rasa ngantuknya.
"Loh kok tidur lagi sayang." ucap Sindy ketika melihat jack tertidur kembali dan tidak menghiraukan teriakannya.
"Sayang." ucap nya pelan.
"Sayang." ucap Sindy lagi dengan berteriak sangat kencang.
"Iya. Em terlelap sayang." jawab jack ketika sadar akan teriakan Sindy yang mengejutkan diri nya.
"Ah kebiasaan." ucap Sindy.
Jack pun langsung keluar kamar untuk wudhu dan shalat.
Setelah Jack selesai shalat, Sindy meminta jack menunggu sebentar sebelum ia pergi bekerja.
"Sayang, tolong tunggu dulu sebentar ya, aku akan membuatkan sarapan dan minuman untuk mu." pinta Sindy.
"Iya sayang." jawab Jack sambil terbaring di sebelah Lea yang masih terlelap tidur.
***
15 menit kemudian Sindy membawa kan nasi goreng kesukaan jack dan segelas kopi untuk jack sarapan.
Sambil menyiapkan bekalan untuk makan siang jack ketika istirahat kerja nanti.
"Ini sayang sarapan dulu!." ucap Sindy menghampiri jack di kamar.
"Em iya sayang." ternyata jack tertidur kembali ketika di tinggal selama 15 menit.
__ADS_1
"Kamu tidur lagi sayang?." tanya Sindy ketika melihat jack dengan mata terbirip-birip.
"Ngantuk banget sayang, mana dingin sekali nih." jawab Jack yang merasa malas-malasan ingin berangkat karena cuaca hari itu sangat dingin jika ingin berangkat pagi.
"Jadi, sekarang mau berangkat awal atau tidak sayang?." tanya Sindy dengan baik.
"Kamu ngusir ya sayang?." tanya Jack sambil tertawa ingin mengajak Sindy bercanda.
"Tidak. Aku tidak mengusir, kan aku tanya baik-baik sayang." ucap Sindy yang tidak enakan.
"Pertanyaan nya seperti mau ngusir aja haha." jawab Jack santai sambil tertawa.
"Tidak. jadi berangkat pagi atau tidak?." tanya Sindy sekali lagi karena penasaran.
"Jam 08.00 saja lah sayang berangkat nya, aku masih ngantuk banget soalnya." jawab Jack.
" Ya sudah istirahat dulu nanti habis sarapan Sayang." pinta Sindy.
"Iya sayang, berangkatnya nanti saja ya, tidur saja dulu biar Fit juga,nanti ketika berangkat dan bekerja. Bahaya nanti kalau ngantuk aku paksakan untuk berangkat." jawab Jack.
"Iya sayang, sarapan lah, aku mau jaga Lea dulu nih!." ucap Sindy dan langsung menemani Lea tidur, dan akhirnya Sindy pun ikut tertidur.
Sindy selalu bangun siang jika di rumah ibu nya sendiri, berbeda dengan di rumah mertuanya, ia harus menyesuaikan kebiasaan baru yang jarang ia lakukan ketika di rumah ibu nya sendiri.
Ketika jack menyelesaikan sarapan, menghampiri Sindy dan Lea ternyata kedua nya sedang tidur.
Karena suasana sangat dingin, ibu mertua jack pun tidak mempermasalahkan jika jack atau pun Sindy akan tidur kembali setelah shalat subuh.
Dari semenjak Sindy belum menikah, ibu nya tidak pernah marah jika anak mereka bangun siang, asal ketika bangun semua pekerjaan cepat di kerjakan.
Berbeda dengan jack yang terbiasa bangun awal dan menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu, setelah selesai ibunya membiarkan jack jika ingin tidur kembali.
Jack keluar kamar kembali, mendapati tidak ada nya siapapun.
"Tidak ada sesiapa pun sekarang, sebaiknya aku tidur lagi ah." ucap jack menyusul Sindy.
Mereka tertidur dalam waktu 1 jam 30 menit, tetapi ketika jack baru masuk kamar ternyata ibu mertuanya bangun untuk menyiapkan sarapan.
troot.. troot.. trott..
alarm berbunyi membuat Sindy tersadar dari tidurnya dan mengambil hp yang berbunyi.
"Sayang, bangun! sekarang sudah jam 7, apa kamu ngak siap-siap yang?." tanya Sindy setelah menekan tombol off di hp nya.
"Iya sayang." jack bangun dan mengambil handuknya terburu-buru.
__ADS_1
"Kenapa jadi buru-buru begitu." ucap nya sendirian.
"Nyemen." Tiba-tiba Lea sadar dan ingin menyusu.
"Eh Lea sudah bangun, mau nyemen Nak." Sindy langsung menyosorkan put**g S*s* nya kepada Lea.
Lea sangat menikmati, sehingga ingin tertidur kembali, tetapi Sindy mengganggu Lea agar ia tidak tertidur.
"Hey, sayang bangun, sudah siang, saat nya mandi." ucap Sindy sambil menyentuh tubuh dan wajah Lea.
Sehingga membuat Lea terganggu dan tidak bisa melanjutkan tidurnya.
Lea memberikan ekspresi wajah yang menjengkelkan kepada Sindy.
"Ih kenapa begitu wajah nya Nak, siapa yang ngajarin." Sindy heran dengan tingkah Lea yang tidak biasa menurut nya.
"Ada apa sayang?." tanya jack ketika masuk ke kamar setelah selesai mandi.
"Ini loh sayang, Lea pagi-pagi sudah pandai membuat wajah yang menjengkelkan, seperti nya ia ngak mau mandi, soalnya tadi aku bilang, bangun dan mandi dulu, eh si Lea memberikan ekspresi seperti sedang marah begitu sayang." Sindy menjelaskan kepada jack.
"Wah wah wah, siapa yang ajarin sayang, kok sudah pandai begitu." jack heran mendengar cerita Sindy.
Anak sekecil itu sudah bisa menunjukkan kalau ia sedang marah.
"Ngak tahu siapa yang ajarin, mungkin ia pernah melihat seseorang marah kali ya." pikir Sindy.
"Sayang, aku sudah siap berangkat nih." ucap jack.
"Iya sayang, Hati-hati ya di jalan, tapi aku ngak bisa anter ke depan ya, ini Lea masih nempel banget." ucap Sindy.
"Iya-iya, aku berangkat dulu." pamit jack sambil bersalaman dengan Sindy.
"Ayah." ucap Lea dengan nada sedih, seolah mengetahui kalau ayahnya akan pergi.
"Ets kenapa sayang, ayah mau berangkat kerja dulu. Lea sama Mak ya!." ucap Sindy.
"Ayah." ucap Lea lagi sambil menangis, tetapi jack sudah di luar dan di antar oleh ibu mertuanya sampai depan pintu.
Lea menangis mendengar suara sepeda motor yang sering jack gunakan, kemudian ibu Sindy menghampirinya ke kamar.
"Kenapa menangis Sin?." tanya ibu Sindy penasaran.
"Mungkin sedih di tinggal ayah nya bu, dari tadi ayah nya keluar Lea bilang ayah terus, terus bunyi suara motor ayahnya langsung nangis." jawab Sindy.
"Emm kasihan, batin nya kuat banget, tahu kalau ia di tinggal ayahnya, sayang lea." ucap ibu Sindy dan tersenyum.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰