
Saat Jack marah kepada Sindy, Sindy tidak sempat beralasan, dan tidak bisa mengatakan yang sebenar nya, malah ia salah jawab kepada Jack.
"Emang dibiarkan main di situ kok dari tadi." jawab Sindy seakan jawaban nya terdengar menyenangkan.
Tetapi Jack malah semakin marah kepada Sindy.
"Apa? dari tadi di biarkan main sendirian." ucap Jack di depan ipar Sindy dan rekan kerja Jack yang baru pulang bekerja juga, kebetulan mampir ke rumah nya.
"Di lihat kok." jawab Sindy sangat kecewa dan hampir ia meneteskan air mata mendengar Jack membentak nya di hadapan ipar dan teman kerja nya.
Sindy terdiam saat itu, dan ketika masuk ke dalam rumg ia baru membahas nya kembali.
"Besok-besok jangan marah di depan orang, aku ngak suka. Marah boleh saja, asal jangan di depan orang." ucap Sindy dengan wajah cemberut.
"Eh marah di depan dia ngak apa." jawab Jack santai seakan ia lupa, baru saja ia telah membentak Sindy.
"Biar pun itu hanya di depan teman dekat, tapi nanti jadi kebiasaan, marah di depan orang. Kalau mau marah tunggu masuk ke rumah dan hanya aku dan kamu di rumah. Tadi kan kebetulan aku ngak lihat saja, sebelum kalian datang aku selalu awasi Lea kok. ini belum tahu yang sebenarnya sudah main marah-marah saja di depan orang." ucap Sindy mengungkapkan kekesalannya.
__ADS_1
"Kamu juga tadi bilang, memang dari tadi di biarkan main." jawab Jack sedikit menengkang.
"Oh jadi tadi Sindy ngak lihat Lea main karena tahu kamu sudah datang ya? ." tanya ipar yang peka dan mengerti.
"Iya lah, ketika aku dengar suara sepeda motor datang sudah ngak di lihat lagi, sebelum nya selalu di pantau kok." jawab Sindy.
"Iya, bukan nya mau marah, takut terjadi seperti anak ku, kemarin baru 2 menit ngak di pantau, eh anak sudah nyebrang jalan sampai ia di senggol motor dan sampai buang air besar saat itu.
" Iya aku tahu, yang aku ngak suka cara ayah Lea marah kepada ku di depan orang. Itu saja ngak lebih." ucap Sindy.
Ipar nya terdiam dan pergi meninggalkan Sindy yang sedang menyiapkan air untuk Lea.
Selesai memandikan Lea, Sindy berwudhu dan ia lupa untuk shalat ashar.
Saat itu Lea juga ikut bersama Sindy dan ikut membasahi beberapa bagian anggota tubuh nya.
"Ya ampun Lea kamu pintar sekali, beberapa kali ikut wudhu dan sekarang sudah bisa sendiri meskipun belum benar urutannya." ucap Sindy saat melihat Lea.
__ADS_1
"Sudah ya!." ucap SIndy mencoba mengakhirimengakhiri nya.
"Indak, ndak ndak." jawab Lea sambil mengaiskan tangan Sindy.
"Ndak terus ya bisa nya kamu Lea, kita Shalat mau?." tanya Sindy mengajak Lea untuk shalat.
Dengan cepat ia berlari mengambil kopiah ayah nya yang berada di atas meja.
"Pake ini mau?." tanya Sindy sambil menunjukkan jilbab panjang milik nya.
Tetapi Lea tidak mau menggunakan jilbab ketika ingin ikut shalat dengan ibu nya.
Saat shalat sudah di mulai beberapa rakaat, Tiba-tiba Lea yang tadi nya masih mengikuti gerakan ibu nya mulai ke sana ke mari.
Lea mulai sibuk sendiri, yang lebih lucunya ia mengambil dalaman Sindy dan menyerahkannya kepada Sindy yang sedang shalat.
Untung nya Sindy hanya berdua dengan Lea, kalau ada Jack, Sindy pasti tidak bisa menahan diri nya melihat tingkah Lea yang lucu itu.
__ADS_1
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰