My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 55


__ADS_3

Di bulan selanjutnya, kebetulan rezeki Jack lebih dari biasa nya, sindy berisiniatif ingin memberi uang untuk bayar listrik agar beban mertuanya lebih ringan meskipun sedikit.


"Bu, ini ada uang sedikit untuk bayar listrik, tapi maaf ya bu ini hanya sedikit saja." ucap sindy sambil menyerahkan uang Listrik dan BPJS suaminya.


"Eh jangan! Biarkan saja." ucap mertua menolak pemberian sindy.


"Tidak apa bu, setidak nya ibu tidak bayar listrik seluruhnya, ini sindy tambahin sedikit." ucap sindy sekali lagi.


"Boleh ya ini." mertua awalnya merasa serba salah dan tidak mau mengambilnya.


"Iya boleh, biar kami tahu gimana nanti bayar listrik. meskipun tidak semua nya kami, tapi ini bertujuan agar kami terbiasa setiap bulan bayar listrik bu." ucap sindy saat itu ibu mertuanya langsung mengambil uang nya mendengar jawaban sindy.


"Baiklah.ini saya ambil ya." ucap ibu mertua nya juga.


Kemudian sindy pergi meninggalkan ibu mertua nya ke ruang tamu untuk menemani lea.


"Hai sayang, sayang mak dulu." pinta sindy kepada Lea.


Tanpa menunggu lama, lea mencium ibunya dengan kelembutan


"Emm." ucap lea saat mencium sindy.


"Sebelahnya lagi sayang!." pinta sindy lagi.


"Eemmm." ucap lea lagi dan mencium pipi ibunya lagi.


"Pintar sekali anak mak nih. Sini mak lagi sayang Lea." ucap sindy, lalu mencium pipi kiri dan pipi kanan Lea, kening dan ubun-ubunnya.

__ADS_1


Itu lah yang selalu di lakukan sindy ketika akan memberikan ciuman dengan perlahan kepada Lea.


"Eh Lea sayang mak saja, ayah tidak? Sini sayang ayah dulu nak." ucap Jack iri melihat Lea hanyam encium sindy.


"Ayo sayang ayah dulu Nak." ucap Sindy kepada Lea dan Lea langsung menghampiri ayahnya untuk memberi ciuman sayang kepada ayahnya.


"Eem." ucap Lea.


.


"Sebelahnya lagi ya sayang." ucap sindy.


"Emm." ucap Lea lagi.


"Pintar nya anak ayah nih." ucap Jack dan kembali mencium Lea lagi dan tiba-tiba muncul ayah mertuanya.


"Ini nonton dan habis sayng mak ayah." jawab sindy.


"Coba Nak sayang kakek dulu." ucap Jack meminta Lea untuk menyayangi kakek Lea.


"Emm." ucap Lea dan menghampiri kakeknya.


"Pintarnya cucu kakek." sambil mengelus ubun-ubun Lea.


"Pintar sebenarnya kek, tapi sedikit manja saja Kek." saut Jack.


"Iya manja Lea nih. Tapi pintar." saut sindy juga.

__ADS_1


"aa mak, acikomang." ucap Lea seperti nada pertanyaan.


"Apa itu nak?." tanya Jack ketika mendengar.


"Apa sayang? acikomang apa?." Sindy pun ikut bertanya.


"cokacicut kebeya." jawab Lea sambil memandang ibu dan ayahnya.


"Ya ampun cicut kebeya lagi hahaha." tawa mertuanya


Sementara najwa tersenyum-senyum mendengar Lea bicara.


Setiap perkataan Lea terdengar sangat aneh, mungkin karena ia baru belajar bicara, itu sebabnya ia selalu mengatakan yang aaneh-aneh.


Di selah waktu yang kosong, Sindy melihat isi informasi dari grup mana pun, barang kali ada yang mem posting tentang kontrakan yang murah.


Sesekali ia memperlihatkan dengan Jack, tapi Jack tidak terlalu menanggapinya.


"Sayang, lihat lah, ini ada kontrakan bagus loh lumayan harga nya murah." ucap Sindy dengan menunjukkan HP nya kepada Jack.


"Bagus, kenapa memang nya?." antara peka dan tidak, Jack bertanya seolah ia tidak mengetahui keinginan Sindy.


"Kok kenapa? emang ngak mau ya coba kontrak dulu sebulan 2 bulan gitu." Sindy memberikan saran.


"Apa tidak mubazir jikajika kita ngontrak? Toh sekarang aku kerja nya stand by di sini. Trus kalau kontrak di sana, nanti kamu ku tinggal di sana dan aku di sini! begitu?."


Alasan Jack selalu di moment yang tepat, di mana alasan nya membuat Sindy serba salah harus bagaimana.

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2