My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 25


__ADS_3

Semenjak Lea sudah bisa berjalan jack sudah mulai aktif bekerja dan selalu berjauhan dengan Sindy dan Lea.


"Sayang, aku akan bekerja lagi dan mungkin akan pulang selama 2 minggu sekali. Jaga diri ya, jika terjadi sesuatu kabari saja aku." pinta jack kepada Sindy.


"Iya sayang." jawab Sindy merasa sedih karena harus di tinggal.


"Kenapa wajah mu seperti itu sayang?." tanya jack curiga dengan raut wajah Sindy.


"Tidak, rasa nya sedih kalau harus berjauhan." jawab Sindy dengan nada sedih.


"Sayang, aku kan hanya bekerja bukan jalan-jalan. jangan membuatku kepikiran sayang." pinta jack.


"Iya aku mengerti, hanya saja perasaanku tidak senang jika tidak di samping suamiku." jawab Sindy.


"Sayang, mohon ridhoi perjalananku untuk bekerja. Ini semua untuk kamu dan Lea sayang." ucap jack.


"Iya aku ridhoi." ucap Sindy mencoba mengikhlaskan tetapi hati nya berkata lain.


"Tapi wajah mu masih muram begitu." ucap jack lagi.


"Aku tidak bisa berpura-pura bahagia untuk yang ini sayang, jika untuk orang tua aku bisa berpura-pura." jawab Sindy.


"Lakukan ini untuk orang tua ku sayang. Bahagiakan mereka." pinta jack kepada Sindy.


"mmmm... " jawab Sindy tanpa bicara.


Kemudian jack memeluk Sindy dengan erat dan mencium bibir dan kening nya, membuat Sindy luluh dengan keadaan.


Sindy akhirnya merelakan keberangkatan jack untuk bekerja.


"Ayah berangkat dulu ya sayang." ucap jack kepada Lea yang masih terlelap tidur dan mencium kening Lea.

__ADS_1


Sindy mendengar jack pamit kepada Lea, ia meneteskan air mata, kembali bersedih dan segera menghapus air matanya untuk menghindari kecurigaan mertuanya ketika melihat.


Jack juga kembali memeluk Sindy dan mencium nya sebelum ia berangkat.


"Aku pamit ya sayang." pamit jack lagi


"Iya sayang, Hati-hati di jalan." ucap Sindy.


"Iya sayang." jack pun menggendong tas nya dan memakai sepatunya.


Ibu dan ayah mertuanya mengantar jack di depan pintu, dan diikuti Sindy, tetapi Sindy tidak bisa menahan air matanya, lalu ia masuk ke kamar kembali, untuk menghindari kesedihannya.


"Ayah kerja dulu sayang, kita tinggal dengan nenek dan kakek dulu ya." ucap Sindy bicara kepada Lea yang sedang tidur.


"Masih tidur ya Lea?." tanya ibu mertuanya yang baru selesai mengantar jack di depan pintu rumah.


"Iya masih bu, mungkin bentar lagi bangun." jawab Sindy.


Batin Sindy, " rasa nya tidak enak kalau hanya santai-santai di rumah, apa sebaiknya aku sapu lantai dulu ya sebelum Lea bangun."


Sindy pergi mengambil sapu lantai dan menyapu sementara Lea masih tidur dengan memeluk guling kecil nya itu.


Ketika sedang menyapu lantai di ruang tamu, belum selesai Lea sudah bangun.


"Uuuaaaaa... " tangis Lea terdengar ketika Sindy sedang menyapu lantai.


"Alaa sayang sudah bangun ya, mak belum juga selesai menyapu sayang, eh sudah bangun saja." ucap Sindy ketika menghampiri Lea yang menangis karena melihat tidak ada Sindy di dekat nya.


"Sini sini." Sindy mengangkat Lea dan menggendongnya ke luar kamar, karena kalau berlama- lama ibu mertuanya pasti menghampiri nya ke kamar.


Sindy pun keluar membawa Lea dan meninggalkan pekerjaannya sebentar sebelum mood Lea membaik.

__ADS_1


Ketika sudah lama menggendong Lea, ibu mertuanya membawa Lea pergi ke rumah tetangga dan Sindy dapat menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.


"Ayok ikut nenek, kita ke rumah kak marisa yok!." ucap Ibu mertua Sindy dan langsung menggapai Lea.


Kak Marisa ini adalah tetangga yang selalu mengasuh Lea ketika ibu mertua Sindy ke rumahnya.


Lea pun tidak menolak karena belum mengerti bicara dan tidak mengerti menolak apa yang orang dewasa katakan.


"Alhamdulillah lea mau ikut dengan neneknya. jadi aku bisa lanjut sapu lantai sekarang." ucap Sindy.


Tanpa menunggu lama Sindy melanjutkan pekerjaannya sampai selesai, baru ia akan memberi Lea makan dan memandikannya.


Batin Sindy, " semoga nanti Lea tidak di kasih apapun, tadi aku sengaja tidak memberikan nya makanan, biar nanti ia mau makan ketika pulang."


Setelah Sindy selesai dan bersantai sejenak sambil memainkan HP nya, Tiba-tiba ibu mertuanya datang bersama dengan Lea.


"Sudah selesai belum sin?." tanya ibu mertuanya karena sudah merasa lelah menggendong Lea.


"Sudah bu." Sindy langsung menggapai Lea dan melepaskan HP nya.


"Sini sayang, kita mandi dulu ya. atau Lea mau mamam dulu?." tanya Sindy kepada Lea.


"Pasti ngak mau Lea makan, tadi Lea sudah makan kue di rumah marisa." saut ibu mertuanya.


"Kenapa di kasih dulu bu." tanya Sindy sedikit kesal.


"Dia yang mau, jadi ibu kasih lah." ucap ibu mertuanya.


Batin Sindy, "ini lah yang membuat ku kesal, maksud aku biar lea lapar dulu biar mau makan, ini tidak. di kasih aja."


Kesal yang tidak terlawan, terkadang membuat sakit seluruh badan, bukan saja hati, tapi semua nya, tidak punya kuasa penuh untuk mendidik anak.

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2