My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 164


__ADS_3

Beberapa kali ibu mertua nya memanggil dan mengetuk pintu kamar najwa, namun tidak ada jawaban sama sekali.


Pada akhirnya ayah mertua nya kesal dan sudah tidak bisa menahan kekesalan terhadap sikap najwa kepada neneknya.


"Najwa! Kamu sedang apa di dalam? nenek kamu panggil ngak nyaut-nyaut. pake acara di kunci lagi pintu nya, kenapa begitu?." ucap ayah mertua sindy dengan keras.


Tapi belum juga najwa mau menjawab pertanyaan sang kakek yang sudah kesal itu.


"Najwa, kamu mau kakek dobrak pintu nya? kapak juga ada kok, sudah siap pakai, kalau kamu belum juga mau keluar, kakek hancurkan nanti pintu nya ya." ucap kakek nya lagi dengan nada semakin tinggi.


"Sudah di buka kok kunci nya." jawab najwa.


Tetapi sang ibu tidak memeriksa kembali, apakah benar ia membuka kunci pintunya, ibu dan ayah mertuanya hanya membiarkan nya setelah marah-marah kepada najwa.


SetelaH kejadian itu, najwa semakin membulatkan tekatnya untuk tidak keluar kamar sebelum kakek dan neneknya tidur.

__ADS_1


"Apa lah yang di lakukan nya di dalam tu, seharian belum keluar kamar, belum makan, belum minum, tahan sekali dia mengurung diri nya di dalam kamar." ucap kakek nya lagi.


"Biarkan saja, dia sudah besar, pandai nanti keluar sendiri." jawab nenek nya yang masih kesal.


Setelah di biarkan, ternyata najwa tidak keluar sama sekali dari kamar nya.


Keesokan harinya, pagi-pagi ia sudah keluar mandi dan bersiap-siap untuk pergi dengan alasan untuk revisi skripsi nya.


Pada saat akan pergi, najwa menghampiri nenek nya untuk bersalaman, yang kebetulan Sindy dan Jack juga ada di dekat nenek nya, tetapi ia tidak bersalaman dengan kedua nya.


"Naj, ini uang untuk kamu di sana nanti!." ucap nenek nya sambil menyerahkan kepada najwa.


"Sudah ada uang najwa." jawab najwa kepada nenek nya.


Ia menolak ketika akan di beri uang oleh ibu mertua sindy dan langsung pergi tanpa pamit dengan kakek nya.

__ADS_1


"Keras nya hati najwa, paklong dan maklong nya tidak di salami nya." ucap nenek nya tepat di hadapan sindy dan juga Jack.


"Tidak apa bu, biar saja najwa begitu, mungkin ia sedang tidak mood hari ini." jawab Sindy.


"Iya, pamit saja tidak, seperti nya ia melaju tadi bawa sepeda motor nya. Biarkan saja bu, puaskan saja hatinya seperti itu." saut Jack juga.


"Biarkan saja lah, aku kasih uang saja tadi ia tidak mau, ia bilang uang nya sudah ada. ya sudah pikir ku tadi." ucap Ibu mertua nya.


"Melawan dia tuh, Diam-diam tapi melawan apa kata orang tua. mau jadi apa dia." ucap kakeknya ketika masuk ke dalam rumah, yang saat itu juga tidak bersalaman dengan najwa.


"Entah lah, semakin pintar semakin menjadi-jadi kelakuan nya. Diam di kamar terus, sudah sama sekali dengan ibu dan nenek nya sekarang, seneng nya di kamar terus seharian. itulah sebab nya dulu aku rela ikut orang bertani dari pada berdiam diri di rumah." ucap Ibu mertua sindy mengingat kelakuan menantunya lagi, yaitu ibu dari najwa.


"Kenapa sampai ikut orang bertani, padahal setau sindy ibu ngak pernah bertani?." tanya sindy penasaran.


"Iya itu tadi yang ibu bilang, salah satu nya ya ibu najwa selalu di dalam kamar, dan kalau berjalan itu selalu di hentak-hentak jalan nya, aku yang mendengar setiap hari rasa nya risih dan sakit hati karena kita di rumah ini tidak ada yang keras seperti itu, ayah mu saja baru kali ini marah dengan najwa, tapi setelah marah ia merasa menyesal." jawab ibu mertua nya.

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2