My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 139


__ADS_3

Setelah beberapa menit menghibur lea, akhirnya lea melupakan kakak sepupunya yang sedang keluar.


Tetapi ketika Najwa sudah selesai mengantar buket nya, dan memberikan uang nya kepada Sindy, suasana hati najwa mulai adem.


***


Pada malam hari nya, Jack mencoba mengajak najwa bercanda dengan adu mulut, Tiba-tiba Najwa naik darah dan mulai emosi.


"Najwa, coba deh kalau habis gunakan barang itu, sisanya atau bekas nya di rapikan dan sapu sisa nya." ucap Jack melihat beberapa barang yang berserakan di kamar nya.


"Iya, nanti dulu." jawab najwa awal nya biasa saja.


"Kamu tuh suka begitu jawab nya, tapi ngak juga di kerjakan." ucap Jack lagi membuat najwa tersinggung, dan ternyata ia memendam kekesalan karena di suruh antar buket tadi sore.


"Iiih iya iya, tahu lah aku, bekas aku, aku tuh capek, ngantar buket juga aku yang kerjakan." jawab najwa sudah mengarah kepada kekesalan nya yang beberapa jam di pendam nya.


"Loh kok jadi marah, orang kita ngomong nya benar kok." jawab Jack.


"Marah dong, ngantar buket juga di suruh." ucap najwa lagi langsung membanting pintu nya.


Saat itu sindy juga mendengar pernyataan najwa yang membuat sindy merasa tidak enak.

__ADS_1


Batin Sindy, " ternyata dia marah di pinta antar buket, tapi aku ngak ada minta tadi dia yang antar, kan emang aku yang mau antar. Kenapa dia jadi semarah itu ya.


"Menjawab saja dia tuh kalau kita kasih tau, itu lah kalau bergaul nya dengan orang yang tidak mengerti etika." saut ibu mertua Sindy.


"Iya lah, memang karena bergaul dengan orang yang kurang etika." jawab najwa lagi setelah mendengar nenek nya bicara.


Keesokan harinya suasana semakin tidak enak, apalagi Sindy yang bukan darah daging keluarga Jack.


Semua orang yang ada di rumah itu sama sekali tidak di tegur oleh Najwa, wajah yang kecut, lewat hanya lewat tanpa berbicara atau pun tersenyum.


Batin Sindy, lagi, kenapa tidak seperti biasa nya ya, apa hanya aku yang merasa seperti ini."


"Bu, najwa kenapa ya, kok ngak negur tadi lewat, eem bukan nya aku minta di tegur sih bu, tapi ngak seperti biasa nya gitu, kalau lewat najwa seneng ganggu aku bu. tapi sekarang wajah nya kecut sekali." tanya sindy kepada ibu mertua nya di hari pertama najwa bersikap dingin.


"Oh pantes lah, dari pagi ia terlihat tidak ceria seperti biasa, biasa keluar kamar aja sering ganggu lea." jawab Sindy.


"Sudah lah, jangan terlalu di pikirkan. Ntar juga balik lagi mood nya." jawab ibu mertuanya biasa saja.


"Baiklah." Sindy mencoba tenang.


Pada hari itu, Sindy membeli tempe kesukaan najwa, dan di masak juga masakan kesukaannya, yaitu sambal goreng tempe.

__ADS_1


Sindy masak dengan porsi yang banyak, sesuai dengan porsi makan untuk 4 orang, dari siang sampai ke malam.


Sungguh tidak di sangka, masakan Sindy yang katanya favorit najwa, sama sekali tidak di sentuh, dan ia sengaja beli lauk sendiri untuk makan siang dan malam tanpa menyentuh masakan Sindy.


Padahal biasa nya, jika Sindy masak menu kesukaannya ia orang pertama yang mencicipi nya.


"Bu, itu siapa yang beli ayam?." tanya Sindy ketika melihat ada sambal goreng ayam.


"Najwa tadi beli sepotong." jawab ibu mertua nya.


"Oh."


"Bu tolong jagakan lea dulu ya, rasa nya aku lapar ingin makan." pinta Sindy di siang hari setelah bangun tidur bersama lea.


"Iya."


Ketika Sindy sudah setengah porsi makan, Tiba-tiba ibu nertua nya menghampiri dirinya di dapur dan melihat Sindy tidak memakan sambal goreng ayam milik najwa.


"Kok ngak makan ayam Sin, ambil lah." ucap Ibu mertua nya.


"Iya bu, makan tempe ini dulu, soalnya masih banyak." jawab Sindy.

__ADS_1


Batin Sindy, " Ngak deh mau makan, emang enak makan makanan orang yang ngak mau negur kita."


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2