My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 125


__ADS_3

Setelah berbicara kepada sindy, ayah mertua nya langsung meninggalkan sindy yang masih melanjutkan masak menu lain nya.


Sambil menunggu masakan nya mendidih, sindy membuat sambal terasi yang sangat di sukai ibu, ayah dan yang lain nya.


Sangat menyenangkan bagi sindy, karena ternyata sambal terasi dan masakan nya pas di lidah para keluarga.


Pada saat jam makan siang, Ibu mertua dan keluarga lain nya baru sampai di rumah.


"Assalamualaikum." ucap semua keluarga yang datang.


"Waalaikum salam. masuk masuk." jawab ayah mertua nya menyambut istri dan keluarga nya lebih dulu, dan di susul oleh sindy dan Jack.


"Lama sekali bu sampai rumah?." tanya Jack ketika menyambut ibu nya.


"Banyak singgah nya tadi, itu si dedek pengen muntah pengen eek katanya, beli jajan juga tadi, jadi lama." jawab ibu nya saat menjauhi keluarga yang berbarengan dengan nya.

__ADS_1


"Oh pantes saja." ucap Jack.


Setelah berbicara dengan Jack, ibu nya langsung ke dapur untuk melihat keadaan kue nya.


"Loh ini kenapa Sin? ngak di panas kan ya?." tanya nya seolah lupa dengan apa yang di katakan nya kepada Sindy setiap kali di tanya.


Saat itu Najwa tersenyum mendengar nenek nya bicara kepada Sindy karena ia tahu Sindy pasti akan di salahkan meskipun benar.


"Di panaskan kok tadi pagi, tapi ngak sampai 1 jam." jawab Sindy mulai jengkel.


"Tuh kan salah lagi najwa, kemarin di tanya mau di panaskan atau tidak, jawab nya selalu tidak, besok nya di tanya lagi jawab nya tunggu ibu saja, tadi sengaja di panaskan biar ngak di marah, Eh masih saja kena marah,di kira kalau di panaskan, ngak bakal salah dan ngak kena marah, bukti nya masih saja salah." jawab Sindy sangat kecewa.


"Soalnya masih begini bentuk nya." ucap ibu mertuanya yang masih tidak percaya.


"Tuh kan Najwa, padahal sudah di panas kan." jawab Sindy lagi.

__ADS_1


"Belum kali sayang?." saut Jack yang juga tidak percaya.


"Sudah sayang, makanya kalau orang kerja itu di lihat, kamu ngak lihat sih apa yang aku kerjakan. tadi aku panaskan sebelum aku mandikan lea. Besok-besok lihat dulu baru menyalahkan." jawab Sindy dengan nada marah karena pekerjaan yang ia lakukan hanya sia-sia dan tidak ada hasil nya.


"Kenapa nada nya begitu, kan aku hanya bertanya." tanya Jack lagi.


"Ya kamu sih, ngomong gitu seperti tidak percaya dengan istri nya saja. Kalau mau jatuhkan aku di depan ibu bilang dong. Ntar aku sendiri yang lakukan, ngak perlu capek-capek panaskan makanan dalam bentuk apa pun, dan ngak perlu beres-beres rumah dan yang lain nya, karena percuma, kerja atau tidak sama-sama ngak di anggap." jawab Sindy langsung meninggalkan dapur.


Untung nya perkataan Sindy tidak di dengar oleh kedua mertua nya, jika sampai itu terdengar, Sindy sendiri yang merasa malu, karena mereka masih tinggal 1 atau dengan mertua nya.


Setelah itu semua seperti biasa-biasa saja, karena tidak enak dengan keluarga, hanya saja Sindy yang merasa sakit yang masih bisa ia pendam.


Masih bisa ia tutupi, seolah tidak terjadi apa-apa.


"Mari kita makan dulu." ucap mertua nya mengajak semua keluarga yang datang.

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2