
Saat sindy menawarkan diri untuk memegang buket nya, dan bertunuan agar Najwa lebih mudah mengabadikannya, tetapi tak di sangka Najwa menolak nya.
Padahal sangat terlihat jika ia sangat kesusahan memegang nya.
"Sini biar maklong yang pegang buket nya Naj!." Sindy menawarkan diri untuk memudahkan diri nya.
"Bisa." jawab Najwa dengan singkat, tidak seperti biasa nya.
"Kenapa sih Najwa, apa mungkin ia sedang tidak mood ya? atau.. ia marah dengan aku?." Batin Sindy dan membuat ia bertanya-tanya.
Meskipun jawaban Najwa seperti itu, Sindy yakin ia kesusahan, sehingga ia masih menunggu Najwa untuk meminta bantuannya.
Tetapi sekian lama ia berdiri di belakang Najwa yang sedang memoto buket nya sendirian, tidak juga meminta bantuannya.
Sampai akhir nya Marsa datang, dan Najwa meminta nya untuk memegang buket nya.
"Nih pegang dan berdiri di situ ya!." ucap Najwa kepada marsa yang baru saja menghampirinya.
"Hah, apa salah ku, sehingga kau perlakukan seperti itu, kalau tangan ku jelek pada hasil foto nya bilang dong." batin Sindy lagi.
Mereka terlihat asyik dan ketawa-ketiwi, sesaat cemberut di wajah Najwa menghilang ketika marsa datang
__ADS_1
"Ah ya sudah lah, mending aku kerjakan yang lain saja sementara menunggu mereka siap." ucap Sindy sendirian.
Setelah selesai mengabadikan hasil buket itu, Najwa dan Marsa bersiap untuk berangkat mengantar buket kepada pelanggan baru mereka.
"Lea ikut mak yuk!." ajak Sindy karena takut ia akan membuntuti Najwa jika sampai tahu Najwa akan pergi.
Ketika Sindy membawa Lea ke dapur, tak sengaja Lea memandang ke arah belakang dan melihat najwa memakai jilbab, sontak membuat Lea berontak ketika di gendong oleh Sindy.
"Kakak... Pagii." ucap Lea sambil mengarahkan tangan, meminta najwa mengambil dirinya dari dekapan ibu nya.
"Kakak pergi sebentar sayang, nanti kita pergi sama ayah ya." ucap Sindy memberi pengertian.
"Tu lihat ayam nya tu, kita ke sana ya." ajak Sindy sambil keluar dari rumah lewat pintu belakang.
Saat itu Lea pun terdiam karena dia ajak memetik buah jeruk sambal.
"Tu ambil lah!." Sindy memberi kebebasan untuk lea memetik buah jeruk tersebut sehingga ia lupa kalau kakak sepupu nya akan pergi tanpa dirinya.
"Mak, ambek." ucap lea juga sambil menunjukkan buah jeruk yang berada tepat di depan nya.
"Iya mak ambil ya untuk lea." jawab sindy kemudian memetik satu buah jeruk untu lea.
__ADS_1
Sambil melihat ke arah rumah, sindy berharap Najwa dan masa sudah berangkat.
"Ayah, apa Najwa dan marsa sudah pergi." tanya sindy ketika ayahnya menuju dapur dan melihat dirinya dan lea.
"Sudah. baru saja turun." jawab ayah mertua nya.
"Oke, mari kita masuk!." ajak sindy agar lea mau.
"Oke." jawab Lea sambil mengangkat tangan telunjuknya dan tersenyum.
"Pintar sekali anak mak, sayang dulu Nak." ucap Sindy ketika melihat senyum di wajah lea.
"Oke sudah berangkat." ucap Sindy lagi sendirian.
"Kemana kalian tadi?." tanya mertua nya penasaran di mana sindy membawa lea saat Najwa pergi.
"Ke luar ambil jeruk sambal bu, dari pada lea menangis kan?." jawab sindy.
"Iya juga si.
Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰
__ADS_1