My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 151


__ADS_3

Pada malam hari nya, Jack yang merasa kelelahan bekerja, meminta sindy untuk menginjak dan memijit punggung nya yang terasa sakit.


"Sayang, tolong dong injak dulu punggung ku. Sakit banget ini." pinta Jack.


"Nanti deh sayang, kalau di sini, ntar kamu ngak mau gantian. seperti tadi malam kamu malah tidur, saat aku lembur menyelesaikan buket saja kamu ngak peduli tuh aku minta tolong di lipatin pakaian yang sudah aku cuci. Padahal aku cuma minta 1 kali saja kamu lipatin pakaian." jawab sindy menunda akan memijak punggung Jack.


"Ayo lah sebentar saja, aku janji nanti gantian." ucap Jack merayu.


"Ngak mau, kamu bohong, tadi malam saja bohong. malah enak tidur." jawab sindy.


Lama kelamaan Jack merasa kesal dan akhir nya diam, membuang muka di hadapan sindy, ia berjalan tidak memandang, ketika sindy masuk ke kamar bersama dengan lea, ia sengaja tidak masuk, televisi yang sudah di matikan oleh mertua sindy, ia nyalakan kembali dan menonton.


Kemudian setelah sindy selesai menidurkan lea , sindy memanggil Jack agar masuk ke dalam kamar, dan ternyata Jack sudah berubah pikiran.


"Sayang, ayo masuk, mau di pijit kan?." ucap sindy.

__ADS_1


"Tidak usah." jawab Jack setelah memandang dan kembali mengalihkan pandangan nya di hadapan televisi.


Sindy merasa sikap Jack sudah berbeda kepada nya.


"Kamu marah, ayo cepat aku pijitin." sindy kembali menawarkan kepada Jack.


"Tidak usah, sudah ngak sakit." jawab Jack.


"Hm, kamu marah ya." kemudian sindy menutup pintu kembali dan langsung menetes kan air mata.


Saat itu sindy benar-benar kacau, semalaman ia menangis karena sikap nya kepada Jack, padahal bukan maksud ia tidak ingin meredakan rasa lelah suaminya, hanya saja sindy menunda untuk di pijak saat itu.


Tetapi Jack yang sudah terlanjur kecewa akhirnya membuang muka ketika berhadapan dengan sindy.


"Aku rasa nya tidak enak, apa sebaiknya besok aku pulang saja ya." ucap sindy sendirian sambil menetes kan air mata nya.

__ADS_1


Tanpa berpikir panjang, sindy langsung mengambil semua uang yang ada di dompet nya, yaitu hasil kerja Jack selama ini yang selalu ia serahkan kepada sindy.


"Ini uang mu." ucap sindy ketika keluar dari kamar dan menyerahkan uang kepada Jack yang sedang menonton.


"Kenapa ini?." tanya Jack bingung kepada sindy menyerahkan uang kepadanya.


"Simpan saja, itu uang kamu." ucap sindy juga merasa kecewa, ia langsung meninggalkan Jack sambil meneteskan air mata nya.


"Kenapa sih." jawab Jack dalam keadaan terbaring.


Jack sama sekali tidak menghampiri sindy, padahal sindy berharap Jack menghampirinya dan mengembalikan kepadanya dan berharap ia tidak marah sungguhan.


Tetapi Jack sama sekali tidak beranjak dari kasur yang ada di depan televisi.


"Kok kamu ngak ngejar aku sih. Apa besok aku pinta kunci sepeda motor ku ya, aku pulang ke ibuku. Tapi kalau aku pulang tiba-tiba tanpa suamiku, nanti orang tua ku akan bilang apa ya dan ini hanya lah masalah kecil." Batin sindy.

__ADS_1


__ADS_2