My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 15


__ADS_3

Beberapa hari kemudian jack pulang untuk menjemput Sindy dan Lea pulang ke rumah mertuanya.


"Ibu, besok ayah Lea pulang ke sini sekalian menjemput kami bu. Tapi sebelum pulang ke pantai dulu." Sindy memberitahu ibunya kalau ia akan segera pulang ke rumah mertuanya lagi.


"O ya, jack sudah mau jemput ya?." tanya Ibu Sindy sekali lagi.


"Iya bu, Nenek dan Kakek Lea rindu katanya, padahal yang lebih lama tidak bertemu Lea ya kakek, nenek di sini ya." ucap Sindy sambil menutup mulut nya.


"Iya, masih rindu sama Lea, rasanya baru berapa hari di sini, sudah mau pulang saja." ucap Ibunya sedikit sedih.


"Jangan gitu lah bu, nanti Lea ke sini lagi kok." rayu Sindy.


"Tapi masih lama." ucap Ibu Sindy dengan nada sedih.


"Doakan saja tidak lama bu, siapa tahu nanti atok Lea buat acara atau Dinda mau nikah, kan Lea akan datang lagi." ucap Sindy sambil bercanda kembali.


"Ih kakak, mengada saja, mau nikah sama siapa juga. Pacar saja tidak punya." ucap Dinda mendengar nama nya di sebut Sindy.


"Loh kan kita tidak tahu, siapa yang akan datang melamar. Bisa jadi pengagum rahasia mu, atau teman dekat yang sudah lama menyukai mu. Jodoh itu tidak pernah di duga-duga datang nya melalui perantara siapa. Seperti kakak dan abang ipar mu, tidak melalui pacaran tiba-tiba beri jalan untuk menikah." ucap Sindy kepada Dinda.


"Aaa... aaa... " ucap Lea sambil menggerakkan kedua tangan dan kakinya.


"Tu, Lea saja bilang iya." ucap Sindy sambil tertawa.


"Itukan kisah kakak, kalau aku berbeda oke." jawab Dinda jutek.


"Bu, Dinda ini kenapa jutek begitu, lagi PMS atau sedang putus cinta. Nada bicaranya seperti sedang marah saja." ucap Sindy.


"Ngak tau ibu, mungkin lagi pusing." jawab Ibu Sindy.


"Kamu kenapa Din lagi PMS?." tanya Sindy penasaran karena mendengar nada bicara nya yang sedikit tinggi kepada nya.


"Tidak." jawab Dinda Singkat.


"Lalu? Kenapa?." tanya Sindy kembali.


"Ah sudah lah, jangan di bahas lagi, tidak penting." jawab Dinda langsung pergi ke kamarnya untuk menyendiri.


"Ih, kenapa dengan Dinda ni, tidak biasanya. Tapi kalau sudah marah begitu lebih baik kita diam saja, Ya kan bu." ucap Sindy kepada ibunya.


"Iya." jawab ibunya pun tidak ambil pusing.


Kemudian Sindy mengajak Lea bicara, agar nanti ketika besar ia terbiasa bicara kepada ibunya.


"Lea sayang, Lea jangan dengar ibu dan bibi bicara tadi ya, nanti Lea jadi anak pintar jangan suka marah ya." pinta Sindy ketika bicara dengan Lea.


"Iya mak." ucap Sindy sendiri seolah Lea yang menjawab.

__ADS_1


Lea selalu menggerakkan anggota tubuhnya ketika melihat ibu nya bicara, seolah mau bicara kepada ibunya.


"Apa sayang? Lea mau apa?." Sindy masih mengajak nya bicara.


Tiba-tiba Lea menangis ingin menyusu kepada ibunya.


"Lah kok jadi nangis anak mak." ucap Sindy lagi.


"Haus kali Sin, coba di susui!." ucap Ibu Sindy.


Ketika ia menyusu, Lea tertidur di pangkuan Sindy.


"Sindy belum bikin mpasi buat Lea, habis nyusu lah baru di bikin." ucap Sindy lagi.


"Nanti lah, selesai kan dulu." jawab ibunya.


Setelah beberapa menit Lea menyusu, ia pun melepaskan ****** s*su Ibu nya.


"Bu, tolong tunggu Lea di sini sebentar ya bu. Sindy mau bikin mpasi dulu untuk Lea." pinta Sindy.


"Iya, Ibu tunggu di sini." jawab ibunya.


Sindy meninggalkan Lea selama beberapa menit ke depan untuk menyiapkan makan siang untuk Lea.


"Hari ini menunya hati ayam, dan wortel, tambahkan sedikit nasi." ucap Sindy sendirian ketika sedang masak untuk Lea.


"Laaa laa laa.. laa." Sindy pun bernyanyi agar tidak terlalu sepi karena tidak ada teman bicara.


"Tang kitang kitung..." kemudian Ayah Sindy masuk ke dalam rumah, ternyata Lea sedang tidur.


"Ssst.... Lea tidur. jangan berisik." pinta ibunya yang sedang menjaga.


"Aaa.. tidur. Yah baru mau nimang tapi sudah tidur lagi." ucap ayah nya tidak semangat.


"Salah siapa pergi, tadi kan dia bangun, sekarang pulang sudah masuk jam tidur nya Lea." ucap Ibu Sindy.


"Mm." Ayah Sindy tidak banyak jawaban, dan kembali terbaring di kursi tamu mereka, sambil menunggu Sindy bangun.


***


"Belum bangun ya bu Lea?." tanya Sindy ketika sudah selesai membuatkan Azalea makanan.


"Belum, ayah mu juga menunggu Lea bangun." jawab Ibu nya.


"Oke deh, di simpan aja dulu makanannya. ucap Sindy lagi.


" Iya simpan saja." ucap Ibu menyusul.

__ADS_1


***


Berapa menit kemudian jack menelpon dan mengatakan sore ini akan pulang ke rumah Ibu Sindy.


Tut... Tut.. Tut...


"Ya sayang." jawab Sindy.


"Sayang nanti sore aku pulang ya, dan besok kalau ngak hujan kita ke pantai." ucap jack.


"Oh iya sayang, akhirnya besok ke pantai." Sindy sangat bergembira.


"Lusa nya kita pulang ya sayang." pinta jack untuk pulang lagi ke rumah mertua nya.


"Oke siap sayang, asal kita ke pantai dulu, biar otak istrimu fresh." ucap Sindy serius.


"Iya sayang, mana Lea? Vidoe Call dong sayang, aku rindu sekali sama Lea." ucap jack.


"Oke sayang." mereka pun mengalihkan telpon biasa ke video call.


"Adu masih tidur anak ayah, rindunya ayah sama Lea. nanti ayah akan pulang sayang." ucap jack sendirian ketika sudah video call.


"Iya ayah." Sindy yang menjawab jack bicara.


"Sayang nanti pulang nya hati-hati di jalan, jangan ngebut ya." pinta Sindy.


"Iya." jawab jack sambil tersenyum.


"Jangan iya-iya saja, tapi masih saja ngebut. Utamakan keselamatan sayang." pinta Sindy lagi.


"Iya iya, sudah dulu ya sayang, aku mau lanjut kerja dulu." jawab jack dan mengakhiri video call mereka.


"Iya, semangat kerja nya sayang." ucap Sindy.


"Iya Terima kasih sayang, da." pamit jack dan melambaikan tangannya.


"Da." Sindy pun ikut membalas lambaian tangan nya.


Setelah mengakhiri video call tiba-tiba Lea bangun dan langsung menangis.


"Cup.. cup.. cup." ucap Sindy dan langsung menggapai nya dari kasur tidurnya.


Sindy langsung membawa Lea ke luar untuk mengenangkan nya.


"Cucu kakek sudah bangun. Sini biar kakek gendong ya." ucap Ayah Sindy.


Sindy peun menyerahkan Lea kepada ayahnya dan mengambil makanan yang di buat nya untuk Lea tadi.

__ADS_1


Kemudian setelah ayahnya selesai menenangkan Lea, Sindy memberi Lea makan mungkin ia kelaparan itu sebabnya ia menangis.


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2