My Sweet Baby

My Sweet Baby
Episode 17


__ADS_3

Setelah selesai makan, Sindy mengajak suaminya untuk keliling dan jalan di sekitaran pantai dan mengabadikan moment liburannya.


"Sayang ayo kita keliling dulu, sambil mengabadikan moment liburan pertama kita setelah ada Lea!." Sindy mengajak jack yang sangat tidak menyukai jalan-jalan seperti ini.


"Iya sayang." jack tetap mengikuti kemauan Sindy meskipun ia tidak terlalu menyukainya.


Bahkan ketika Sindy meminta jack yang mengambil gambar Sindy dan Lea, ia selalu di salahkan karena hasilnya tidak memuaskan bagi Sindy.


"Sayang coba ambilkan gambar kami berdua dulu ya!." pinta Sindy dan bersiap berpose dengan gaya yang bermacam-macam.


"Iya, sudah sayang." ucap jack ketika selesai mengabadikan beberapa foto anak dan istrinya.


"Sini lihat dulu sayang." pinta Sindy kepada jack.


"Ah sudahlah, lihat nya nanti saja kalau sudah di rumah. Sudah bagus kok. " jack menolak karena dikhawatirkan akan lebih lama kalau di lihat dulu hasilnya.


"Ih... sayang, apa salahnya mau lihat." jawab Sindy.


"Nanti saja, di mana lagi mau fotonya?." tanya jack.


"Ayo kita ke sana." ucap Sindy sambil menuju ke arah kanan mereka.


"Ayo." jawab jack.


Ketika sedang berjalan, Sindy mengambil hp yang ada pada tangan jack, untuk mengabadikan moment bertiga dengan gaya selfi nya.


"Lea sini sayang, Lea." panggil Sindy agar Lea melihat ke arah hp nya.


"Oke sayang, anak pintar, sekarang kalian berdua lagi sayang." ucap Sindy meminta suaminya untuk berpose.


"Lea. cilup baa." ucap Sindy agar Lea tersenyum.


Kemudian mereka bergantian dan saling mengabadikan moment itu.


"Sayang di sana sudah gelap, seperti nya sebentar lagi akan turun hujan, dan angin juga semakin kuat ini." ucap Jack ketika melihat langit di sebelah laut sangat hitam.


"Iya sayang, ayo pulang saja, takut Lea kehujanan." jawab Sindy dan segera mereka berjalan terburu-buru untuk pulang.


"Ayo cepat naik." ucap Jack meminta Sindy segera menaiki sepeda motor mereka.


Secepat mungkin Sindy memasang gendongan Lea dan langsung menaiki sepeda motor milik mereka.


"Cepat Nak, bentar lagi hujan ini, kasihan si kecil nya." Ucap Nenek pemilik warung.

__ADS_1


"Iya Nek, makanya ini buru-buru Nek." ucap Jack.


"Ya sudah Nek, semua minum kami berapa ya." tanya jack dan mengeluarkan dompet ya.


"Semua nya 20 ribu Nak." jawab Nenek itu.


"Ini Nek." Jack menyerahkan uang nya kepada Nenek itu.


"Terima kasih Nak, cepat bentar lagi mau hujan Nak." ucap Nenek itu karena merasakan angin yang sangat kencang dan dingin.


"Iya Nek, Assalamualaikum." jack langsung menyalakan kendaraannya.


"Waalaikum salam." jawab Nenek pemilik warung itu.


Kemudian jack melaju agar tidak kehujanan, saat itu pun mereka suka merasakan hujan gerimis di pantai tersebut.


"Sayang, kita mau ke mana ni setelah ini." tanya jack dalam perjalanan.


"Terserah kamu saja sayang, keinginanku sudah tercapai, jadi setelah ini mau ke mana saja terserah." jawab Sindy.


"Ya sudah, sekarang kita ke rumah temanku dulu ya." ucap jack ketika memutuskan berkunjung ke rumah temannya.


"Iya sayang."


Besok pagi ia baru pulang ke rumah jack. dan melakukan aktivitas seperi biasanya.


***


1 tahun kemudian...


Azalea Azzahra, diumur nya yang sudah menginjak 1 tahun 2 hari ini, giginya sudah hampir penuh dan sudah mulai berbicara dengan habasa planet tentunya dan sudah mulai belajar berjalan selangkah demi selangkah.


Meskipun langkahnya saat itu belum terlalu tegap.


"Bu, lihat lah, Lea sudah mau berdiri." ucap Sindy kepada mertuanya ketika melihat Lea belajar berdiri dan kemudian terjatuh .


"Eee... jatuh, ayok semangat Lea, ayo sayang, obbah." ucap Sindy agar Lea mencoba untuk berdiri kembali.


"Obbah." ucap Mertua Sindy menyusul.


Lea pun mengikuti arahan Ibu dan neneknya, pelan-pelan ia mencoba.


Selama beberapa hari Lea mencoba untuk berdiri terus menerus, dan mencoba melangkahkan kakinya.

__ADS_1


Setiap 2 sampai 3 langkah Azalea selalu terjatuh.


"Ayo lagi sayang, coba ambil ini. ini." ucap Sindy sambil menunjukkan barang mainan Lea agar Lea menghampirinya.


"Yey,, anak pintar, sekali lagi ya sayang." ucap Sindy dan memberi kecupan kepada Azalea yang berhasil menghampirinya.


"Pintar nya, sini cium nenek dulu." Ibu mertuanya pun ikut menciumnya.


"Yee sayang bisa." ucap Najwa dan langsung menghampiri Azalea dan mencium Lea dengan sangat kuat.


Saat itu perasaan Sindy merasa kesal, karena dirinya yang jelas ibu Lea saja tidak pernah sekeras itu ketika mencium Azalea.


"iiiii... Gemes... nya, lucu sekali sih." ucap Najwa dan kembali mencium Azalea lagi dengan kekerasan yang sama.


Batin Sindy, "Ya Allah, aku saja tidak pernah begitu mencium putri ku, kenapa rasanya sakit sekali ketika melihat orang lain mencium nya dengan sangat keras."


Sindy sangat kesal dan tidak berani mengatakannya, hanya diam dan menahan rasa sakit itu karena ia sadar kalau ia hanya menumpang tinggal di rumah mertuanya.


Sedangkan keponakan nya itu memang sudah dari bayi tinggal di rumah neneknya, katakan saja ia punya kuasa penuh dari pada Sindy.


"Sayang, kenapa sih Najwa kuat sekali kalau mencium Azalea, kita saja yang orang tuanya tidak pernah begitu." ucap Sindy kepada jack karena merasa kesal.


"Mungkin ia gemes kali dengan Lea, kan baru ini ia punya sepupu cewek sayang, jangan marah dong." rayu jack agar Sindy tidak menyimpan kebencian terhadap ponakannya.


"Tapi aku ngak suka cara mencium nya seperti itu, gemes sih boleh sayang, tapi jangan melebihi kita dong." ucap Sindy lagi.


"Sayang, sudah lah, jangan di jadikan masalah besar, itu hanya hal sepele, aku tidak ingin hanya karena hal seperti itu, semua hubungan keluarga jadi berantakan. aku tidak mau itu terjadi sayang." rayu jack lagi.


Tetapi Sindy hanya terdiam dengan respon jack yang kurang membela nya.


Batin Sindy, "Rasa nya percuma saja aku mengadu kepada suami ku sendiri, kalau ujung-ujungnya seperti ini."


"Atta." ucap Lea yang mulai belajar bicara.


"Apa Lea Bilang? Atta? Kenapa Atta sayang, bukankah itu orang hilang yang biasa minta uang 2000 kepada nenek mu?." ucap Sindy.


"Atta.. Atta." ucap Lea lagi.


"Lea kenapa Atta. coba bilang Mak! Ayo sayang mak. mak!." ucap Sindy mengajari Lea menyebut dirinya.


"Atta." Tetapi tetap saja Lea menyebut Atta yang biasa nya selalu mampir ke rumah untuk meminta uang kepada nenek Lea.


"mak... ayah... gitu Lea, jangan Atta terus." ucap Sindy lagi.

__ADS_1


Jika masih banyak kesalahan dari Author mohon masukan nya🙏 jangan lupa untuk dukung dengan cara like, komen, dan Vote karya author biar author tambah semangat Up nya🥰


__ADS_2