Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 10


__ADS_3

Ardi masih asik mengotak ngatik motor yang ia perbaiki. Ini hari sabtu, sudah menunjukakan jam 6 sore. Bagusnya kerjaan Ardi sudah selesai dan bengkel pun sudah tidak terlalu ramai oleh pelanggan. Tapi ada dua orang teman kuliah Ardi yang memang sedang main ke bengkelnya.


" Sudah selesai pak..." Ucap Ardi pada seorang pelanggan yang motornya sudah diperbaiki.


" Oohh...sudah ya" Jawab si bapak pemilik motor sambil mengambil dompet di saku belakang celana. " Jadi berapa? " tanyanya lagi.


" 130 aja pak " jawab Ardi singkat. Dan si bapak itu pun memberikan jumlah uang yang di sebut Ardi.


" Terima kasih pak.."


" Terima kasih juga" Si bapak pun pergi membawa motornya.


Ardi masuk kedalam menyimpan uang yang ia pegang ke dalam sebuah laci. Lalu keluar lagi membereskan peralatan dan alat alat bengkel.


" Ar, maen yuk ke cafe? Malam minggu nih." Ajak salah satu teman Ardi, si Kendi atau ahmad yang sedang memegang gitar.


" Ntar dulu gw sms Imel " ucap Ardi sambil berjalan ke arah meja dalam mengambil hp nya lalu berbalik duduk di samping temannya.


" Lo Ar, punya cewek kayak kagak punya! " ketus teman yang satunya, Dono.


" Maksud loo?" Tanya Ardi menghentikan tangannya yang sedang mengetik pesan.


" Laahh ...iya. Punya cewek tapi susah banget di ajak kencannya." jawab Dono yang mendapat anggukan juga dari Kendi., " Betul ituuuu..."


" aauuuhhh aaahhkkk gw mau dengar!!, gw mau mandi dulu " Jawab Ardi yang sudah beranjak dari kursinya


" Jadi nih kita ke cafe??" tanya Kendi


" Gw mau jalan ama Imel dulu, klw mau ke cafe duluan aja, ntar gw nyusul kesana. " Jawab Ardi yang sudah berjalan masuk ke kamar mandi. Sedangkan Dono dan Kendi hanya saling pandang dan mengangkat bahu mereka bersamaan, lalu Kendi memainkan gitarnya dan bernyanyi.


Lihat aku disini


Kau lukai hati dan perasaan ini


Tapi entah mengapa


Aku bisa memberikan maaf padamu


Mungkin karena....Cintaa


Kepadamu...Tulus dari dasar hatiku


Mungkin karena...Aku

__ADS_1


Berharap kau dapat mengerti cintaku


*****


sesaat sebelumnya...


Ardi ๐Ÿ“ค Imel, jalan yuk!


Imel ๐Ÿ“ค Ya udah... Jam berapa?


Ardi ๐Ÿ“ค Jam 7 yaa


Imel ๐Ÿ“ค Iyaa...Di simpang yaa


Ardi ๐Ÿ“ค Ok๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


*****


Sudah sebulan lebih Ardi dan Imel menyandang status pacaran. Tapi tidak mudah bagi Ardi untuk mengajak kencan Imel, walau itu hanya seminggu sekali pun. Dari pertama jadian, baru dua kali termasuk yang saat ini mereka jalan berdua. Karena Imel pun menyembunyikan hubungannya dengan Ardi dari kedua orang tuanya, hanya adik perempuan Imel yang tahu. Bukan karena apa apa, tapi memang orang tua nya melarang untuk pacaran dan pula orang tuanya yang akan memilih siapa yang pantas untuk Imel menjalin hubungan.


Apa lagi melihat Ardi yang hanya seorang pekerja bengkel motor paruh waktu dari kuliahnya dan berasal dari kampung.Pasti orang tua Imel tidak akan menyetujuinya. Padahal mereka tidak tau menau jati diri Ardi yang sesungguhnya.


Sejak pacaran pun, Imel agak cuek terhadap Ardi. Ardi memang tidak pernah menelpon Imel, karena tiap mengirimi Imel sms untuk lebih dekat pun tak pernah di tanggapi atau di balas. Kecuali sms untuk mengajak jalan, bahkan kadang di balas dengan balasan penolakan karena berbagai alasan. Sampai sempat Ardi berfikir apakah Imel menerima cintanya tulus atau hanya terpaksa.


Ardi sudah selesai membersihkan diri dan berpakaian. Dia turun dari lantai atas kamarnya, lalu membereskan sisa sisa perlatan bengkel yang masih ada di teras luar.


Kendi dan Dono yang melihat temannya sudah rapi dengan kaos oblong warna merah marun berpadu celana jeans biru dongker ditambah jaket sweater hitam abu abu, memandangnya dengan kagum temannya itu yang memiliki tubuh tinggi 168 cm, kulit yang putih bersih untuk seorang cowo dengan rambut sedikit lebat dan panjang menutupi dahi.


" Anjjiiirr...temen gw ganteng amat yaa!!" seru Dono " Klw gw cewek, gw juga mau jadi pacar lo, Ar "


" Iaa...tapi ngapa pacarnya romannya kaga kagum suka sama Ardi yaa?? " tanya heran Kendi


" Masih buta tuh si Imel mata hatinya " ucap Dono dan mendapat lemparan kain lap kotor dari Ardi yang mendarat di badannya.


" Ngomong lagi lo..." sinis Ardi sambil memegang obeng yang siap di lempar lagi


Dono replek membuang sembarang kain lap tersebut dan berucap lagi.


" Iaa beneeerr....entar kalau mata hatinya dah melek lagi dan pas saat itu lo sama dia dah putus yakin dah gw dia pasti nyesel banget " Memasang muka seriusnya


" Waahh ... gw setuju sama lo, Don!" Ujar Kendi yang menepuk pundak Dono.


Ardi yang mendengarnya hanya cuek sambil tetap membereskan bengkel, tapi ada raut wajah gelisah yang di sembunyikannya dari temannya itu.

__ADS_1


" Ya udah ahkk...gw mau jalan nih. Lo pada mau jalan atau masih mau disini??" Tanya Ardi yang sedang menutup roling bengkel.


" Eehh...iya keluar. Tapi entar lo beneran ke cafe yaa?" Tanya Kendi


" Iiiyaaa..." jawab Ardi yang sudah menaiki motor matic nya


" Entar lo ajak Imel ke cafe juga, Ar?" tanya Dono yang juga sudah naik motor berboncengan dengan Kendi.


" Gak tau dah...Liat entar aja! " jelas Ardi singkat.


Mereka pun menyalakan mesin motor dan berjalan bersamaan. Namun, tak jauh dari bengkel di sebuah persimpangan ( Hanya berjarak sekitar 50 meter ), Ardi menghentikan motornya dan berpisah dengan dua temannya. Ardi mengeluarkan benda pipihnya daru saku depan celana jeansnya.


๐Ÿ“ค Mel,, Aku udah di simpang nih!


agak lama menunggu jawaban, sekitar 5 menit.


๐Ÿ“ฅ Iyaa...Aku baru keluar nih


Ardi pun tersenyum membaca balasan dari Imel.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


ja**ngan lupa yaa untuk๐Ÿ–’dan ๐ŸŒŸ rate nya


โค juga untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran juga saya butuhkan jika readers berkenan

__ADS_1


Terima kasih yaa sudah membaca๐Ÿค—๐Ÿค—**


__ADS_2