
Jika kamu ingin berpaling darinya
Ingatlah, kenapa dulu kamu memilihnya.
Jika kamu ingin meninggalkannya
Ingatlah, bagaimana usahamu mendapatkannya.
Dan jika kamu bosan padanya
Ingatlah, saat saat terindah bersamanya.
* * * * *
Ardi terkejut akan pertanyaan Nisha kali ini. Ardi membawa Nisha duduk disisi kasurnya. Setelah Nisha menjelaskan apa yang dia ketahui, saat dia membuka Hp Ardi dirumah Eva. Akhirnya Ardi mengakui bahwa memang dia yang beberapa hari ini menghubungi Imel dengan nomor baru dan mengaku penggemar rahasianya.
Nisha merasa dadanya tertusuk lagi dan lagi. Sakit dan sakit mendengar kebenaran itu.
Ardi memjelaskan kenapa dia melakukan itu pada Imel.
" Aku gak ada maksud apa apa Sha sama Imel !" Duduk berhadapan sambil menggenggam kedua tangan Nisha.
" Aku cuma mau tau dia tuh kayak gimana sama cowok lain.! Lagi pula dia duluan yang sms aku. Aku cuma mau cari tau aja maksudnya. Gak ada niat yang lain Sha!" Ucapnya meyakinkan.
" Andai aku gak buka Hp kak Ardi, dan gak tau Ini semua. Apa Kak Ar bakal jujur sama aku soal ini ?"
" Itu...." Ardi terdiam sejenak
" Gak kan !"
" Bukan nya enggak. Tapi mungkin nunggu waktu yang tepat wat ngomongnya sama kamu "
Nisha memejamkan matanya merunduk.
" Tapi kenapa harus pake cara itu sih ?"
Ardi meraih dagu Nisha dan mengangkatnya. Menatap dalam bola mata hitam milik cewek didepannya itu.
" Kenapa ? Kamu cemburu ?" Nisha langsung memaling wajahnya.
Ya jelas aku cemburu. Masih nanya lagi!!
Ardi meraih lagi dagu Nisha, mengarahkannya menghadap wajahnya. Ardi mencium kening Nisha perlahan.
Kenapa sih,? Tiap aku marah dan cemburu, Kamu selalu bisa ngeluluhin hati aku dengan sentuhan kamu itu. Yaa ampun Nisha... Baperan banget sih lo!
" Kamu percaya sama aku ?" Tanyanya saat melepas ciuman itu. Nisha dengan ragu ragu menganggukkan kepalanya sekali. Lalu Ardi mencium pipi Nisha. Nisha hanya mengedipkan kedua matanya berulang dan memundurkan kepala sedikit.
Kenapa dia cium lagi sih !!!
Ardi memegang kedua bahu tangan Nisha, menariknya sedikit agar lebih dekat dengannya.
" Kamu sayang sama aku ?"
Pertanyaan apa itu. Jelas jelas aku sayang dia, Kalau gak mana mungkin aku bertahan sampe sekarang. Seharusnya aku yang tanya itu. Bukan kamu !!
" Sha.." Nisha mengangguk pelan
" Aku mau kamu jawab? Kamu sayang Aku?"
" Iyaaa...Aku sayang Kak...."
__ADS_1
Ucapan Nisha terpotong saat Ardi dengan cepat menempelkan bibirnya di bibir Nisha.
Beberapa detik.
Nisha membulatkan matanya tak percaya apa yang terjadi. Jantungnya serasa berhenti sesaat.
Ardi melepaskan ciumannya, jantung Nisha terasa kembali tapi dengan ritme degup yang lebih kencang saat menatap cowok didepannya itu. Nisha menggigit bibir bawahnya melihat Ardi tersenyum padanya.
" Aku sayang kamu, Nisha "
Kata kata itu terdengar sangat indah dan merdu ditelinganya. Seolah olah Nisha dibawa terbang tinggi dan melihat pemandangan taman bunga yang indah dari atas langit. Berwarna warni.
" Jadi jangan berpikiran yang gak enggak soal aku sama Imel. Ok!" Nisha menatap mata hitam Ardi, mencari suatu arti ucapannya tadi dari tatapannya. Tapi tidak menemukannya. Dia pun mengangguk dan tersenyum.
Ardi pun mengantar Nisha pulang sampai kerumahnya. Setelah itu, Ardi langsung pulang kembali tanpa berhenti duduk diteras rumah Nisha seperti biasa, karena waktu sudah terlalu tengah malam. Tidak nyaman jika harus mampir dulu dengan lingkungan disini.
Nisha pun masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya. Dia terus saja menyentuh bibirnya, mengingat kembali memon itu.
Ciuman pertama gw,,, Yang selalu gw lindungi agar gak ada yang ngambil. Tapi lo udah ambil itu Kak Ar, lo udah ambil disaat gw belum yakin sama hati lo itu.
Sejak jalan bersama Ardi selama empat bulan ini, Ardi selalu menjaga sikapnya pada Nisha. Tidak seperti kebanyakan anak kampus jaman sekarang saat pacaran yang sedikit fulgar. Yaa...sudah akhir akhir ini, Ardi berusaha mencium bibir Nisha, tapi selalu gagal karena Nisha menghidar terus. Baru kali ini Ardi berhasil menyentuh bibir mungil itu.
* * *
Hampir setiap hari Imel selalu membicarakan si penggemar rahasianya dikelas kepada teman teman dekatnya. Bahkan di angkot pun saat satu mobil dengan Nisha masih saja dibahas.
Nisha pun sudah meminta pada Ardi agar menyudahi permainan itu. Tapi Ardi tidak mau mendengarnya dan tetap menghubungi Imel dengan Nomor barunya itu.
Brruuukkkk
Nisha meletakkan tasnya diatas meja kelas dengan keras. Seolah melampiaskan kekesalannya.
" Lo kenapa sih Sha? Dateng dateng sewot begitu ?" Tanya Lia Dian yang sudah datang sejak tadi dan melihat Nisha dengan wajah yang ditekuk.
" Cerita napa? Ada apaan sih ?" Nisah tetap diam.
" Pasti Ardi lagi yaa?" Ucap Dian yang sudah pindah duduk dikursi samping Nisha. Nisha pun menggangguk.
Nisha akhirnya menceritakan keadaan yang terjadi antara Dia Dan Ardi serta Imel. Dian pun yang mendengar itu juga ikut terkejut. Tak selang lama Lia dan Eva datang bersamaan. Melihat dua temannya datang, Dian pun bercerita juga pada Lia Dan Eva.
" Si Ardi nyari masalah aja sih?" Ucap Lia
" Biarin nanti gw dah yang nyuruh dia udahan soal itu. Gak mikirin lo apa dia?" Ucap Eva pada Nisha. Nisha hanya terdiam menyanggah kepalanya disatu tangan yang bertumpu dimeja.
" Dah tau lo sama Imel sekelas, temenan. Malah bikin acara beginian " Lanjut Eva.
Dian hanya mengelus pundak Nisha perlahan, memberi dukungan tanpa ucapan. Sabarr Sha, sabaarr...
Triiinggggg triinngggg
Bel masuk kelas pun berbunyi. Semua siswi yang masih diluar memasuki kelas. Nisha memperhatikan Imel yang duduk dikursi barisan depan. Yang sepertinya masih membicarakan soal penggemar rahasianya pada teman lainnya dengan menunjukkan Hpnya.
Kak Ar...udah dong! Jangan ngerjain Imel lagi. Udah cukup. Gak kuat aku liatnya..
Mengepal satu tangannya dipaha, menahan sesak didada yang kini ia rasakan. Rasa cemburu pada temannya sendiri.
Lebih baik aku gak tau kalau itu Kak Ar, dari pada aku tau malah bikin tambah sakit begini. Walau aku tau Kak Ar cuma mainin dia.
* * *
" Sepertinya udah cukup sampai disini permainan ini. Gw bakal ngasih unjuk ke lo siapa yang dia pilih sekarang " Ucap cewek yang berdiri didepan jendela kamarnya. Memperhatikan seorang cowok yang duduk diseberang jalan depan rumahnya. Cowok yang dulu telah dia tinggalkan, yang telah dia campakkan hanya karena setitik keadaan.
__ADS_1
Orang tuanya pun melarangnya berhubungan dengan cowok yang sebenarnya sudah sedikit mengambil hatinya. Ditambah lagi dengan kedekantan dengan temannya. Sehingga dia terpaksa meninggal cowok itu. Tapi saat dia melihat cowok itu berjalan dengan temannya, hatinya sakit. Dia kecewa dan marah. Dia tidak suka. Dan saat dia merasa cowok itu masih memiliki rasa padanya, dia ingin kembali lagi pada cowok tersebut. Dia menginginkan cowok itu.
* * *
" Gimana mau gak ?" Ucap Yani dan Endah salah satu teman dekat Imel
" Ya udah...ayoo!" jawab Imel dan yang lainnya yang ikut rencana Yani.
" Ajak si Nisha sekalian Mel !" Ucap Endah.
Sebenarnya Isti dan Arin enggan ikut campur urusan itu, tapi mau apa lagi. Imel temanya, tapi mereka juga simpatik pada Nisha. Dan Iren hanya ikut saja yang teman temannya lakukan.
Hari ini, dua jam pelajaran kosong karena gurunya yang sedang ada urusan diluar sekolah. Hanya memberikan tugas kellas saja. Sehingga siswi siswi bebas melakukan apapun.
Imel berjalan kebelakang ke arah kursi Nisha dan temannya yang sedang asik memdengarkan musik di Hp menggunakan headset. Nisha dan Lia memutar kursinya ke arah Dian, sehingga mereka merempat duduk saling berhadapan.
" Sha..." panggilnya berdiri disamping meja Dian ditengah Lia, Nisha dan Eva. Mereka berempat menoleh bersamaan ke Imel dan melepaskan headset.
" Kenapa Mel ?" Tanya Nisha
" Gw pengen ngajak lo?" Nisha dan yang lain mengerutkan dahi.
" Gw sama yang temen lain mau ngerjain si penggemar rahasia itu. Gw yakin dia Ardi !"
Deeegggg
" Lo mau ikutan dengerin gak. Biar lo tau Ardi itu cowok playboy " Ucapnya sambil tersenyum kecil.
Nisha terkejut, begitu juga temannya yang lain. Nisha lalu memandangi Lia , Dian dan Eva bergantian.
Gimana ini ???
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
**Jangan lupa untuk 🖒, Vote dan rate 🌟5 ya
❤ nya juga untuk up selanjutnya
Komen berupa kritik dan saran juga saya butuhkan jika readers berkenan.
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca🤗😘
Mohon dukungannya😊😊**