
Hati memang merasa nyaman dalam memendam
Namun otak merasa tak tahan
Untuk menahan segala beban
* * * * *
" Makasih Ka Andri, dah mau nganterin!" ucap Nisha dengan sedikit menundukkan kepalanya pada Andri yang masih duduk diatas motornya.
Andri sangat senang saat Nisha mau menerima ajakannya untuk mengantarnya pulang. Setidaknya Andri jadi tau dimana rumah Nisha. Dan dia dapat datang kesini untuk bertemu Nisha kapan saja. Walau memang harus menempuh jarak yang cukup jauh dari tempat tinggal dan tokonya.
Andri masih melihat sekeliling daerah rumah Nisha yang ada dalam sebuah town house dan berada disisi perkampungan.
" Ini rumah kamu?" tanya saat melihat rumah dua lantai didepan tempat dia berhenti dan tepat berada dipojok kawasan town house. Nisha pun hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
" Boleh aku mampir bentar?" ucap Andri yang sudah turun dari motornya. Nisha membulatkan matanya saat mendengar permintaan Andri.
" Mampir?" gumam Nisha dalam hatinya. Masih terdiam ditempatnya.
" Nisha, aku boleh mampir bentar?" ucapnya lagi memiringkan kepalanya didepan wajah Nisha.
" Hah...eemmm. Gimana ya?" Nisha ragu untuk membiarkan Andri mampir walau sebentar.
Saat dijalan tadi, sebenarnya Nisha terus berbalas pesan dengan Ardi dijok belakang motor Andri. Nisha berkata bahwa dia sedang dalam perjalanan dalam mobil angkot untuk pulang. Nisha terpaksa berbohong, karena tak mau Ardi tau kalau dia bersama cowok lain. Dan mungkin Ardi akan cemburu dan marah padanya. Walau sebenarnya Nisha juga sangat ingin Ardi tadi menjemputnya. Tapi Andri sudah menawarkan diri lebih dulu. Sehingga Nisha tidak bisa menolak kebaikan Andri itu.
Tapi Ini Andri ingin mampir sebentar dirumahnya, dan tadi pula Ardi berpesan akan datang kerumah sebentar untuk bertemu setelah lewat magrib. Nisha menjadi bingung seketika! Bagaimana jika Ardi sampai datang nanti dan Andri masih ada dirumahnya? Nisha masih termunung didepan Andri, harus kah dia menyuruh Andri pulang saja. Tapi itu tidak sopan menurutnya.
" Kakak "
Nisha dan Andri menoleh kearah suara yang tak jauh dari tempat mereka berdiri berdua. Seorang gadis berpakaian seragam putih biru berjalan mendekati Nisha.
" Kok baru pulang juga?" tanya Yuni yang kini ada berdiri disamping Nisha.
" Iyaa " jawab Nisha singkat
" Dia?" Yuni melirik cowok tinggi didepan kakanya itu.
" Oh, ini kak Andri. Temen. Abis nganterin pulang barusan." tutur Nisha. Andri tersenyum pada Yuni.
" Kak Andri, ini Yuni adik aku. " ucap Nisha memperkenalkan Yuni. Yuni hanya tersenyum dan menundukkan kepala sekilas.
" Udah mau magrib kak, ayo masuk!" ajak Yuni yang sudah berjalan terlebih dahulu melewati Nisha dan Andri menuju teras rumahnya. Nisha menghela napas berat sebelum akhirnya mempersilahkan Andri untuk ikut masuk menuju rumahnya.
__ADS_1
" Ayo deh kak, mampir dulu. Dah mau magrib juga. Gak bagus diluar!" tutur Nisha. Andri pun tersenyum puas mengangguk, dan berjalan dibelakang Nisha.
" Uuugghhh...semoga dia gak lama disini. Dan udah pulang sebelum Kak Ar dateng!" Gumam Nisha dalam hati saat berjalan menuju teras rumahnya.
Nisha mempersilahkan Andri untuk duduk disofa teras rumah Nisha diluar. Nisha masuk kedalam rumah mengambilkan segelas air putih untuk Andri. Setelah itu Nisha masuk kembali keďalam untuk mengganti pakaian dahulu.
" Kak, siapa lagi itu cowok? Cowok baru kak Nisha ya?" tanya Yuni yang berdiri didepan pintu kamar Nisha.
" Bukan! Cuma temen aja." ucap Nisha santai
" Dia sepupu temen kelas gw! Tadi pas main kerumah temen gw, dia mau nganterin gw pulang. Ya udah, gw enak nolaknya" tutur Nisha sambil mengganti bajunya dengan baju santai.
" Kayaknya dia suka sama Kakak ya?" ucap Yuni sambil berjalan menuju meja belajar Nisha dan duduk disana. Nisha hanya mengangkat bahunya cuek. " Terus kak Ardi tau soal ini?" Nisha langsung menoleh pada adiknya itu.
" Nggak lah!" jawab Nisha lantang. " Kalau dia tau...pasti marah" ucapnya lirih.
" Udah ahk! Gw mau turun. Jangan main dikamar gw lo ya!" ucap Nisha melirik tajam pada Yuni saat akan keluar kamarnya. Yuni pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar kamar setelah Nisha keluar juga.
Nisha keluar rumah dan ikut duduk disofa teras depan rumahnya. Andri yang melihat Nisha memakai baju santai, kaos merah bata yang sangat pas dibadan mungil Nisha dan celana semi jeans selutut. Sangat terlihat manis dimata Andri, berbeda dari seperti biasa yang selalu terlihat memakai seragam sekolahnya saat bertemu.
" Orang tua kamu pada kemana? kok sepi?" tanya Andri memecahkan kecanggungan mereka berdua.
" Oh...masih pada kerja Kak. Biasanya pada pulang nanti habis magrib atau habis isya." ucap Nisha. " Terus kamu cuma dua bersaudara? Sama adik kamu tadi?" Nisha mengangguk sambil tersenyum kecil.
Tak lama terdengar suara azan magrib berkumandang. Nisha terpaksa menyuruh Andri masuk menunggu diruangan dalam rumahnya. Nisha menawarkan Andri untuk melakukan sholat, tapi Andri menolak, dia akan sholat nanti saja. Jadi Nisha membiarkannya diruang depan, dan Nisha naik kekamarnya untuk mandi dan sholat dahulu.
Saat selesai sholat, Nisha mendegar benda pipihnya berbunyi tanda pesan masuk.
📩 Sha, aku mau jalan kerumah kamu. Kamu mau dibeliin apa? Sekalian aku baliin dijalan nanti!
Nisha membulatkan matanya membaca pesan yang dikirim Ardi. Dia sedang mau kesini? Sedangkan dibawah, dirumahnya masih ada Andri. Bagaimana ini? Nisha memutar bola matanya kekanan dan kekiri.
Makanan?
📤 Boleh kak! Dirumah juga aku belum makan. Ayam bakar boleh😁😁
📩 Ya udah. Nanti aku beliin dulu sekalian jalan kesana. bye😘
Nisha menghembuskan napasnya kasar. Dia segera merapikan mukenanya dan bergegas turun kebawah menemui Andri.
Nisha berpikir setelah magrib Andri akan pulang, ternyata Andri mengajak Nisha mengobrol cukup lama saat kembali duduk disofa teras depan rumahnya. Bahkan Ibu Uni yang baru pulang dari kerjanya, sampai bertemu Andri juga. Banyak yang ditanyakan Andri pada Nisha tentang kesehariannya. Nisha sudah berapa kali melihat jam yang ada pada layar benda pipih yang ada ditangannya. Nisha sudah gelisah akan keadaan ini. Dia sangat takut Ardi segera sampai dan Andri masih disini.
" Ya sudah. Aku pamit pulang dulu deh Sha!" ucap Andri setelah melihat jam dipergelangan tangannya. Nisha akhirnya dapat bernapas lega saat Andri memutuskan untuk pulang.
__ADS_1
" Ooh...iya " ucapnya sambik berdiri mengikuti Andri yang telah berdiri pula.
" Ibu mu mana? Aku mau pamitan dulu!" tanya Andri saat menoleh didepan pintu rumah Nisha yang terbuka sedikit. " Gak usah Kak, nanti aku bilangin aja!" Nisha mencoba mencegah agar Andri cepat pulang.
" Gak boleh gitu lah Sha! Gak enak aku." ucapanya mendorong pintu rumah Nisha. Nisha pun terpaksa memanggil ibunya untuk keluar. Andri pun berpamitan dan mencium punggung tangan Ibu Uni. Ibu Uni hanya tersenyum pada Andri.
" Hati hati nak Andri " ucap Ibu Uni saat Andri berjalan menuju motornya.
" Nisha ini. Ada lagi aja yang cowok yang deket sama dia!" Ucap Ibu dalam batinya menggelengkan kepalanya saat melihat Nisha mengantar Andri menuju motornya diparkiran depan rumahnya.
Ditempat lain, setelah Ardi memesan beberapa Ayam bakar pesana Nisha, dia segera melajukan motor matiknya menuju rumah Nisha. Ardi pun membali ayam bakar itu didaerah rumah Nisha. Walau saat sampai kekedai itu memang sedikit ramai oleh pengunjung yang juga akan membeli ayam bakar yang cukup enak dan banyak pelanggannya. Sehingga cukup lama Ardi untuk mendapatkan pesanannya itu.
Ardi pun hampir sampai kerumah Nisha dan berbelok kedalam kawasan town house rumah Nisha. Dan saat itu pula Ardi melihat seorang cowok mengendarai motor melaju dari arah rumah Nisha.
.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
Aku mau ngasih sedikit info tentang Nisha. Nisha itu emang sedikit polos dan lugu, apalagi soal cowok. Ya gimana gak gitu coba, dia gak pernah deket sama cowok. temen cowok pun gak ada. Hanya saat Nisha duduk dibangku sekolah menengah pertama dan sekolah dasar. Walau udah tau soal pacaran tapi Nisha tetap gak berani dekat sama cowok. Hanya sebatas teman. Apalagi setelah lulus SMP, Nisha masuk ke SMK, dimana semua muridnya cewek. Ada cowok tapi masih dibawah jumlah 5 orang satu sekolah. Apalagi udah 2 tahun lebih sekolah dan cuma punya temen cewek.Saat cewek kaya Nisha kenal cowok cakep yang mau deket sama dia, gimana gak baper coba. Saat kenal Ardi aja yang sebelum ketemu muka aja Nisha bisa baper walau cuma sms doang. Saat sama Eric juga gitu kan Nisha?Apalagi langsung ketemu sama cowok yang jelas jelas naruh suka sama Nisha dan cowoknya cakep juga. kalian kalau jadi Nisha baper juga gak?😁😁😁
TBC
**JANGAN LUPA BANTU VOTE YA
LIKE DAN KOMEN JUGA YA
TERIMA KASIH SUDAH MAU MEMBACA😊
__ADS_1
MOHON DUKUNGANNYA🤗😘**