Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 45


__ADS_3

Jangan bermain main dengan seseorang


Yang menunjukkan arti cinta


Karena kamu akan menyesal


Ketika dia pergi meninggalkanmu.


* * * * *


Hari ini, Nisha mengawali hari dengan senyuman yang selalu terukir disudut bibirnya. Kadang dia tertawa sendiri saat ingat peristiwa dimana dia dan Ardi dihakimi oleh Teteh Adesty.


Nisha menyebrang jalan saat setelah turun dari angkot didepan sekolahnya. Sampai didepan gerbang dia melihat Lia yang msih berjalan dipinggir jalan tak jauh darinya.


" Hai..." Lia merangkul pundak Nisha yang memang Lia lebih tinggi postur tubuhnya dari Nisha.


" Ayoo..." berjalan bersama memasuki sekolah.


" Kata Eva, malam minggu lo nginep dirumahnya ?"


" Iyaa....hahaha. Tapi gak jadi?" berucap sambil menggelengkan kepalanya.


" Lah emang kenapa?"


" Nanti gw ceritain dikelas sama yang lain. Pasti Eva marah sama gw?" Ucapnya memikirkan Eva yang belum diberi penjelasan pula.


Saat memasuki kelas yang sudah sedikit ramai. Nisha melihay Imel yang ada dikursinya dengan teman yang lain. Nisha mewatinya dan memandangnya dengan penuh senyuman bahagia, sedangkan Imel melihay Nisha membalas dengan senyuman sinis dan terpaksa.


Yaa...Kemarin setelah bertemu Teh Adesty, Tak lama Dono datang dan membuka bengkel motor miliknya. Sedangkan Ardi berniat mengantar Nisha pulang kerumahnya. Saat itu juga Imel ada diluar rumahnya dan melihat Nisha ada dibengkel itu. Nisha pun melihat Imel yang sedang duduk diteras bersama adiknya.


" Kak Ar, Ada Imel. Ngeliatin kesini." Ucapnya sedikit berbisik pada Ardi yang sudah duduk dijok motornya.


" Biarin aja sih! Gak usah dipikirin. Bukan urusan kita! Udah ayo naik!" Nisha tak banyak berucap. Hanya mengikuti perintah Ardi. Tapi matanya masih melirik kearah Imel yang jauh disana.


Kenapa bisa dia sama Ardi pagi pagi gini dibengkel? seharusnya dia udah gak jalan bareng lagi kan setelah gw ngomong waktu itu. Apa jangan jangan? Mereka gak jadi pisah!


Imel dengan kesal menhentakkan kakinya dilantai berdiri dari kursi teras berlalu masuk kedalam rumah.


" Lah! Kenapa kak Imel" Tanya Dewi yang asik sendiri dengan gawainya. Lalu memgangkat bahunya sendiri dan fokus lagi dengan gawainya.


Dan kini pertanyaan itu masih ada dipikiran Imel. Dia benar benar penasaran. Apakah Nisha kembali berhubungan dengan Ardi, Sedangkan dia sendiri sudah ditolak oleh cowok yang dia inginkan itu.


Nisha sengaja menunjukkan rona bahagianya didepan Imel. Berlalu berjalan menuju mejanya yanga sudah ada Dian pula disana.


" Uuhhkkk...kayaknya udah ada yang lagi seneng nih!" Ucap Dian yang melihat senyum diwajah Nisha


" Iyaa...kemarin galau galauan. Sekarang senyum senyum mulu !" Ujar Lia yang sudah muak melihat senyum itu tapi belum juga memdapat penjelasan.


" Gimana? dah ketemu sama Ardi? " Ucap Dian yang melipat kedua tanganya dimeja.


" Udaahh.." Sambil menganggukkan kepala menghadap Lia.


" Pantes tuh muka senemg banget "


" Udah napa cerita! Gw kan mau tau?" Pinta Lia.


Tiba tiba saja Eva datang dan membanting tasnya dimeja samping Dian.


" Nih anak parah banget nih!" Dengan kesal menunjuk Nisha


" Lo ngapa zih Va? Biasa aja kali! " Ucap Lia yang sedikit kaget karena tak melihat Eva datang. Sedangkan Nisha dan Dian hanya terytawa tanpa suara menutup mulutnya.


" Tuh anak!" menunjuk pada Nisha.

__ADS_1


" Malam minggu kemaren dateng mau nginep sekalian ngindar dari Ardi. Eehh gak taunya pergi sama Ardi gak balik lagi kerumah gw ! Suuee banget lo! " curhat Eva. Dian dan Lia terkejut


" Yaa maaf, Va. Gak direncanain!"


" Kalau lo gak jadi nginep trus lo kemana? Pulang?" tanya Lia.


Akhirny Nisha menceritaka semua yang terjadi malam itu. Dan padahal Ardi sudah membaritahuke eva lewat sms kalau Nisha tak jadi menginap. Tapi tidak bilang kenapa alasannya.


" " Wahhh... parah lo , Sha!"


" Gw gak ngapa ngapain kali Lia! gak usah berfikiran jelek deh!"


" Haaahhh..akhirnya temen gw yang satu ini bahagia juga sama cowoknya!" ucap Dian


" Iya ... akhirnya Hello Kitty kalah juga " ucap Eva


Hahaha...Mereka pun tertawa bersama saat mendengar kata Hello Kitty. Julukan untuk cewek pengganggu


" Hello kitty kecakepan ahk Va !" Ujar Nisha


Mereka pun berdebat hanya untuk memberi julukan cewek pengganggu, yang mungkin kini sedang memperhatikan mereka karena suara yang menyita perhatian dikelas. Memang jika sudah bebicara tentang hubungan pacaran, Nisha Lia Eva dan Dian menjadi sedikit berisik dalam berbicara.


Seperti biasa, ada saja pelajaran yang kosong karena Gurunya yang sedang ada kegiatan diluar sekolah. Akhirnya siswi dikelas pun gaduh dan bebas!!. Jika waktu kosong seperti ini, banyak siswi yang memanfaat kan untuk tidur dikelas. Begitu juga Nisha dan tiga temannya. Tidur sambil mendengar musik diHp mereka mwnggunakan headset yang menyumpal dilubang kuping.


Nisha pergi sebentar kekamar mandi untuk buang air kecil. Saat keluar dari toilet tak sengaja berpapasan dengan Imel yang baru akan menuju toilet pula di koridor samping kelas mereka.


Mereka saling berhenti berhadapan satu sama lain. Tatapan Imel seperti biasi, Menampakkan mata yang tidak suka dan penuh iri dengki tapi ditutupi senyum palsu. Nisha pun ikut membalas tersenyum. Tiba tiba saja Imel berjalan melewati Nisha. Nisha memejamkan matanya sejenak lalu berbalik memanggil Imel.


" Imel "


Imel berhenti melangkah. Lalu berbalik menatap Nisha dengan senyum palsunya.


" Kenapa Sha?"


kenapa dia minta maaf? Ucap Imel dalam hati.


" Maaf. Karena gw gak bisa ngelakui apa yang lo minta waktu itu!" Imel mengepalkan satu tangannya disamping paha.


Nisha melihat kepalan tangan Imel lalu berjalan mendekatinya.


" Dia sendiri yang milih gw. Gw udah nyoba ngindar. Tapi dia tetap milih gw juga. Dan maaf... Karena dia udah ngecawain lo " Ucapnya dengan lembut. Dan membuat Imel semakin mengepalkan tangannya kuat. Ingin sekali rasanya menampar wajah Nisha. Tapi dia urungkan karena ada siswi lain yang ternyata menatap mereka dari jendela dalam kelas. Dan cukup mendengar ucapan Nisha yang sedikit keras.


Jadi lo beneran masih pacaran sama Ardi


Imel mencoba menahan emosi yang sudah memenuhi dadanya. Mencoba tersenyum palsu didepan Nisha.


" Gak apa apa kok! gw yang kurang beruntung aja." Ucap Imel


" Kita masih bisa temenan kaya biasa dulu kan? Gw gak mau kita jadi musuhan cuma karena cowok " Ucap Nisha sambil mengulurkan tangannya.


" Iya...kita masih temen kok!" Menerima uluran tangan Nisha dan saling tersenyum. Imel berjalan menuju toilet. Dan Nisha kembali masuk kekelas yang beberapa dari mereka telah melihat dan mendengar percakapan antara dia dan Imel.


Oohh...jadi tuh cowok milih Nisha yaa


Yakan emang Imel mantan tuh cowok! ceweknya yang sekarang kan Nisha.


Yakan kemaren katanya tuh cowok masih sayang Imel. gimana sih lo.


Gw kalau jadi Nisha mah mending gak mau sama tuh cowok. Bisa bisanya mainin dua cewek yang statusnya sama sama temen.


Iya juga.


Tapi itu mereka bisa akur. walau Imel harus ngalah.

__ADS_1


Aauu ahkk. Lo lo pada ngurusin hubungan orang aja! Urusin masalah lo sendiri.


Lah gw mah gak ada maslah soal cowok. Baik baik aja gw sama cowok gw.


Ucap para lima siswi yang duduk disisi jendela yang tadi melihat Nisha dan Imel. Tapi teman teman Imel atau Nisha tak ada yang tau akan itu.


Nisha pun duduk kembali dan meletakkan kepala diatas meja mengikuti ketiga temannya yang masih asik mendengar musik sambil menidurkan kepala dimeja. Tersenyum menikmati suasana hati yang terasa damai setelah melewati masalah hati segitiga ini.


Ditempat lain, didalam toilet. Seorang siswi sedang menelpon.


" Hallo..."


---


" Kak bantuin aku dong !"


---


" Soal yang waktu itu aku ceritain "


----


" Nanti aku kasih tau..."


----


" Ok "


----


Mematikan sambungan telponnya. Wajahnya masih menahan amarah yang terasa didadanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


TBC


**Jangan lupa untuk 🖒, Vote dan 🌟 rate ya


❤nya juga boleh untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran juga diharapkan jika readers berkenan.


Terima kasih sudah membaca🤗😘

__ADS_1


Mohkn dukungannya ya😊😊**


__ADS_2