
Sepi bertanya, Hatiku berkata
Cerita telah berlalu
Aku sebut itu cinta
Aku termenung lewat suara yang
biasa aku dengar.
Aku hanya bisa berkata
Kemarin engkau milikku
* * * * *
" Dia yang milih gw. Gw udah coba ngindar dari dia. Tapi dia tetap milih gw. Dan maaf...dia udah ngecewain lo."
Kata kata Nisha masih turus terngiang ditelinga Imel. Rasa sesak didadanya mulai bergemuruh, entah mengapa dia jadi tidak suka akan kedekatan Nisha dan Ardi. Hati nya benar benar cemburu, Apalagi akhir akhir ini dia sering melihat Nisha berada dibengkel Ardi.
" Aahhhrrrgggg..."
Imel memukul kasur dan bantal yang sedang dia duduki. Dia melempar selimut tebal yang terlipat rapi dipinggir kasur, melempar bantal kesegala arah.
" Kalau lo gak bisa ninggalin Ardi. Gw yang bakal cari cara agar Ardi ninggalin lo Nisha!" Matanya penuh amarah dan dendam
" Gw gak rela lo bisa bersama Ardi lagi, sedangkan gw gak bisa balikan sama dia!" tangannya mengepal seprei yang dia duduki.
" Dari kita berdua gak boleh ada yang dapat hati Ardi. Gak gw dan gak lo juga!"
Bangkit dari duduknya berjalan kemeja belajar yang ada didepan nya. Meraih benda pipih miliknya. Menekan sebuah nomor dan meletakkannya disalah satu kuping.
" Hallo "
" Yaa..." Jawab seorang cowok diujung telpon
" Katanya mau ngubungin aku. Kenapa sampe sekarang gak ngasih kabar sih?" ucap Imel sedikit kesal
" Maaf...gw lagi sibuk. Kenapa lagi sih emangnya bebz?" ucap si cowok lembut
" Aku bete nih kak! Katannya mau bantu? Gimana sih !" Imel menyenderkan badannya dimeja
" Ohh...masalah waktu itu? Ya udah. Kesini aja ketempat aku!"
" Ya udah. Kakak jemput aku dirumah dong! Kalau aku keluar sendiri gak bakal dikasih nanti sama ibu!" Ucap Imel memelas
Huhhff...Ni cewek bikin repot aja sih! Gumam si cowok dalam hati
" Ya udah. Aku jemput sekarang. "
" Ok..." Ucap Imel singkat tersenyum puas menutup panggilan telpon tersebut. Imel pun bersiap. Kamarnya yang tadi berantakan karena ulahnya, dia sendiri yang membereskan kembali.
30 menit kemudian.
Si cowok yang ditunggu pun datang membawa mobil sedan hitam metaliknya. Imel pun keluar rumahnya saat mendengar suara klakson yang dibunyikan si cowok. Ibu Imel pun ikut keluar melihat Eric yang menjemput anaknya. Ya...cowok itu adalah Eric.
Eric pun memberisalam pada Ibu Imel, sekaligus meminta izin untuk mengajak Imel main keluar rumah. Tentu saja Ibunya memberi izin, Eric merupakan anak dari rekan bisnis Papa Imel, Johan. Papa Eric, Samsul yang bekerja sama dalam bisnis travel dan restauran bersama Johan. Sehingga Imel dan Eric rencana akan dijodohkan jika memang mereka mau, Tapi johan dan Sam juga tidak memaksa mereka untuk berpacaran. Hanya saja Eric dititipkan untuk menjaga Imel salama ini saat berada diluar rumah. Karena itu, Imel selalu meminta bantuan Eric jika ingin pergi main keluar rumahnya.
__ADS_1
" Mau gimana emangnya? Bukannya kemaren kata lo dia masih sayang sama lo? seharusnya dia udah balikan sama lo kan?" Tanya Eric saat didalam mobil yang sedang ia kendarai, Imel yang duduk dikursi samping Eric hanya memandang kedepan memperhatikan jalanan tak menjawab.
" Lo bilang bisa ngatasin itu sendiri! Terus kenapa sekarang minta bantuan gw juga?"
" Lo ini berisik banget sih Kak! Aku tuh lagi mikirin gimana caranya biar mereka tuh gak jalan bareng lagi. Putus!" Ucap Imel keras.
" Salah lo sendiri sih. Kenapa dulu lo putusin dia? Apa lagi cuma karena lo cemburu dia deket sama Nisha, yang belum jelas juga. Sekarang mereka udah jelas, lo malah kayak gini "
" Kok malah mojokin aku sih!" melipat kedua tangan didada menghadap Eric.
" Bebz " Membelai rambut Imel dengan satu tangannya.
" Bisa gak sih kamu tuh lupain Ardi, Kan udah aku disini "
" Tapi aku gak mau Ardi sama Nisha juga! Gak boleh! Gak aku juga gak sama Nisha!" Memutar tubuhnya kembali menghadap kedepan.
" Ya udah...Nanti aku bantuin deh!" Imel menatap Eric yang tersenyum, Imel membalas senyum itu.
" Sekarang mending ikut aku seneng seneng yuk? Biar kamu gak happy. Dan kita cari cara buat misahin mereka " Imel pun mengangguk pelan
" Ya udah" Eric pun tersenyum sambil mengusap bahu Imel.
* * *
Ardi memarkirkan motornya digarasi rumah Adesty. Siang tadi Adesty menyuruhnya untuk kerumah sebentar.
" Assalamualaikum.." Sapa Ardi saat didepan pintu yang sudah dibukakan oleh Bi Iin.
" Waalaikumsalam " Jawab Adesty yang sudah berada dibelakang Bi Iin bersamaan.
Ardi pun masuk kedalam dan mengikuti Adesty yang duduk di ruang tamu.
" Ibu....Ibu sakit. Dan katanya mu dioperasi " Ucap Adesty yang duduk diseberang Ardi disofa tunggal.
" Ibu sakit! Sakit apa?" Ardi terkejut menegakkan duduknya.
" Tadi pagi, A Malik telpon. Ibu sesek napas lagi. Terus dibawa kerumah sakit dan dirongsen, ternyata ada tumor didada ibu menghimpit paru paru ibu. Untungnya tumor jinak, Jadi harus buru dioperasi. A Malik mau kita balik nemenin Ibu selama operasi. Kamu udah selesai ujiannya kan? "
" Udah selesai kok Teh. Terus kapan ibu dioperasinya?"
" Lusa. Teteh udah ngomong Bang Martin, juga bakal bawa Rama ikut pulang. Kita berangkat besok siang kalau kamu udah beresin urusin kuliah kamu disini."
" Ya udah. Nanti Ardi urus sendiri."
" Jangan lupa kabarin Nisha juga!"
" Iaaa..."
Percakapan mereka pun selesai saat Adesty mengajak Ardi untuk makan dulu disana. Ardi pun tidak menolak ajakan Tetehnya. Selesai makan, Ardi kembali keruko yang telah tutup sejak tadi sore. Merebahkan tubuhnya yang lelah dikasur single kesayangannya. Pikirannya masih tertuju pada Ibu satu satunya yang jauh disana. Yang awalnya menentang Ardi untuk pergi jakarta dan membuka bengkel motor yang sekarang dia kelola sambil kuliah saat ini. walau sebenarnya dia enggan kuliah, Kalau bukan bujukan Ibunya yang sangat ia sayang yang akhirnya dia turuti.
Ohh...Iya. Dia juga harus menghubungi Nisha memberitahukan kepergiannya kembali kekampung halamannya karena Ibunya yang sakit.
* * *
Mobil Eric terparkir disebuah salah satu club malam anak muda ditengah kota. Parkiran yang cukup luas dan ramai mobil dan motor yang terparkir disana, menunjukkan bahwa club tersebut banyak pengunjungnya.
" Kok kita kesini sih kak?" Tanya Imel yang tau ini tempat apa.
__ADS_1
" Sekali kali. Belum pernah kan lo?" Ucap Eric mematikan mesin mobilnya.
" Gak usah takut. Kita havefun aja, Ada gw ini. Ayo!" Membuka pintu mobil dan keluar bersamaan.
Mereka pun masuk kedalam club yang cukup terkenal diJakarta ini. Hanya ada lampu kerlap kerlip yang menjadi penerangan diruang yang gelap remang remang itu. Penuh oleh pria dan wanita yang berpakaian seksi. Eric mengajak Imel kesebuah meja yang memang sudah terdapat teman dari Eric disana. Ada juga beberapa wanita seksi ditengah 3 pria Teman Eric itu. Tanpa canggung, Imel ikut bergabung disana.
Imel memang tak pernah ketempat seperti ini sebelumnya, Tapi dia cukup menikmati tempat baru ini. Musik yang mengalun sangat indah dan enak didengar telinga membuat Kepala Imel ikut bergoyang sedikit. Eric hanya tersenyum melihat Imel menikmati musiknya. Eric pun mengajak Imel turun kelantai untuk joget. Awalny Imel menolak, tapi karena dipaksa Eric, Akhirnya Imel menurut. Tanpa terasa pun Imel menikmati suasana lantai disko itu. Saat sedang asik berjoget, Eric melihat seorang wanita dan pria yang duduk disudut club sedang bercumbu mesra tanpa menghiraukan orang lain yang ada. Tiba tiba saja terlintas sebuah ide dipikirannya.
" Gw punya ide..." Ucapnya berbisik pada telinga Imel yang sedang asik berjoged disampingnya.
" Apa?" Tanya Imel dengan suara sedikit keras ditelinga Eric.
Eric berbisik lagi ditelingan Imel. Saat Imel mendengarkannya, dia sedikit mengerutkan dahinya. Eric menatap Imel setelah berbisik rencananya.
" Gimana?" Masih asik berjoget
" Lo gak bakal macam macam kan selain itu?" Tanya Imel ragu akan rencana Eric.
" Ya gak lah!" Merangkul pinggang Imel merapatkan ketubuhnya.
" Gw kan udah ada lo sekarang!" Mencium pipi Imel.
" Awas lo ya kalau bohong! Dia temen gw juga!" Ucapnya mengancam. Eric hanya mengangguk, melanjutkan kembali aktifitas joget mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*TBC
Author bingung mau nulis eposid ini. Badan juga lagi kurang fit dan sibuk juga. Maaf ya jika tulisannya kurang memuaskan para readers*.
**Jangan lupa juga untuk 🖒, VOTE dan 🌟rate
❤nya juga untuk up selanjutnya
Komen berupa kritik dan saran juga diharapkan jika readers berkenan.
__ADS_1
Terima kasih sudah mau membaca🤗
Mohon dukungannya😊😘**