Pacarku Mantannya Temanku

Pacarku Mantannya Temanku
BAB 14


__ADS_3

Setelah menitipkan benda pipih miliknya, Nisha, Lia dan yang lain menuruni tangga menuju lapangan upacara yang sudah di penuhi siswi siswi yang sudah berbaris rapi sesuai kelas masing masing. Karena memang sebenarnya saat upacara, alat komunikasi anak jaman now itu tidak boleh dibawa. Tetapi Nisha terlupa ada siapa saja saat dia menitipkan benda pipihnya tersebut.


Eva dan Iren sibuk mengisi jajanan ringan yang kosong dengan yang baru di dalam etalase. Lalu membuat cacatan penjualan. Sedangkan Imel duduk di lantai sambil memainkan hp miliknya dan sesekali melihat ke bawah lapangan upacara melalui celah pagar tembok koridor. Setelah selesai dengan tugasnya, Eva dan Iren duduk pula di samping Imel.


" Ehh...Gw mau ke kamar mandi dulu ya. Sakit peruut !! " ucap Eva sambil memegangi perutnya satu tangan dan satu tangan memegang dua hp dan di letakkan di dalam etalase. " Nitip hp ya, Mel.."


" Gw pinjem hpnya yaa "


" Iyaàaa...." sambil berlari menuju toilet yang memang tak jauh. Iren hanya tetsenyum melihatnya. Sedangkan Imel mengambil salah satu hp yang ada di dalam etalase. Tak tau benda pipih milik siapa yang di ambilnya yang memang tak dikunci.


Saat membuka layar hp tersebut, ternyata itu milik Nisha melihat foto walpapernya. Yang memang niatnya meminjam ingin bermain game, tanpa sengaja ada laporan sms masuk yang sedari tadi tak dibuka dan tertera di layar hp nya dengan nama pengirim SECRET.


Imel yang melihat nama pengirimnya jadi dibikin penasaran untuk melihat isinya. Lalu dia menyenggol lengan Iren yang ada di sebelahnya. Memperlihatkan layar hp itu pada Iren.


" Jangan ahhkk...Ga sopan lo Mel !! " ucap Iren sambil menggelengkan kepala.


" Tapi penasaran tau !! Nih pasti cowoknya !! "


Tanpa memperdulikan saran Iren, Imel pun membuka pesan tersebut. Dan terpaksa Iren pun ikut melihatnya. Melihat terlebih dahulu ke arah toilet. Dirasa aman, lalu kembali melihat isi sms tersebut.


📥 Buat cewe gw yang tadi pagi terlihat cantik


📥 Bila kehadiran embun menyejukkan suasana pagi, tentu hadirmu menyejukkan suasana hati


Bila sang mentari hadir menyinari bumi tentu kau lah yang selalu hadir menyinari hati ini.


" Iihhkkk...romantis banget yaa !! " Seru Imel dan Iren sambil tertawa pelan menutupi mulut mereka. Karena tambah penasaran, Imel membuka nama kontak tersebut dan terlihat lah nomor yang bernamakan SECRET itu.


" Laahh, ini kan....!!! " suara Iren terputus menutup mulutnya dan membolatkan matanya. Imel hanya terdiam mematung memandang layar hp tersebut. Entah apa yang dirasakannya. Tapi tangannya terus bergerak membuka pesan yang ada di hp tersebut dengan serius. Iren yang ikut membacanya pun hanya menggelengkan kepalanya.


Tak lama kemudia Eva sudah selesai di dalam toilet. Dia kelaur berjalan menuju standnya sambil mengelus perutnya.


" Aahhhkkk...leganya "


Saat sampai disampaing etalase, langsung mengambil benda pipih yang ada di etalase dan duduk di samping Imel.


" Maen paan sih ? " tanya Eva yang melihat dua temannya itu serius sekali.

__ADS_1


" Ehh..Eva. Ii..niii..." Imel menyerahkan hp yang dipegangnya tampa mengeluarkan ( exit ) dari yang apa dia lihat.


Seketika mata Eva membulat melihat hp siapa yang dipegang Imel, lalu mengambilnya cepat dari tangan Imel.


" loo..." memandang Imel dengan sedikit mimik wajah rasa khawatir.


" Lo tau sesuatu Va ? " tanya Imel sedikit curiga dengan mata tajam


" hhhmmm...itu.."


*****


" Seluuruhnya...anggota upacara. Bubaaarrr jalan " Ucap pembina upacara membubarkan seluruh siswi si lapangan setelah para guru dan kepala sekolah pergi keruangan mereke masing masing.


Seluruh siswi membubarkan diri dari barisan dan membuat sedikit berisik , kembai ke kelas masing masing.


Nisha, Lia, Dian dan teman sekelasnya yang lain pun berjalan menaiki tangga ke lantai dua. Satu persatu ditapaki, sampai pada ujung tangga lantai dua terlihat langsung Eva yang masih berdiri di samping etalase stand memegang hp milik Nisha dan terlihat sedikit cemas sambil menggigit bibir bawahnya.


" Lo kenapa Va,,, kayak orang ketakutan ! " tanya Dian yang sudah di depan Eva bersama Nisha dan Lia.


" Eehh...Makasih " Eva mengangguk sambil mengusap tengkup lehernya.


" Lo kenapa sih ? " Tanya Lia tegas sembari mereka berjalan beriringan ke arah kelas dengan santai.


" Hhhmmm....itu Sha " ucap Eva ragu


" Apaaa..." Nisha, Lia dan Dian menyautkan alis melihat Eva yang kebingunga sambil tertunduk dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Tadi... Imel sama Iren mainin hp lo. Dan mereka kayaknya buka inbok dan baca sms lo. " ucap Eva


" Haaahhhh..." ucap mereka besamaan dan seketika mereka berhenti berjalan.


" Serius lo ? " tanya Nisha langsung memandang Eva dan mendapat anggukan kepala.


" Maaf yaa...gw lupa. Tadi hp gw tinggal ke toilet, terus Imel mainin hp lo." Jelas Eva


" Masuk dulu yukk.." Lia langsung menarik tangan Nisha karena sudah berada didepan pintu kelas. Menuju kursi nya yang berada di pojokan jendela di ikuti Dian dan Eva di belakang.

__ADS_1


Saat berjalan Nisha sedikit melirik ke arah kursi yang ditempati Imel dan kawan kawannya sedang berkumpul berbicara sesuatu.


Nisha terduduk lesu membayangkan yang akan terjadi selanjutnya. ' pasti dia berpikir yang gak enggak soal sms itu '


Yaaa....Nisha memang menyimpan semua sms dirinya dan Ardi, tapi bukan berupa percakannya. Melainkan semua puisi dan kata kata romantis yang diterimanya yang dia simpan. Yang sebenarnya bukan ditujukan langsung untuk Nisha.


Tak lama bel masuk pelajaran berbunyi dan semua siswi kembali ke tempat duduknya masing masing karena guru sudah berada si sisi luar kelas.


Nisha memejamkan matanya menundukkan kepala sambil duduk bersender di tembok.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*TBC


Jangan lupa ya untuk 👍 dan 🌟 rate nya


❤nya juga yaa untuk up selanjutnya


Komen berupa kritik dan saran juga saya harapkan jika readers berkenan


Terima kasih sudah membacanya🤗🤗😘😘*

__ADS_1


__ADS_2